Senin 13 April 2020, 09:25 WIB

Motif Anarko Membuat Kekacauan

YAKUB PRYATAMA WIJAYAATMAJA | Megapolitan
Motif Anarko Membuat Kekacauan

MI/YAKUB PRYATAMA
Polisi meringkus empat tersangka pelaku vandalisme di empat TKP di Tangerang Kota yang bertuliskan memprovokasi warga agar membuat kekacauan

 

MOTIF empat pelaku vandalisme yang ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Tangerang ialah memprovokasi warga agar membuat kekacauan di kota-kota besar wilayah Pulau Jawa.

Penegasan itu disampaikan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sujana untuk menanggapi penangkapan MRR alias Bunga (laki-laki), 21, AAM alias Aflah, 18, Riap alias Rio, 18, dan RJ alias Riski, 19, Sabtu (11/4).

 “Para pelaku ini berniat memanfaatkan situasi masyarakat yang sedang resah di tengah wabah korona dengan menyebarkan provokasi untuk membuat keonaran,” tandas Nana, kemarin.  

Hasil pemeriksaan terhadap kelompok yang menamakan diri Anarko Sindikalis itu menunjukkan mereka punya agenda besar. Pelaku bahkan sudah berkoordinasi dengan sejumlah orang yang tersebar di beberapa kota besar Pulau Jawa untuk membuat kacau pada 18 April.

"Kalau (kelompok Anarko) tidak terungkap, bisa saja pekan depan ada penjarahan. Semoga penangkapan anggota kelompok vandalisme ini menghindarkan kita dari upaya pihak-pihak yang mencoba membuat kerusuhan,” tutur Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo Sambodo yang ditemui di sela-sela pengawasan pembatasan sosial berskala besar di Jakarta, kemarin.

Dari para tersangka, polisi menyita berbagai bukti antara lain alat komunikasi, laptop, buku-buku pergerakan, berikut dua senjata tajam. Pelaku dijerat dengan perbuatan penyebaran berita bohong dan penghasutan yang melanggar Pasal 160 KUHP serta Pasal 14 dan 15 UU RI No 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

 

Mengetes 

Kriminolog Adrianus Meliala menilai vandalisme bernada ajakan dari kelompok Anarko masih merupakan awalan atau semacam mengetes untuk memancing eskalasi lebih tinggi.

“Kalau sudah serempak, ya itu tidak spontan namanya. Jelas bukan vandalisme (karena biasanya spontan). Juga bukan anarki yang biasa. Makanya kepolisian sudah menyebut anakor alias aktor anarki,” cetus Guru Besar UI tersebut.

Adrianus memastikan kelompok Anarko memiliki tujuan politik. “Sejarah mencatat banyak dinamika politik berawal dari anarki. Polisi perlu bertindak tegas bila perilaku pelaku sudah meningkat pada penjarahan dan perlawanan terhadap aparat,” imbuhnya.

Krimonolog UI lainnya, Kisnu Widagso, mengingatkan munculnya kelompok seperti Anarko bisa merupakan bentuk ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintah, khususnya bagi para kelas pekerja yang semakin kesulitan di tengah pandemi.

“Mereka merasa tidak puas dengan kondisi seperti ini. Ketidakpuasan itu wajar, boleh dong menilai pemerintah terlalu lamban dalam menangani korona,” tukas Kisnu.

Ketidakpuasan itulah yang mendorong Anarko mengekspresikan melalui vandalisme. Yang jadi masalah ialah adanya ajakan dan rencana untuk memengaruhi warga untuk berbuat kejahatan.

“Ajakan untuk kejahatan tentu ada sanksi tindak pidananya, ada ancaman hukumannya, intinya itu. Merasa tidak puas dengan pemerintah silakan, tapi kalau mengajak berbuat jahat kepada orang lain ya itu salah,” ucapnya. (Ykb/J-2)

Baca Juga

Antara/M. Risyal Hidayat

Warga Sambut Positif HBKB di Jakarta Diadakan Lagi

👤Putri Ansia Yuliani 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 20:15 WIB
Selain itu, kebijakan ini juga sudah bisa dilakukan karena jumlah vaksinasi di Jakarta juga cukup tinggi sehingga ia menilai kekebalan...
ANtara/Yusuf Nigroho

Minyak Goreng Curah di Kota Bekasi Terpantau Sudah Turun Rp14 Ribu per liter

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 19:00 WIB
Ia menjelaskan, turunnya harga minyak goreng sudah ditetapkan dari tingkat agen. Para pedagang biasa membeli dalam ukuran jiriken 5 hingga...
MI/Ramdani

Formula E Jadi Momentum Pertumbuhan Kendaraan Listrik

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 18:45 WIB
"Hadirnya Formula E ini menjadi momentum awal pertumbuhan industri kendaraan listrik. Ini juga menunjukkan pemerintah concern terhadap...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya