Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Direktur PT NW Abadi Tenno Sujarwanto mengakui proses uji coba tahap kedua PLTSa beberapa waktu lalu gagal karena persoalan kerusakan di bagian governor turbin. Untuk itu, pihaknya membutuhkan waktu untuk membeli suku cadang baru.
"Pengadaan suku cadang governor turbin itu inden dan vendor dari pihak ketiga masih mengupayakan untuk mendapatkan suku cadangnya, kami pesan dari luar negeri," kata Tenno.
Teno mengatakan, pihaknya sudah berupaya memanggil teknisi untuk mencoba memperbaiki kerusakan yang terjadi. Ini dilakukan sambil menunggu suku cadang datang.
Menurut dia, governor turbin rusak karena sering dioperasikan tanpa memenuhi standar kapasitas minimal daya listik sebesar 1,5 Megawatt (MW). Daya listrik yang dihasilkan mesin, lanjut dia, terpaksa turun menjadi 0,25 MW sesuai kebutuhan di lingkungan PLTSa karena pihaknya keterbatasan jaringan atau daya tampung listrik.
"Kalau sudah menjalin kerja sama dengan PLN, daya listrik yang kita hasilkan bisa lebih besar karena listrik sudah disalurkan ke tempat lain," ungkapnya.
Baca juga: Dua Kali Diuji Coba, PLTSa Sumur Batu Gagal
Dia menjelaskan, ada dua mesin di PLTSa untuk menghasilkan listrik dari sampah di TPA Sumurbatu. Pertama mesin pemusnah sampah dan kedua mesin penghasil listrik. Sedangkan yang rusak itu mesin penghasil listrik, namun Pemkot Bekasi ingin proses uji coba berjalan simultan, bukan bertahap.
Mengenai komposisi sampah baru yang lebih banyak dibakar dibanding sampah lama, ujar dia, pihaknya terkendala alat berat. Tenno beranggapan pemerintah daerah menyiapkan ekskavator untuk mengangkut sampah lama ke mesin pemusnah.
"Karena alat beratnya belum ada dan kami tidak mungkin membongkar tumpukan sampah lama itu, maka sampah baru yang kita musnahkan menjadi listrik," jelasnya.
Dia menargetkan, pada 2020 mendatang setidaknya listrik yang bisa dihasilkan mencapai 9 MW. Bahkan berdasarkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara lembaganya dengan pemerintah daerah, listrik yang dihasilkan nanti mencapai 34,6 MW.
"Untuk nilai investasi sekitar Rp2 triliun dengan rincian US$5,2 juta per 1 MW, sedangkan yang akan kita bangun nanti 34,6 MW. Nilai investasi ini lebih rendah dibanding negara lain yang bisa menembus sampai US$10 juta per 1 MW," sambungnya.
Tenno menambahkan, teknologi CHCB sangat ramah lingkungan karena sampah yang dibakar dengan paduan air mencapai 1.200 derajat lebih ini akan menghasilkan uap yang mampu menggerakan turbin generator. Gerakan dari turbin itulah yang mampu menghasilkan listrik.
"Dengan suhu melebihi 1.200 derajat celcius, maka gas dioksin sisa pembakaran sampah secara otomatis akan menghilang," tandas dia.(OL-5)
Sangat tidak adil jika warga kelas bawah yang paling terdampak buruknya layanan publik justru menjadi sasaran pendekatan represif.
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
Arsyid juga mengimbau pihak RW dan RT pro aktif turut atasi masalah sampah.
Menteri KLH/BPLH Hanif Faisol Nurofiq menginstruksikan penghentian segera operasional insinerator di Kota Bandung yang melampaui baku mutu emisi udara.
Penggunaan insinerator mini tidak dibenarkan.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat upaya pengelolaan sampah dengan tetap memperhatikan norma-norma lingkungan.
Pengembangan PLTSa akan memberi dampak positif bagi kehidupan masyarakat.
Strategi pengolahan sampah menjadi energi listrik
Proyek instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) berbasis teknologi ramah lingkungan yang di Makassar mendapat penolakan warga.
Pemerintah Indonesia mengajukan 34 proyek transisi energi dalam forum pertemuan tingkat menteri Asia Zero Emission Community (AZEC) 2024 di Jakarta.
Schneider Electric, perusahaan pengelolaan energi dan otomasi asal Prancis, mengumumkan investasi impact fund di SolarKita, perusahaan energi terbarukan di Indonesia.
Sejak dibangun pada 2016, PLTSa Putri Cempo Solo akhirnya beroperasi dan menghasilkan energi listrik berbasis sampah sebesar 8 MW.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved