Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai lamban melakukan upaya pemulihan lingkungan di ibu kota. Padahal, sejak Anies menjabat sebagai orang nomor satu di Jakarta, telah menghasilkan sedikitnya 17 peraturan untuk pemulihan lingkungan.
Direktur Eksekutif Walhi DKI Tubagus Ahmad menyoroti lambannya upaya tersebut sehingga salah satu dampaknya banjir besar yang melanda DKI pada awal tahun.
"Saya menilai lamban, padahal sedikitnya sudah ada 17 aturan dalam bentuk peraturan gubernur dan intruksi gubernur yang dibuat. Anies harus segera memerintahkan jajaran untuk pemulihan lingkungan. Karena tinggal tersisa dua tahun lagi," ujar Tubagus Ahmad, Rabu (8/1).
Secara kuantitas, Anies sangat produktif dalam membuat aturan namun secara kualitas masih jauh dari implementasi dan belum mengakomodir pemulihan lingkungan dari berbagai aspek.
"Kalau dari kebijakan secara kuantitas iya, tapi secara kualitas masih sekadar kebijakan saja," cetusnya.
Baca juga: Terkesan Repot Urus Banjir, Djarot Sarankan Anies Pilih Wakil
Tubagus merinci dari aturan yang dibuat tersebut, salah satunya tentang naturalisasi sungai tidak menjelaskan poin penting penentuan wilayah naturalisasi. Tidak hanya itu, aturan terbaru terkait pelarangan penggunaan kantong plastik juga belum mengatur penggunaan styrofom dan sedotan plastik.
"Masih banyak kelonggaran seperti sedotan sama styrofoam itu belum dibahas dalam aturan itu. Juga naturalisasi titik posisinya tidak ada, wilayahnya tidak ada," ungkapnya.
Aturan yang telah dibuat tersebut juga lemah, salah satunya karena tidak menekankan pentingnya kepatuhan industri untuk memulihkan dan menjaga lingkungan.
"Seperti larangan penggunaan air tanah untuk perhotelan. Tidak ada dalam aturan yang sudah dibuat itu padahal ini penting. Tentang biopori, sosialisasinya harus dikencangkan lagi," tuturnya.
Dia juga meminta pemerintah daerah dan pusat melepaskan ego politik dalam pemulihan lingkungan sehingga dihasilkan aturan yang tepat dan bersinergi.
"Banyak aturan yang sama, tumpang tindih, yang intinya tidak saling koordinasi. Kemendagri sebenarnya bisa memimpin, keduanya bisa sinergi sehingga aturannya tidak tumpang tindih," tukasnya.(OL-5)
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dinilai masih menjadi dua figur utama yang sulit tergeser dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa merespons langkah Partai Gerakan Rakyat yang mengusung Anies Baswedan menjadi calon presiden pada Pilpres 2029.
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
Founder Gerakan Turun Tangan, Anies Baswedan, menyampaikan gagasan dan pemikirannya di depan seribuan anak muda dalam gelaran Turun Tangan Festival 2025.
Diketahui Anies sebelumnya dalam acara Dialog Kebangsaan di Padang menyatakan bahwa negara tidak boleh salah fokus pada proyek mercusuar yang membebani rakyat.
Keputusan ini diambil lantaran delapan desa di Aceh Tengah masih terisolasi total akibat kerusakan infrastruktur yang parah pascabencana banjir dan tanah longsor.
Kecamatan Kramat Jati menjadi wilayah yang terdampak banjir paling parah, khususnya di Kelurahan Cawang, Cililitan, dan Balekambang.
Salah satu titik terdampak banjir paling signifikan berada di Jalan Jembatan Gantung, Pejaten Timur, Jakarta Selatan.
Sebagian wilayah Condet, Jakarta sudah kebanjiran, Jumat (30/1).
Pemkab Bekasi memberlakukan WFH bagi ASN terdampak banjir akibat akses jalan terputus. Kebijakan ini memastikan pelayanan publik tetap berjalan di tengah bencana.
Banjir kembali merendam Kota Bekasi akibat hujan deras dan luapan Kali Bekasi. BPBD mencatat 15 titik genangan di 7 kecamatan dengan air hingga 150 cm.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved