Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKITAR 140 korban banjir masih bertahan di halte Trans-Jakarta Koridor 3 rute Harmoni menuju Kalideres.
Jumlah tersebut sudah berkurang dibandingkan pada Rabu (1/1) lalu yang mencapai angka 300 orang. Mereka mengungsi di sejumlah titik pengungsian halte Trans-Jakarta.
Titik pengungsian itu berada di Halte Dispenda, Jembatan Gantung, Taman Kota, dan Jembatan Baru serta depo Trans-Jakarta di Pesing yang dijadikan lokasi persinggahan sementara bagi warga sekitar yang rumahnya tergenang banjir.
Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta Nadia Diposanjoyo mengatakan pihaknya memang mengizinkan warga untuk mengungsi di halte Trans-Jakarta. Hal itu sesuai Instruksi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang meminta jajaran Pemprov untuk membantu warga yang terdampak banjir.
Baca juga: BNPB Mencatat 21.940 Warga DKI Masih Mengungsi Karena Banjir
"Ada beberapa halte Trans-Jakarta dan depo yang dijadikan warga sebagai tempat pengungsian,” tutur Nadia, Sabtu (4/1).
Nadia mengatakan tidak hanya menyediakan halte sebagai tempat singgah, Trans-Jakarta juga memberikan bantuan berupa makanan siap saji, obat-obatan, kue kering, susu, tisue basah, dan cairan antiseptik untuk warga yang ada di sana.
Menurut Nadia, masih ada beberapa warga yang terpaksa tinggal di halte, seperti di Depo Trans-Jakarta Pesing. Mereka berjumlah 150 warga. Sementara di Halte Dispenda Samsat terdapat 30 warga.
Sedangkan, untuk di Halte Dispenda Jembatan Baru terdapat 120 warga dan sekitar 10 orang masih mengungsi di Halte Jembatan Gantung. Mereka terdiri dari lansia, dewasa, dan anak-anak.
Pendistribusian bantuan oleh PT Trans-Jakarta telah dilakukan sejak Kamis (3/1) dengan menggunakan truk operasional mekanik Trans-Jakarta. Hal itu dilakukan sebab saat banjir mengepung Jakarta, lokasi tersebut belum bisa diakses kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.
“Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi warga yang terkena dampak banjir dan air cepat surut sehingga warga dapat melakukan aktivitas lagi seperti biasa,” jelas Nadia. (OL-2)
Masih banyak warga menghadapi kesulitan akibat banjir yang melanda akhir tahun lalu
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau mengatakan banjir yang berulang hampir setiap tahun seharusnya sudah dapat diantisipasi dengan sistem pengendalian banjir
Peristiwa tersebut menjadi banjir kedua yang melanda wilayah itu sejak awal tahun 2026, dengan ketinggian air mencapai lebih dari empat meter.
BPBD Kota Tangerang menyatakan sebanyak sembilan wilayah kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian 40 - 150 cm akibat tingginya intensitas hujan.
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat semakin parah dan meluas mengakibatkan ribuan rumah terus terandam banjir yang kerap terjadi tiap tahun
Berdasar catatan BPBD Pati, akibat banjir tersebut sebanyak 2.921 rumah warga terdampak dan 432 keluarga (1.060 jiwa) hingga saat ini masih mengungsi.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketinggian air akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam pemukiman warga sejak Jumat (23/10 malam.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved