Selasa 19 Mei 2020, 19:36 WIB

Berulah, 125 Napi Asimilasi Kembali Dipenjara

Siti Yona Hukmana | Megapolitan
Berulah, 125 Napi Asimilasi Kembali Dipenjara

Antara/Destyan Sujarwoko
Polres TulungagungĀ merilis penangkapan kembali napiĀ asimilasi lantaranĀ terlibat aksi pencurian sepeda motor.

 

MANTAN narapidana yang mendapatkan asimilasi dan integrasi terkait upaya pencegahan covid-19 terus berulah. Polri pun memutuskan untuk mengembalikan napi asimilasi ke dalam penjara.

"Berdasarkan data Bareskrim Polri sampai hari ini, terdapat 125 napi asimilasi yang kembali melakukan kejahatan dan telah diamankan," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, Selasa (19/5).

Baca juga: Polri: Faktor Ekonomi Picu Ulah Napi Asimilasi

Sebanyak 125 eks narapidana kembali berulah tersebar di 19 kepolisian daerah (polda). Adapun lima besar polda yang menangani napi asimilasi berulah, yaitu Polda Jawa Tengah sebanyak 17 kasus, Polda Sumatera Utara 16 kasus, Polda Jawa Barat, 11 kasus, Polda Riau 11 kasus dan Polda Kalimantan Barat 10 kasus.

Jenis kejahatan napi asimilasi mencakup pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Selain itu, mantan napi juga melakukan penganiayaan dan pengeroyokan, penyalahgunaan narkoba, pemerkosaan dan pencabulan, penipuan, hingga pembunuhan.

Seperti diketahui, Kementerian Hukum dan Ham membebaskan 38 ribu narapidana. Pemberian hak asimilasi dan integrasi bertujuan mencegah penyebaran covid-19.

Baca juga: Keputusan Menkumham soal Pembebasan Napi Dinilai Diskriminatif

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, mengklaim program pemberian hak asimilasi dan integrasi kepada narapidana berjalan mulus. Dia menilai program tersebut tidak memberikan ancaman kepada negara.

“Ada yang bilang program ini gagal dan mengancam keamanan nasional. Saya rasa sebaliknya. Ini bukti koordinasi pengawasan berjalan baik," pungkas Yasonna beberapa waktu lalu.

Yasonna berpendapat narapidana yang kembali berulah bukan berarti program gagal. Penegak hukum dikatakannya siap memberikan sanksi tegas kepada narapidana yang kembali berulah.(OL-11)


 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak

Fraksi PKS: Kasus Covid-19 Tinggi, Wajar PSBB diperpanjang

👤Hilda Julaika 🕔Senin 25 Januari 2021, 10:26 WIB
“Hari ini kasus covid-19 di DKI bertambah 3.512 kasus, sehingga total kasus covid-19 di Jakarta sampai hari ini mencapai 249.815...
MI/RAMDANI

BIG Sebut Gunung Mas Masih Terancam Banjir

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 25 Januari 2021, 10:20 WIB
Pada 19 Januari 2021, banjir bandang melanda Kampung Gunung Mas setelah hujan dengan intensitas 50 sampai 100 milimeter per hari mengguyur...
ANTARA FOTO/Fakhri H

Kasus Aktif Meningkat, Ketersediaan BOR Makin Menipis

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 25 Januari 2021, 08:44 WIB
Data per 24 Januari 2021, hanya menyisakan 14% dengan rincian tempat tidur isolasi sebanyak 8.055 tempat tidur dan telah terisi sebanyak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya