Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 17 tahanan di Polsek Kalideres kabur di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna mencegah penularan virus korona (covid-19) pada Jumat (17/4) dini hari.
Para tahanan memanfaatkan kelengahan polisi dan melarikan diri pada dini hari hingga membuat warga harus bergotong-royong membantu penangkapan kembali.
Bahkan, warga di Semanan, Kalideres, melaporkan diminta bantuan oleh aparat kepolisian untuk menangkap tahanan kabur.
Memang, lokasi tahanan kabur itu berada di wilayaa perbatasan Kelurahan Semanan dan Kelurahan Kalideres.
Akhirnya para warga yang masih terjaga dimintai tolong oleh polisi untuk menangkap belasan tahanan yang berhasil melarikan diri.
Akhirnya warga pun sukses membantu pihak kepolisian untuk mengamankan tahanan yang kabur.
“Sebanyak 17 tahanan Polsek Kadideres kabur tadi dini hari. Yang telah tertangkap kembali 16 tahanan. Jadi tinggal satu yang masih berkeliaran,” tutur salah satu sumber kepada Media Indonesia, Jumat (17/4).
Awal mula diketahui adanya tahanan kabur berasal dari sumber tembakan senjata api dari aparat kepolisian yang yerdengar warga ketika mencoba memperingati tahanan kabur. Para warga pun berkumpul di pinggir Kali Mookevart melihat sejumlah tahanan kabur.
Sebelumnya, sebanyak 16 tahanan melarikan diri dari Rutan Polsek Bekasi Kota pada Minggu (12/4). Mereka melarikan diri saat melakukan kegiatan berjemur guna meningkatkan imunitas tubuh di tengah pendemi.
Terkini, 3 dari 16 tahanan tersebut berhasil ditangkap aparat di kawasan Perumnas I, Bekasi. (OL-4)
Petugas kepolisian saat ini tetap disiagakan di lapangan untuk memantau pergerakan masyarakat, terutama di area aglomerasi dan kampung halaman.
Ledakan petasan di Pekalongan menewaskan remaja 14 tahun. Dua korban lain masih dirawat intensif, polisi lakukan penyelidikan.
Ketua YLBHI Muhamad Isnur menyoroti adanya perbedaan data terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diungkap oleh kepolisian dan TNI.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Menurut Oegroseno, semestinya hal-hal seperti ini tidak terjadi, karena tak diatur oleh KUHAP.
Trunoyudo menyebutkan bahwa momentum bulan suci Ramadan turut melandasi semangat kedua belah pihak untuk saling memaafkan dan melakukan introspeksi diri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved