Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
ANCAMAN berita bohong (hoaks) yang disebar melalui media sosial bahkan media komunikasi pribadi mendorong aparat penegak hukum bertindak tegas termasuk melakukan patroli siber.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan secara teknis Direktorat Siber Polri bekerja sama dengan Kemenkominfo serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
"Jadi tidak ada memantau Whatsapp ya. Secara teknis, Dirsiber bekerja sama dengan Kominfo dan BSSN secara periodik melalukan patroli siber. Ketika menemukan suatu akun penyebar konten hoaks, diingatkan. Kalau misalkan dia masif, baru dilakukan penegakan hukum," terangnya di Jakarta, Selasa (18/6).
Baca juga: Grup Whatsapp Dapat Dipantau Jika Terkait Kasus Hukum
Dalam penegakan hukum, lanjutnya, dibutuhkan barang bukti kuat yang menjadi alat untuk menyebarkan atau membuat informasi bohong. Barang bukti tersebut selanjutnya akan diperiksa di laboratorium forensik Polri.
"Dicek alur komunikasinya ke mana. Selain dia menyebarkan di medsos dia menyebarkan di whatsapp grup juga misalnya, maka Whatsapp grup itu akan dipantau juga. Siapa yang terlibat langsung secara aktif terbukti melakukan perbuatan melawan hukum. Jadi bukan whatsapp yg di handphone-handphone itu dipatroli," ungkapnya.(OL-5)
Dalam psikologi perkembangan, remaja sedang berada pada fase meningkatnya kebutuhan otonomi.
Salah satu fenomena yang paling sering muncul dari penggunaan media sosial adalah kecenderungan remaja untuk melakukan perbandingan sosial secara ekstrem.
Laporan Kebahagiaan Dunia terbaru mengungkap dampak negatif algoritma TikTok dan Instagram pada mental pemuda.
Matcha memang kaya akan katekin, terutama epigallocatechin gallate (EGCG) yang bersifat antioksidan.
Cara seseorang mengekspresikan kesedihannya berkaitan erat dengan apa yang dirasa paling menguatkan bagi dirinya sendiri.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Ledakan petasan di Pekalongan menewaskan remaja 14 tahun. Dua korban lain masih dirawat intensif, polisi lakukan penyelidikan.
Ketua YLBHI Muhamad Isnur menyoroti adanya perbedaan data terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diungkap oleh kepolisian dan TNI.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Menurut Oegroseno, semestinya hal-hal seperti ini tidak terjadi, karena tak diatur oleh KUHAP.
Trunoyudo menyebutkan bahwa momentum bulan suci Ramadan turut melandasi semangat kedua belah pihak untuk saling memaafkan dan melakukan introspeksi diri.
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah menyoroti penembakan remaja oleh oknum polisi di Makassar, Sulawesi Selatan. Perlu evaluasi SOP senjata api
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved