Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi B DPRD DKI dari Fraksi PDI Perjuangan Gilbert Simanjuntak angkat bicara soal dugaan kasus korupsi dan pencucian uang terkait pembelian tanah yang dilakukan PD Sarana Jaya. Pihaknya segera mengadakan rapat untuk membahas tersebut.
"Komisi B akan mengadakan rapat akan hal itu dengan memanggil direktur Sarana Jaya. Kita akan meminta klarifikasi. Kita gerah betul," kata Gilbert saat dihubungi, Jakarta, Selasa (10/3).
Baca juga:Dugaan Korupsi, PD Sarana Jaya Siap Diperiksa
Gilbert mengungkapkan di internal Komisi B masih belum menemukan titik terang untuk membahas dugaan korupsi dan pencucian uang pembelian tanah oleh PD Sarana Jaya. Ia menyebut ada anggota DPRD yang pro-Gubernur Anies Baswedan tidak menginginkan rapat tersebut.
Program rumah down payment (DP) Rp0 menjadi salah satu janji kampanye Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. "Belum ada titik temu pembicaraan antara anggota Komisi B fraksi pendukung Anies dan anggota Komisi B lainnya. Di internal Komisi B masih terjadi perbedaan pendapat," imbuh Gilbert.
Baca juga:Ada Dugaan Korupsi, Program DP Rp0 Anies Diselidiki
Gilbert mengaku belum mengetahui secara utuh kasus yang sedang diselidiki oleh Bareskrim Polri tersebut. Ia tidak ingin terburu-buru menyimpulkan perkara yang menyeret salah satu BUMD DKI Jakarta itu.
"Kami belum tahu jelas uraian masalahnya. Kita tidak bisa langsung menyimpulkan siapa yang bermain karena ini kejadian baru. Tapi ini sangat serius," tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan bahwa Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri saat ini tengah menyelidiki kasus dugaan korupsi dan pencucian uang terkait pembelian tanah yang dilakukan PD Sarana Jaya.
"Ya benar," kata Brigjen Argo saat dihubungi, di Jakarta, Senin (9/3) lalu.
Baca juga:Sidang Class Action Banjir Jakarta Ditunda
Di sisi lain, PD Sarana Jaya membenarkan ada surat panggilan dari Bareskrim Polri terkait kasus dugaan korupsi dan pencucian uang pembelian tanah. Surat panggilan kepada pihak PD Sarana Jaya untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut.
"Memang betul kita dapat surat panggilan dari Bareskrim. Kami sangat kooperatif untuk hal itu. Prosesnya masih seperti itu. Kami serahkan sama pihak kepolisian," ujar Humas Sarana Jaya, Keren Margaret Vicer saat dihubungi, Jakarta, Selasa (10/3). (Ins/A-3)
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali membuka Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah yang berada di kawasan MH Thamrin.
Acara Buka Puasa Bersama di Kantor DPP NasDem di Jakarta dihadiri Surya Paloh, Puan Maharani, Sufmi Dasco, Jusuf Kalla, dan Anies Baswedan.
Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menghadiri acara buka puasa bersama DPP NasDem
Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 Anies Baswedan menekankan pentingnya untuk menjalin silaturahmi antar tokoh politik bangsa.
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dinilai masih menjadi dua figur utama yang sulit tergeser dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved