Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI covid-19 yang diikuti penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar membuat banyak warga ikut terdampak secara ekonomi. Hal itu pun menjadi perhatian sekelompok remaja di Kota Bekasi, Jawa Barat.
Lewat urun dana atau patungan, Komunitas Remaja Betbagi di Kota Bekasi menyalurkan paket sembako bagi warga terdampak covid-19. Sasarannya ialah warga miskin atau kelompok rentan akibat pandemi covid-19.
"Kehidupan ekonomi sebagian masyarakat mengalami penurunan, sehingga kepedulian antartetangga harus kita ditingkatkan," kata Koordinator konunitas Amarullah bin Asrulliadi usai membagikan bantuan di lingkungan RW 09, Perumnas 3, Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur, Minggu (3/4) malam.
Amar, sapaan Amarullah menjelaskan, gerakan sosial tersebut dimulai secara spontan. Bantuan berupa bahan makanan pokok disalurkan ke 12 RT yang ada di RW 09, yakni berupa beras, telur, sosis dan susu kemasan, kecap, gula pasir, teri, hingga mie instan.Menurutnya, warga yang dibantu ialah warga yang terdata belum menerima bantuan sama sekali dari berbagai saluran bantuan sosial.
"Donasi bersumber dari rekan-rekan di lingkungan. Untuk itu kami ucapkan banyak terima kasih. Semoga diberikan kesehatan, kemudahan dalam usaha dan lebih dekat lagi dengan keridhoan Allah SWT. Kami pun berharap pandemi ini segera berakhir," imbuhnya.
Baca juga : Pelanggaran PSBB Makin Marak di Depok
Dia melanjutkan, aksi sosial tersebut diharapkan bisa diterapkan seluruh warga, mulai dari kota hingga ke lingkungan RW atau pun RT. Sehingga tidak ada lagi tetangga yang kekurangan bahan pangan.
"Sebagai langkah awal, para anak muda mengajak warga agar meningkatkan kepedulian kepada sesama dimulai dari lingkungan tetangga terdekat," sambungnya.
Menurut dia, gerakan ini mengantisipasi adanya warga kelaparan karena tidak ada makanan. Gerakan ini sekaligus diharapkan mampu meningkatkan kepekaan sosial masyarakat dan mengantisipasi adanya warga meninggal karena kelaparan.
"Ini gerakan bersama untuk menengok tetangga kita apakah mereka kekurangan makanan ataukah mereka membutuhkan pertolongan lainya," ujarnya.
Sementara itu, Kardjo, Ketua RW 09, Kelurahan Aren Jaya memberikan acungan jempol atas aksi sosial yang dilakukan para pemuda. Diharapkannya, aksi tersebut bisa dilakukan secara berkesinambungan atau harus berlanjut terus, bukan hanya saat Ramadan saja.
"Ini juga diharapkan mampu menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap sesama. Realitas sosial yang tidak luput dari berbagai persoalan sejatinya menjadi tanggung jawab bersama. Sangat penting membantu mereka yang membutuhkan," pungkasnya. (RO/OL-7)
Kabar duka datang dari bintang Dawson's Creek, James Van Der Beek. Pasca kepergiannya, dukungan mengalir deras lewat GoFundMe untuk membantu masa depan 6 anaknya.
Gerakan ini merupakan sinergi lintas sektor yang melibatkan musisi lintas generasi, komunitas, serta dukungan penuh dari pemerintah dan sektor swasta.
Donasi ini merupakan hasil penggalangan dana sukarela dari Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai BUMD, serta masyarakat Kabupaten Sumedang
Penyaluran donasi ini melalui BAZNAS sehingga diyakini bakal sampai ke tangan yang tepat dan membutuhkan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berhasil menghimpun donasi masyarakat sebesar Rp3,1 miliar dalam rangkaian perayaan malam tahun baru 2026.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memfasilitasi penggalangan dana kemanusiaan pada malam pergantian tahun 2026. Donasi tersebut ditujukan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Untuk menyiasati dampak negatif FOMO, kunci utamanya justru terletak pada fondasi yang dipupuk sejak dini di lingkungan keluarga.
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
Fenomena keinginan bunuh diri pada remaja tidak dipicu oleh penyebab tunggal, melainkan akumulasi dari berbagai faktor yang kompleks.
Upaya pencegahan bunuh diri pada remaja dinilai perlu dimulai dari penguatan “jaring pengaman” di lingkungan terdekat, terutama sekolah dan keluarga.
Agar aturan gawai dapat berjalan efektif, orangtua perlu menerapkan pola asuh yang masuk akal dan kolaboratif.
Orangtua perlu membedakan penggunaan gawai untuk kebutuhan produktif dan hiburan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved