Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Depok memperpanjang Masa Tanggap Darurat kejadian bencana non-alam Covid-19 untuk 30 hari ke depan.
Perpanjangan masa tanggap darurat tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Wali Kota Depok Nomor:443/230/Kpts/DPKP/Huk/2020
Dalam surat itu, Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad, menetapkan masa tanggap darurat, diperpanjang selama 30 hari kalender terhitung sejak 30 Mei 2020 sampai 30 Juni 2020.
"Kejadian bencana non-alam Covid-19 di Kota Depok, 30 hari kedepan, dari tanggal 30 Mei sampai dengan 30 Juni 2020, " ujar Idris
Perpanjangan masa tanggap darurat ini melihat perkembangan kasus Covid-19 yang masih terjadi di Kota Depok.
Sementara itu, Idris menyampaikan hingga saat ini terjadi penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 4 kasus menjadi 551 kasus.
Penambahan kasus tersebut berasal dari tindak lanjut program rapid tes Kota Depok yang ditindak lanjuti dengan tes swab di Laboratorium Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI). Adapun kasus sembuh bertambah 17 orang menjadi 214 orang.
"Angka kesembuhan ini menjadi harapan kita semua, maka dari itu diharapkan seluruh warga memberikan dukungan kepada warga yang terdampak covid-19, baik berupa dukungan moril, motivasi, maupun doa kesembuhan," pungkasnya. (OL-8).
Sebagian wilayah Condet, Jakarta sudah kebanjiran, Jumat (30/1).
Kondisi ini memaksa pengendara untuk ekstra waspada dan menurunkan kecepatan secara drastis guna menghindari kecelakaan.
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Jalan rusak sering kali menjadi penyebab kecelakaan fatal bagi pengendara motor, terutama saat musim hujan.
Para ilmuan baru-baru ini telah menemukan virus corona baru pada kelelawar di Brasil yang memiliki kemiripan dengan virus MERS yang dikenal mematikan.
Hal itu meningkatkan kemungkinan bahwa virus tersebut suatu hari nanti dapat menyebar ke manusia, demikian yang dilaporkan para peneliti Tiongkok.
Pemberian berbagai bansos diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Saya beserta jajaran anggota DPRD DKI Jakarta turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulang ke Rahmatullah sahabat, rekan kerja kami Hj. Umi Kulsum."
Para peneliti melengkapi setiap relawan dengan pelacak kontak untuk merekam rute mereka di arena dan melacak jalur aerosol, partikel kecil yang dapat membawa virus.
Mensos Juliari berharap bantuan ini berdampak signifikan terhadap perputaran perekonomian lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved