Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH memenangkan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat akhir Agustus 2019, warga Bidara Cina mencoba kembali melakukan mediasi dengan pemerintah.
Walaupun warga RW 14 Bidara Cina, Jakarta Timur, tidak memiliki surat tanah, namun karena sudah lama ditempati dan memenangkan putusan di serta pemenangan di tingkat PN Jakarta Pusat, cukup memberikan harapan untuk tetap tinggal. Tentunya tanpa intervensi pemerintah lebih, menyinggung normalisasi Kali Ciliwung.
"Kami siap mendukung program pemerintah. Kami juga siap dipindahkan asalkan (pemerintah memberi) ganti untung," ujar Ketua RT O7 Bidara Cina, Yusuf, kepada Media Indonesia, Kamis (16/1).
"Sesuai dengan arahan Pak Gubernur, membangun komunikasi karena statusnya pada saat itu masih berkekuatan hukum. Komunikasi membahas perihal penetapan lokasi ini (sodetan Kali Ciliwung di RW 4 dan RW 14)," tutur Staf Kelurahan Bidara Cina, Harijanto.
"Yang jelas belum ada pertemuan lagi. Walaupun Anies bilang sudah ada pertemuan lagi terkait normalisasi. Itu hal yang berbeda dengan program sodetan kali Ciliwung," jelas Ketua RW 14, Endang.
"Terakhir dua bulan yang lalu, yaitu November, kita RT setempat (RT 04, 05, dan 07) ini terutama (RT) 07 yang terkena dampak dua program. Masalah normalisasi dan sodetan sudah ada komunikasi yang digagas oleh Walikota, Departemen Pertanahan, BPN (Badan Pertanahan Nasional), BBSWCC, aparat kecamatan, kelurahan, dan WIKA selaku kontraktor. Bahwa akan dilanjutkan untuk masalah pendataan ulang (pengukuran lokasi dan bidang tanah)," papar Endang.
Wacana penggusuran ini dinilai warga RW 14 Bidara Cina, yang hidup di bantaran kali, dibiarkan saja oleh pemerintah. Belum pernah ada pertemuan kembali dari pihak pembuat keputusan dengan warga setempat. Walaupun warga Bidara Cina merasa digantung masalah tersebut, setidaknya warga masih berharap dengan ganti rugi oleh Pemerintah.
"Memang soal ganti rugi, kita belum sampai pada tahap itu. Karena waktu 2015 baru penetapan bidang, pada saat itu tidak ada pembahasan soal ganti rugi, yang ada relokasi," tutur Harijanto.
Di wilayah Bidara Cina, banjir yang meluap pada saat pergantian tahun mencapai 3 meter. Ini menjadi masalah tahunan yang terus dibahas. Penyelesaiannya selalu menggantung bagi warga sekitar. Pemerintah pun dinilai lamban untuk meneruskan program yang sudah ada.(OL-12)
Sebanyak 2.839 jiwa masih bertahan di pengungsian akibat banjir hingga ketinggian mencapai 1,5 meter melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Demak.
Ratusan rumah di Perumahan Bukit Pamulang Indah (BPI) Tangsel terendam banjir setinggi 1 meter, Sabtu (4/4). Akses jalan sempat terputus total. Simak update terkininya.
Jalan Ciledug Raya, Cipulir, terendam banjir hingga 50 cm akibat luapan Kali Pesanggrahan, Sabtu malam. Sejumlah kendaraan mogok dan kemacetan panjang terjadi. Simak laporan lengkapnya
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah warga yang terdampak banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terus meningkat.
Banjir merendam sedikitnya 12 rukun tetangga (RT) serta empat ruas jalan di wilayah Jakarta Barat akibat hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Jumat (3/4).
BPBD Sulawesi Tengah mencatat sebanyak 552 unit rumah warga terdampak banjir di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat (3/4) sore.
Perumahan warga kawasan Bidara Cina terendam banjir setinggi 1 meter akibat meluapnya air sungai Ciliwung.
Evaluasi ini untuk memperbaiki SOP yang telah dijalankan saat ini agar Sodetan Ciliwung bisa lebih maksimal menanggulangi banjir.
Pembangunan fasilitas Sodetan Kali Ciliwung tidak membuat Jakarta sepenuhnya terbebas dari banjir. Sodetan Ciliwung hanya berfungsi mengurangi tinggi muka air dan durasi banjir.
Pemprov DKI Jakarta menyebut, Kali Ciliwung yang rampung dan diresmikan pada Desember tahun lalu bukan satu-satunya cara untuk mengatasi banjir Jakarta.
Pemprov DKI Jakarta diminta agar berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memaksimalkan pemanfaatan Waduk Ciawi dan Waduk Sukamahi mengingat kini menjelang musim hujan.
PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dianggap kurang mengantisipasi terjadinya banjir. Padahal musim hujan terjadi secara rutin setiap tahunnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved