Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi nomor urut 1 Rahmat Effendy-Tri Adhianto unggul telak dalam proses hitung cepat versi dua lembaga survei yakni Media Survei Nasional (Median) dan SMRC. Perhitungan ini berdasarkan data masuk sebanyak 100%.
“Posisi saat ini hasil perhitungan cepat, pasangan Rahmat Effendi-Tri Adhianto unggul jauh dari Nur Supriyanto-Adhi Firdaus,” ungkap Direktur Eksekutif Median Rico Marbun, Rabu (27/6).
Menurut Rico, umumnya data hasil perolehan suara bisa terlihat setelah data masuk sebanyak 50%. Trennya, data tersebut flat tidak akan berubah signifikan setelah data lainnya masuk. “Rasanya tidak mungkin kekejar, tinggal kita saksikan hasil perhitungan rill yang dilakukan KPU Kota Bekasi,” jelas Rico.
Dia menyampaikan, hasil survei yang dibuat lembaganya merupakan hasil dari proses random sampling 200 tempat pemungutan suara (TPS) dari 3030 TPS yang ada di Kota Bekasi. Dari hasil hitung cepat tersebut diperkirakan margin error yang diperoleh maksimum adalah 2%.
Calon Wali Kota Bekasi, nomor urut 1, Rahmat Effendi mengakui selama beberapa hari terakhir kampanye hitam memang mewarnai Pilkada Kota Bekasi. Namun nyatanya tak banyak memperngaruhi pilihan masyarakat. “Masyarakat sudah cerdas mengolah informasi,” ungkap Rahmat.
Dalam Pilkada kali ini, masyarakat sudah bisa membedakan antara informasi yang benar-benar maupun informasi hoax. “Artinya, masyarakat tidak terpengaruh dengan berbagai upaya dari lawan politik,” kata dia.
Ketua Tim Pemenangan Pasangan Rahmat Effendi-Tri Adhianto, Sholihin menambahkan, warga Kota Bekasi masih menaruh kepercayaan terhadap petahana untuk memimpin Kota Bekasi selama lima tahun kedepan. Selama lima tahun dipimpin petahana, tingkat kepercayaan masyarakat mencapai 70%.
“Mayoritas warga Kota Bekasi menginginkan wilayahnya kembali dipimpin orang yang sama. Partisipasi masyarakat juga cukup tinggi, menandakan pendidikan politik juga meningkat,” tandas dia. (OL-5)
Selama korupsi kepala daerah hanya dipandang sebagai kasus sporadis tanpa menyentuh akar permasalahan, praktik lancung ini akan terus berulang.
Dalam situasi tersebut, kemunculan partai baru justru memunculkan tanda tanya besar soal tujuan pendiriannya.
Pembaruan UU Pemilu merupakan mandat yang telah diberikan pimpinan DPR RI kepada Komisi II untuk dibahas secara mendalam.
DOSEN Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Dr. Mada Sukmajati menilai, argumen Pilkada melalui DPRD atau Pilkada tidak langsung masih perlu didukung data ilmiah.
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa DPR RI bersama Pemerintah telah sepakat tidak melakukan revisi UU Pilkada
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan penerapan pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam pelaksanaan pilkada dapat menghemat anggaran secara signifikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved