Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI V DPR RI mempermasalahkan ketidakhadiran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Banten Wahidin Halim, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam rapat penanganan banjir yang dilakukan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Padahal ketiga gubernur tersebut diundang langsung oleh Komisi V untuk membahas penanganan banjir di Jakarta dan sekitarnya.
“Agar tidak berkembang di ruang publik, kami mengundang mereka untuk rapat,” ujar Ketua Komisi V Lasarus saat mempertanyakan ketidakhadiran para kepala daerah tersebut di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (26/2).
Alih-alih memenuhi undangan Komisi V DPR, ketiga gubernur tersebut justru mengutus bawahan untuk mewakili mereka. Anies diwakili Deputi Tata Ruang Fera Revinasari, Ridwan Kamil diwakili Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja, dan Wahidin diwakili Sekda Al Muktabar.
"Kami dari Komisi V memandang perlu mengundang Menteri serta seluruh Pimpinan Provinsi yang berdekatan dengan DKI Jakarta terkait bagaimana koordinasi menangani banjir," tegas Lasarus.
Baca juga: Tiga Gubernur tidak Hadir, RPD Soal Banjir di DPR Ditunda
Alhasil, rapat yang seharusnya dimulai pukul 10.00 WIB molor sekitar 40 menit.
Hanya ada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, dan Kepala Basarnas Marsdya Bagus Puruhito dan Bupati Bogor Ade Yasin yang memenuhi undangan Komisi V.
Kritik keras datang dari anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDIP Sadarestuwati yang menyayangkan Anies, Ridwan Kamil, dan Wahidin Halim tidak hadir. Ia meminta rapat ditunda sampai para gubernur daerah terdampak banjir bisa memenuhi undangan DPR.
"Pimpinan, sebenanya yang kita undang ini gubernur dari masing-masing provinsi. Ini adalah rapat yang sangat penting, ini bukan hanya untuk kita yang ada di sini, tapi ini untuk seluruh masyarakat mulai Jabar sampai DKI, khususnya yang ada di DKI," kata Sadarestuwati.
Senada, kekecewaan disampaikan juga oleh Anggota Komisi V dari Fraksi NasDem Robert Rouw.
Dirinya menyebut ketiga gubernur daerah terdampak banjir nampak tidak serius dalam mengatasi permasalahan banjir di Jakarta dan sekitarnya.
"Kita bersemangat bicara tetapi daerah-daerah tidak punya hati. Untuk apa kita bicara banyak-banyak di sini kalau kepala daerahnya tidak ada?" kecam Robert.
Bahkan, salah satu anggota Komisi V DPR Rifqinizamy dari Fraksi PDIP Karyasuda mengusulkan agar DPR membentuk Panitia Khusus (Pansus) penanganan banjir agar kepala daerah yang bersangkutan bisa dipaksa hadir memenuhi undangan DPR.
"Saya kira kita perlu bentuk Pansus agar Gubernur, Bupati, Wali Kota yang tidak hadir sebagaimana dalam UU MD III bisa kita paksa datang ke sini. Karena dengan itu DPR memungkinkan memaksa untuk mengundang warga negara atau siapa pun yang perlu diundang," tegas Rifqinizamy. (OL-1)
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta normalisasi kali cakung lama untuk penanganan banjir
Sebanyak 11 Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Ibu Kota dan sekitarnya sejak Rabu (28/1) malam menyebabkan banjir Jakarta akibat debit air sungai meluap. Ini update banjir Jakarta hari ini.
Titik genangan terdalam berada di sekitar Halte Jembatan Gantung dengan ketinggian air mencapai 30 centimeter (cm).
13 keluarga yang berada di Dukuh Tambaksari, Desa Bedono, Sayung, Demak saat ini harus hidup di atas rumah panggung karena rob sudah menjadi langganan.
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dinilai masih menjadi dua figur utama yang sulit tergeser dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa merespons langkah Partai Gerakan Rakyat yang mengusung Anies Baswedan menjadi calon presiden pada Pilpres 2029.
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
Founder Gerakan Turun Tangan, Anies Baswedan, menyampaikan gagasan dan pemikirannya di depan seribuan anak muda dalam gelaran Turun Tangan Festival 2025.
Diketahui Anies sebelumnya dalam acara Dialog Kebangsaan di Padang menyatakan bahwa negara tidak boleh salah fokus pada proyek mercusuar yang membebani rakyat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved