Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBERADAAN Situ Pengarengan di kawasan Kompleks Radio Republik Indonesia (RRI) Kota Depok kini memprihatinkan. Hampir seluruh luasan Situ yang letak lokasinya di RT 14 RW 01, Kelurahan Cisalak, Sukmajaya, dipenuhi beragam sampah. Kantong plastik berisi sampah tak terhitung jumlahnya. Rumput dan gulma eceng gondok memenuhi Situ yang mengering.
Kondisi ini sangat berbahaya jika tidak segera dibenahi. Mumpung musim kemarau, jika musim hujan tiba, air hujan dari hulu tidak bisa tertampung di sana. Akibatnya, air dengan deras mengalir ke lokasi rawan banjir di hilir Kota Depok.
Lima perumahan di Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, akan menjadi langganan banjir karena Situ tidak berfungsi maksimal sebagai tangkapan air. Lima perumahan itu ialah Perumahan Taman Duta, Perumahan Pondok Duta, Perumahan Bukit Cengkeh I dan II, serta Perumahan Pelni.
Terkait dengan hal ini, Kepala bidang Pengendalian, Pencemaran, dan Penataan Lingkungan (P3L) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Bambang Supoyo, menambahkan bahwa kondisi Situ Pengarengan juga sumber pencemaran dari pembuangan limbah domestik.
Dikatakan Bambang, pencemaran Situ ditimbulkan pembuangan limbah permukiman dan limbah warung pasar sekitar sempadan Situ.
"Fluktuasi konsentrasi pencemar-an Situ Pengarengan dipengaruhi oleh tata guna lahan di sana membuat beban Situ makin berat," ungkap Bambang.
Menurut Bambang, luas Situ Pengarengan sekitar 2 hektare menjadi tercemar karena alih fungsi lahan. Semula dari nonterbangun menjadi terbangun dan berlangsung secara masif.
"Dalam beberapa tahun terakhir, perubahan tata guna lahan di sekitar Situ semakin meningkat seiring dengan banyaknya pembangunan permukiman dan pasar," ungkap Bambang.
Pembangunan yang meningkat, jelas Bambang, menimbulkan dampak. Salah satunya dampaknya ialah meningkatnya aktivitas domestik.
"Kondisi tersebut secara otomatis memberikan dampak terhadap kondisi hidrologis aliran Situ," jelasnya.
Di kesempatan terpisah, Kepala bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok Deni Setia-wan menegaskan bahwa pihaknya tidak bertanggung jawab terhadap Situ Pengarengan yang kini rusak parah dan mengalami pencemaran tersebut.
"Bidang Sumber Daya Air PUPR tidak ada kaitan dengan masalah pencemaran Situ Pengarengan dan Situ lainnya yang ada di Kota Depok," tegas Deni, kemarin.
Deni membenarkan memang di Kota Depok ada 26 Situ. Namun, itu bukanlah menjadi kewenang-an pihaknya, melainkan sepenuh-nya sudah menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.
"Kita hanya kebagian letak lokasi. Sementara itu, masalah pengawasan, pengendalian semua Situ ada di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) dan Pemprov Jawa barat," ungkapnya. (KG/J-3)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
Masaaki Okamoto menyebut pertumbuhan ekonomi, digitalisasi, serta urbanisasi yang pesat menjadi faktor utama meningkatnya produksi dan maraknya konsumsi plastik di dunia.
Salah satu lokasi tepat sasaran untuk kegiatan korve atau kerja bakti menjaga kebersihan lingkungan yang dipilih yakni ruang terbuka hijau di sekitar areal eks MTQ.
sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa.
Menurutnya, saling bantu antara daerah ini perlu dilakukan guna memudahkan menyelesaikan sebuah permasalahan.
Siswa MAN Insan Cendekia (IC) Pekalongan meluncurkan program inovatif pengolahan sampah makanan bertajuk KomProMi (Komposting Projek Mizan).
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sebagian wilayah Condet, Jakarta sudah kebanjiran, Jumat (30/1).
Kondisi ini memaksa pengendara untuk ekstra waspada dan menurunkan kecepatan secara drastis guna menghindari kecelakaan.
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved