Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Rawan Covid-19, Rapid Test di Jaksel Mulai Dilakukan

Nur Azizah, Andhika Prasetyo
20/3/2020 16:01
Rawan Covid-19, Rapid Test di Jaksel Mulai Dilakukan
Ilustrasi - Rapid Test Covid-19(Medcom.id)

RAPID test Covid-19 sudah dilakukan Jumat (20/3) hari ini. Tes ini guna memastikan seseorang terjangkit virus korona atau tidak. Rapid test dilakukan terlebih dahulu ke wilayah yang paling rawan, yakni Jakarta Selatan.

"Kita memprioritaskan dari hasil pemetaan indikasi daerah paling rawan di Jakarta Selatan. Dari situ, petugas akan datangi dari rumah ke rumah untuk dites. Jadi ada prioritas dan kita memprioritaskan, menurut pemetaan, indikasi paling rawan ada di Jakarta Selatan", kata Jokowi dalam konferensi pers, Jumat (20/3).

Baca juga: Kini Ada 62 Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Jatim
 
Jokowi menyebut rapid test dilakukan pada orang-orang dari hasil tracing. Khususnya, mereka yang kontak dengan pasien positif virus korona yang pertama kali ditemukan. Dia memastikan pemerintah tidak tinggal diam. Sejumlah cara juga tengah dilakukan untuk mencegah penyebaran virus korona.

"Saya akan menggerakkan seluruh kekuatan pemerintah dan bangsa mengatasi kesulitan ini baik masalah kesehatan maupun sosial ekonomi yang mengikutinya," kata Jokowi.

Khusus pada aspek kesehatan, pemerintah juga memutuskan melakukan desentralisasi tes. Tes hanya bisa dilakukan laboratorium yang ditunjuk Kementerian Kesehatan. Beberapa di antaranya, Eijkman, Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, dan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP).
 
Rapid test akan melihat kondisi imunoglobulin pada darah seseorang. Keuntungannya, metode ini tidak membutuhkan sarana pemeriksaan laboratorium pada bio security level 2, sehingga bisa dilaksanakan semua laboratorium kesehatan yang ada di RS-RS di Indonesia.
 
Namun, pemeriksaan ini memiliki kekurangan. Sebab hanya bisa dilakukan pada seseorang yang sudah terjangkit korona selama satu minggu. Bila belum terinfeksi atau terinfeksi kurang dari seminggu kemungkinan pembacaan imunoglobulin memberikan hasil negatif. (OL-6)
 
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya