Senin 14 Oktober 2019, 13:40 WIB

Jalur Sepeda Fase 2 Sepi Peminat

Tri Subarkah | Megapolitan
Jalur Sepeda Fase 2 Sepi Peminat

MI/Insi Jelita
Para pesepeda mencoba fase dua jalur khusus sepeda di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu (13/10)

 

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan telah melakukan uji coba jalur sepeda fase 2 pada Sabtu (12/10). Jalur sepanjang 25 kilometer tersebut membentang dari Jl Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan hingga berakhir ke Terowongan Kendal, Jakarta Pusat. Lalu bagaimana pelaksanaannya saat memasuki uji coba hari kedua?

Pantauan Media Indonesia sejak Senin (14/10) pagi, hanya terlihat satu pesepeda yang memanfaatkan jalur itu. Menurut keterangan Toto, seorang juru parkir di daerah Cilandak Tengah, tak banyak pesepeda pada hari kerja.

"Ramainya Sabtu-Minggu, kalau hari gini (hari kerja-red) mah sepi. Pada takut mereka (pengendara sepeda) sama motor," katanya.

Kondisi jalur sepeda di sepanjang Jl Rumah Sakit Fatmawati juga belum bisa dikatakan memadai. Meskipun sudah diberi marka, namun pembatasnya hampir dikatakan nihil.

Pembatas antara jalur sepeda dengan jalur kendaraan bermotor berupa traffic cone oranye hanya terlihat di bawah Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Blok A dan Blok M. Mudah ditebak, banyak pengendara motor yang juga melewati jalur tersebut.

Di jalur sepeda fase 2 juga masih banyak ditemui jalan bergelombang dan penutup gorong-gorong. Hal tersebut tentu menyulitkan para pesepda yang ingin memanfaatkan jalur sepeda.

Sementara itu, Media Indonesia juga melihat maraknya pengemudi yang memarkirkan motornya di sepanjang jalur sepeda. Misalnya di depan Universitas Al Azhar Indonesia, masih banyak pengemudi ojek online yang menunggu penumpang dan memarkirkan motornya di jalur sepeda begitu saja.

Uji coba jalur sepeda fase 2 masih akan dilakukan sampai 19 November 2019. Saat sudah diresmikan, pemerintah provinsi akan memberlakukan sanksi bari para pengemudi kendaraan bermotor yang kedapatan memasuki jalur sepeda.

baca juga: Dinas KUMKMP Koordinasikan Pembangunan Trotoar dan Penempatan PKL

Menurut Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, sanksi tersebut sesuai dengan Undang-undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkatan Jalan Pasal 284.

“Terhadap pelanggaran lalu lintas untuk jalur sepeda, ini akan dikenakan sanksi tindak pidana ringan berupa pidana dua bulan atau denda maksimal Rp500 ribu sesuai pasal 284,” kata Syafrin. (OL-3)

 

Baca Juga

Ist

Penumpang MRT Jakarta Dapat Hand Sanitizer Gratis

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 November 2020, 00:20 WIB
Meski PSBB di DKI Jakarta masih akan diterapkan secara efektif hingga 6 Desember 2020, tidak bisa dimungkiri masyarakat memiliki keperluan...
ANTARA

Kasus Kerumunan Petamburan, Polisi Berpeluang Panggil Rizieq

👤Rachmatul Fajri 🕔Sabtu 28 November 2020, 19:55 WIB
Dari gelar perkara disimpulkan kerumunan di Petamburan itu memenuhi unsur pidana terkait Pasal 93 jo Pasal 9 UU RI Nomor 6 Tahun 2018...
Istimewa

Warga Lahan Jalan Sutan Syahrir Minta Keadilan Polri

👤Selamat Saragih 🕔Sabtu 28 November 2020, 18:50 WIB
PERSELISIHAN harta kekayaan negara berupa barang milik negara sudah setahun belum juga menemui titik temu. Seperti di lahan jalan Sutan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya