Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
PEDAGANG beras di Kota Depok, Jawa Barat mengeluhkan isu beras oplosan yang saat ini tengah ramai beredar. Pasalnya isu tersebut berdampak signifikan terhadap aktivitas jual beli di kalangan pedagang beras.
Saiful, salah satu pedagang beras mengungkapkan masalah beras oplosan telah membuat para pedagang menjadi resah. "Kami merasa dirugikan akibat merebaknya isu pengoplosan beras medium menjadi premium," kata pedagang itu di Pasar Cisalak, Kota Depok, Jumat (25/7).
Ia menyebut isu beras oplosan berdampak langsung pada aktivitas perdagangan di pasar. "Kami sebagai pedagang resah dan gelisah terhadap isu yang berkembang saat ini terkait pengoplosan beras. Hal itu mengakibatkan dampak yang tidak baik untuk pasar," ujar Saiful.
Saiful menegaskan, dirinya tidak pernah melakukan praktik curang. Selain melanggar hukum dan berujung berurusan dengan kepolisian, ia menyebutkan tindakan itu tidak masuk akal dari sisi kualitas beras. "Saya bisa menjamin, pedagang beras di Pasar Cisalak tidak pernah mengoplos beras medium menjadi premium. Kalau beras medium kami jadikan premium itu hukumnya salah. Kami tidak pernah melakukan hal itu," tegasnya.
Senada, Anwar pedagang beras di Pasar Tugu, Kota Depok menegaskan isu dari beras oplosan ini berpengaruh kepada pedagang beras, banyak pembeli yang menjadi was-was. "Tak sedikit konsumen yang rewel, ya, tidak sedikit pembeli lebih rewel menanyakan beras oplosan saat membeli beras premium yang kami jual. Namun kita tetap sabar melayaninya," katanya.
Anwar mengatakan setiap pembeli yang bertanya ia selalu berusaha memberikan penjelasan terkait perbedaan beras oplosan dari beras medium ke beras premium. Beras premium tidak ada patahan dan harganya pun berbeda dengan beras medium. "Kita menjual beras premium itu Rp15 ribu sampai Rp17 ribu per kilogram, itu tergantung merek," ungkap Anwar.
Anwar meminta Pemerintah Kota Depok dalam hal ini Wali Kota Depok, Supian Suri untuk melakukan inspeksi ke pasar dan pedagang beras. "Pemerintah Kota Depok harus menjelaskan kepada publik bahwa pemerintahnya belum menemukan adanya penjualan beras oplosan. Wali Kota harus ke lapangan untuk mengecek di beberapa tempat, tentang beras oplosan tersebut," ucapnya.
Pemerintah Kota, sambung dia harus bergerak cepat dengan meminta Dinas Perdagangan yang berkoordinasi dengan Inspektur kota untuk melakukan tinjauan di lapangan. "Pemerintah perlu melakukan inspeksi ke berbagai wilayah dalam upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga beras agar tak mencederai konsumen," tutupnya. (H-3)
INSIDEN mobil hanyut terbawa arus kali akibat banjir bandang dan hujan deras melanda wilayah Kota Depok, Jawa Barat, pada Senin malam, 23 Maret 2026.
Hujan deras menyebabkan empat tanggul kali di Depok jebol dan memicu banjir. Ribuan kepala keluarga terdampak, penanganan darurat masih berlangsung.
Demi keamanan, warga kini bekerja dengan perlengkapan pelindung dan memastikan aliran energi tetap padam hingga kondisi benar-benar kering.
Ketinggian air di Perumahan Bukit Cengkeh 1 dan 2 serta Perumahan Taman Duta mencapai 70-80 sentimeter hingga saat ini air belum surut.
WARGA Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat, dibuat heboh oleh penemuan seorang bayi baru lahir dan masih hidup di sudut rumah warga, Kamis (19/3/2026) pagi.
Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan harapan publik.
Purbaya menilai kondisi tersebut berbeda dengan pandangan sejumlah pengamat yang sebelumnya menyebut pasar tradisional mengalami mati suri.
Meskipun harga terpantau stabil, pemerintah akan terus melakukan sidak secara rutin selama Ramadan untuk memantau pergerakan harga.
Pemerintah kembali menegaskan komitmen menjaga harga bahan pokok tetap stabil di pasar tradisional di tengah dinamika ekonomi nasional.
Jelang Natal dan tahun baru, harga cabai merah dan telur di pasar tradisional terus merangkak naik cukup signifikan hingga banyak pembeli mengeluhkan kenaikan itu
Pasar Murah yang dilakukan Pemprov Jatim selama menyasar daerah daerah pinggiran kota yang sangat jauh dari pasar Tradisional, sehingga tidak perlu harus ke Pasar Tradisional.
Pasar tradisional masih menghadapi tantangan besar, tidak hanya soal kesan kumuh, tetapi juga persaingan dengan pasar modern dan e-commerce.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved