Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI ini, Selasa (17/9), pada pukul 05:10 WIB, 11 stasiun MRT Jakarta mengalami pemadaman listrik sementara akibat gangguan sistem sebagai dampak dari gangguan pada salah satu jalur pasokan listrik dari PLN kepada gardu induk MRT Jakarta.
Stasiun-stasiun yang mengalami pemadaman listrik yaitu Lebak Bulus Grab, Fatmawati, Cipete Raya, Blok A, Blok M BCA, Senayan, Istora Mandiri, Setiabudi Astra, Dukuh Atas BNI, dan Bundaran HI.
Meski demikian, jalur utama kereta masih beroperasi normal dan tidak terkena dampak gangguan pasokan listrik sehingga tidak diperlukan evakuasi penumpang.
"Untuk menjamin keamanan dan keselamatan penumpang, pada saat kejadian sempat dilakukan penutupan sementara stasiun untuk dilakukannya proses restart sistem akibat perpindahan sumber listrik untuk operasi stasiun ke tenaga cadangan," kata Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin dalam keteranga tertulis, Selasa (17/9).
Baca juga: Anies Minta Masyarakat Gunakan Sepeda sebagai Alat Transportasi
Adanya gardu mandiri yang difungsikan sebagai pasokan listrik cadangan turut membantu MRT menyalakan listrik untuk stasiun-stasiun.
Pada pukul 05.52 WIB seluruh stasiun telah beroperasi normal melayani penumpang.
Untuk mengetahui penyebab dari gangguan pasokan listrik tersebut, PT MRT Jakarta beserta pihak terkait termasuk PLN melakukan investigasi lengkap dan menyeluruh, termasuk perbaikan SOP petugas operasi dan pemeliharaan dan hasilnya akan diinformasikan kemudian.
PT MRT Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang disebabkan gangguan pasokan listrik ini dan berkomitmen terus meningkatkan kehandalan layanan dan kenyamanan penumpang untuk memastikan kejadian serupa dapat dipulihkan dalam waktu yang lebih cepat. (OL-2)
Fokus utamanya adalah penambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt, di mana 75% di antaranya ditargetkan berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT).
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Kondisi lingkungan yang lembap dan air yang menggenang dapat menjadi media penghantar arus listrik dari instalasi yang tidak terlindungi.
Peristiwa tragis ini terjadi saat keduanya berada di dalam rumah ketika air sungai tiba-tiba meluap dan masuk ke pemukiman dengan cepat.
Dua dari tiga korban merupakan pasangan suami istri berinisial HW, 54, dan NJ, 49.
Selain keberadaan bengkel, ketersediaan infrastruktur pengisian daya menjadi krusial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved