Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Krisno Halomoan Siregar, mengatakan, pihaknya melakukan pemusnahan terhadap sebanyak 137 kilogram sabu hasil sitaan dalam Operasi Poseidon atau operasi jalur laut yang dilakukan sejak April 2019 lalu.
"Ada 137 kilogram sabu yang dimusnahkan. Semua berasal dari garis pantai sepanjang Pulau Sumatera. Ada TKP di darat, sudah melalui proses itu (via laut)," kata Krisno di Mabes Polri, Kamis (20/6)
Menurutnya, Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri gencar melakukan penindakan dengan Operasi Poseidon yang fokus pada penyelundupan narkoba jalur laut.
"Sabu itu berasal dari lima jaringan internasional Malaysia-Indonesia dengan 14 orang yang berperan sebagai kurir," terangnya.
Dia menambahkan, mereka telah ditetapkan sebagai tersangka dalam penangkapan di sepanjang garis pantai Pulau Sumatera, yakni di Perairan Aceh, Belawan, Banyuasin, dan Pekanbaru.
Baca juga: Pemkot Tangerang Minta Jalan Provinsi Banten segera Diperbaiki
Menurutnya, pengirim dari Malaysia dilakukan bekerja sama dengan kurir jaringan lokal, untuk menyelundupkan barang haram tersebut.
"Modusnya paket narkoba dikirim menggunakan kapal induk. Di tengah laut, paket akan dijemput oleh kurir yang menggunakan kapal nelayan untuk dibawa ke darat," paparnya.
Dia menegaskan, operasi dan pemberantasan narkotika sebagai bentuk menjalankan amanat Pasal 91 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2019 akan terus dilakukan.
"Kami juga menggelar pertemuan dengan beberapa instansi untuk mencegah masuknya narkotika selundupan ke Indonesia," lanjutnya.
Bareskrim Polri berkomitmen pengungkapan peredaran dan penyalahgunaan narkoba dengan menyasar sindikat menjadi prioritas mereka saat ini.
"Kami tidak akan berhenti mengejar sindikat. Mabes Polri lebih fokus kepada pengungkapan jaringan, bukan pengguna," pungkasnya. (OL-1)
DIREKTORAT Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan memindahkan sebanyak 2.189 warga binaan kategori risiko tinggi (high risk) ke Lapas Nusakambangan
Direktorat Interdiksi Narkotika Bea Cukai bersama Kanwil Bea Cukai Aceh, Bea Cukai Langsa, dan BNN menggagalkan penyelundupan narkotika dalam jumlah besar di Aceh Timur.
Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas kelembagaan BNN RI dalam menghadapi tantangan permasalahan narkotika yang semakin kompleks, lintas sektor, dan dinamis.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen zero tolerance terhadap peredaran narkotika di Jakarta.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua warga negara asing (WNA) berinisial TK dan MK yang diduga kuat merupakan bagian dari jaringan narkotika internasional.
Direktorat Interdiksi Narkotika Bea Cukai bersama Kanwil Bea Cukai Aceh, Bea Cukai Langsa, dan BNN menggagalkan penyelundupan narkotika dalam jumlah besar di Aceh Timur.
Kasus ini bermula dari penangkapan FG pada 26 November 2025. Dari dompetnya, polisi menemukan sabu seberat 0,43 gram yang tersimpan dalam kertas aluminium foil dan plastik klip.
Proses diplomasi dan pemenuhan legalitas pemindahan tersangka difasilitasi oleh Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, bersama seluruh jajaran KBRI Phnom Penh.
POLRES Asahan menangkap dua pelaku yang terlibat jaringan sabu ke Palembang di Dusun II, Desa Bangun Sari, Kecamatan Silo Laut, Minggu (9/11).
Alat pelacak, yang dipasang otoritas narkotika Thailand, menunjukkan bahwa bahan kimia tersebut bergerak ke utara menuju perbatasan Myanmar.
BNN RI membongkar rumah produksi sabu di Cisauk, Tangerang. Pelaku IM dan DF meraup keuntungan Rp1 miliar dengan modus mengekstrak obat asma menjadi bahan narkoba sabu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved