Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN warga berdesakan ingin bersalaman dengan Presiden Joko Widodo usai peresmian operasional kereta Moda Raya Terpadu (MRT) fase 1 di Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (24/3).
Keadaan tersebut membuat Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang bertugas bersikap ekstra hati-hati dalam menjaga Presiden.
Sejumlah masyarakat yang ingin mendekat ke arah Jokowi terlihat saling dorong dengan Paspampres dan pihak Kepolisian.
"Mundur kalian semua, saya bilang mundur,"; ujar salah seorang petugas pengamanan dengan nada tinggi.
Beberapa masyarakat membalas dengan berteriak meminta petugas agar tidak mendorong.
"Bapak jangan teriak, ini belakang yang dorong, maklumi dong pak, ini massa banyak yang mau salaman sama Pak Jokowi, bapak jangan begitu," ujar seorang pria paruh baya.
Baca juga: Presiden Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan MRT
Beberapa petugas Paspampres lainnya kemudian menenangkan situasi dengan memberi pengertian pada warga yang mendekat ke arah Jokowi untuk mundur dan membuat jarak.
"Tolong ya pak mundur sedikit, kami sedang menjalankan tugas, tidak ada maksud untuk kasar, tolong pengertiannya,"; ujar seorang petugas.
Sejumlah orang yang tidak kuat berdesakan, memilih mundur ke arah Plaza Indonesia dan Bundaran HI.
Sementara massa yang masih ingin bertatap muka langsung, terus mengikuti Jokowi hingga ke Gedung Deutsche Bank, tempat mobil RI 1 terparkir.
Berdasarkan pantauan di lapangan, warga terus mengerumuni Jokowi yang menuju mobil untuk meninggalkan lokasi.
Meski nampak kelelahan dan keringat bercucuran, Jokowi terlihat bersemangat meladeni permintaan jabat tangan dan swa foto masyarakat.
"Satu-satu ya, jangan berebut," kata Jokowi.
Jokowi beserta rombongan meninggalkan lokasi sekitar pukul 09.45.
Adapun acara peresmian masih berlanjut dengan kegiatan hiburan musik. Beberapa musisi yang berpartisipasi di antaranya Barasuara, D'Masiv, dan Mytha Lestari. (OL-2)
PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo dicecar pertanyaan penyidik Polda Metro Jaya dengan 10 pertanyaan mendalam selama 2,5 jam di Mako Polresta Surakarta, Rabu (11/2).
Walaupun belum tercatat sebagai kader, sikap politik Jokowi ini dinilai sebagai langkah untuk melengkapi legasinya.
Pernyataan Jokowi yang siap “berjuang mati-matian” untuk PSI sebagai sinyal kecemasan dan rasa terancam di tengah dinamika politik pasca-Pilpres.
Pernyataan-pernyataan Jokowi dalam pidatonya di Rakernas PSI memiliki makna politik yang kuat, meskipun secara formal Jokowi belum bergabung ke PSI.
Upaya itu untuk mendongkrak elektabilitas PSI di Pemilu 2029. Mengingat, saat ini PSI masih belum bisa lolos ke parlemen di Senayan.
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep merespons ajakan “habis-habisan” Jokowi dalam penutupan Rakernas PSI di Makassar. PSI ditargetkan jadi partai besar di Pemilu 2029.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved