Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Dinas Cipta Karya, Pertanahan dan Tata Ruang (Citata) DKI Jakarta, Heru Hermawanto, merespons permintaan DPRD untuk menghentikan sementara proyek revitalisasi Monumen Nasional (Monas). Pihaknya menyatakan tengah mencermati Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 25 Tahun 1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka Di Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
Sebelumnya, DPRD mengklaim Pemprov DKI Jakarta tidak mengantongi izin dari Kementerian Sekretariat Negara perihal revitalisasi tersebut. "Nah, ini yang sebenarnya nanti kita cermati betul. Dalam Kepres, awalnya diasumsikan semua anggaran pelaksana dibebankan pada APBN," ujar Heru di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (22/1).
Heru berdalih pihaknya mengacu pada keputusan gubernur yang merupakan penjabaran dari Kepres Nomor 25 Tahun 1995. Hal tersebut menjadi pedoman untuk penataan awal kawasan Monas. Adapun Keputusan Gubernur Nomor 792 Tahun 1997 tentang Rencana Tapak dan Pedoman Pembangunan Fisik Taman Medan Merdeka, menjadi acuan kebijakan Pemprov DKI.
Baca juga: Revitalisasi Monas Picu Masalah
"Sebenarnya Kepres waktu itu harusnya yang melakukan pembangunan dan semua perbaikan berada di pemerintah pusat," pungkas Heru.
"Saat ada masalah GBK, masalah Monas, dan Kemayoran, kemudian yang baru dilepaskan pengelolaannya kan Monas. Mekanisme itulah yang nanti akan kami cek," imbuhnya.
Namun, dalam Kepres Nomor 25 Tahun 1995 pasal 5 berbunyi memberikan persetujuan terhadap perencanaan beserta pembiayaan pembangunan Taman Medan Merdeka yang disusun oleh Badan Pelaksana.
Komisi D DPRD mendesak Dinas Citata DKI Jakarta untuk menghentikan proyek revitalisasi Monas. Serta, meminta izin terlebih dahulu kepada Kementrian Sekretariat Negara.
"Kan (penghentiannya) sifatnya sementara. Nanti kalau memang harus kita lengkapi, ya kita lengkapi semuanya (izin Kementerian Sekretariat negara)," tandas Heru.(OL-11)
Siapa pun yang melakukan pelanggaran terhadap itu akan dikenakan sanksi berat.
Gubernur Pramono Anung menerbitkan surat edaran agar warga DKI Jakarta melapor ke RT/RW atau kelurahan sebelum mudik Lebaran.
Penataan ini mencakup perbaikan badan jalan, trotoar, hingga sistem drainase guna mengantisipasi genangan air.
Strategi ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI untuk meminimalisasi risiko banjir dan titik genangan yang sering mengganggu mobilitas warga saat puncak musim hujan.
Pemprov DKI Jakarta akan mengevaluasi izin lapangan padel menyusul keluhan warga soal kebisingan. Pramono Anung siap beri sanksi tegas jika melanggar aturan.
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta menyatakan komitmen penuh untuk memperkuat ekosistem olahraga sepak bola putri.
Cari tempat ngabuburit di Jakarta? Monas tetap buka selama Ramadhan 2026! Simak jadwal terbaru kunjungan tugu dan data wisatawan mancanegara selengkapnya
Guna memfasilitasi antusiasme masyarakat, pengelola Monas memberlakukan perpanjangan jam operasional kawasan serta menyajikan atraksi visual khusus pada Senin (16/2) dan Selasa (17/2).
Pemprov DKI gelar Perayaan Imlek Jakarta 2026 sepanjang Februari–Maret di Bundaran HI, Monas, TMII hingga Kota Tua untuk dorong pariwisata.
Kehadiran aparat di lapangan bertujuan utama untuk memberikan pelayanan bagi massa aksi.
Penyediaan fasilitas lift chair di Monumen Nasional t diperuntukkan bagi penyandang disabilitas, lanjut usia, serta pengunjung yang membutuhkan bantuan akses saat menaiki tangga.
Sebanyak 8.263 wisatawan mengunjungi kawasan Monumen Nasional (Monas) pada hari pertama tahun 2026 hingga siang hari
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved