Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

IBI Dorong Penguatan Peran Bidan dalam Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

Media Indonesia
04/1/2026 20:43
IBI Dorong Penguatan Peran Bidan dalam Layanan Kesehatan Ibu dan Anak
Dokter dan bidan dari Puskesmas Sarereiket memberikan imunisasi pada bayi di balai adat Desa Matotonan, Siberut Selatan, Mentawai, Sumatra Barat(ANTARA/Iggoy el Fitra)

Peran bidan dalam sistem pelayanan kesehatan Indonesia semakin krusial, terutama dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Di bawah naungan Ikatan Bidan Indonesia (IBI), bidan menjadi garda terdepan yang memastikan perempuan mendapatkan layanan kesehatan sejak masa kehamilan, persalinan, hingga perawatan bayi dan balita. 

Sebagai organisasi profesi yang telah berdiri sejak 24 Juni 1951, IBI menjadi wadah resmi para bidan untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta memperjuangkan mutu pelayanan kebidanan di Indonesia. Melalui organisasi ini, bidan dibekali standar praktik dan etika profesi yang menjadi landasan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam praktik sehari-hari, bidan tidak hanya bertugas membantu persalinan. Dalam situs resmi mereka di https://pusatibi.or.id/, dijelaskan mengenai peran bidan sejak tahap perencanaan kehamilan, pemeriksaan kehamilan secara rutin, deteksi dini risiko komplikasi, hingga pendampingan pascapersalinan. Selain itu, bidan juga aktif dalam pemantauan tumbuh kembang anak, pemberian imunisasi, serta edukasi gizi dan kesehatan reproduksi.

Di wilayah terpencil dan perdesaan, peran bidan bahkan menjadi sangat vital. Keterbatasan fasilitas kesehatan membuat bidan kerap menjadi satu-satunya tenaga kesehatan yang dapat diakses masyarakat. Kondisi ini menjadikan bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak, sekaligus penghubung antara masyarakat dan sistem kesehatan formal.

IBI terus mendorong peningkatan kualitas layanan kebidanan melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan berkelanjutan. Upaya ini dilakukan agar bidan mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan. Selain itu, IBI juga aktif melakukan advokasi kebijakan untuk memastikan bidan mendapatkan perlindungan hukum dan kesejahteraan yang layak dalam menjalankan tugasnya.

Seiring perkembangan teknologi, IBI juga mulai memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pembinaan anggotanya. Melalui pusatibi.or.id, bidan dapat mengakses informasi terbaru, standar praktik, hingga agenda kegiatan organisasi secara terbuka. Langkah ini sejalan dengan kebutuhan transparansi dan kemudahan akses informasi di era digital.

Tantangan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak masih cukup besar. Perubahan pola penyakit, tingginya angka kehamilan berisiko, serta kesenjangan akses layanan kesehatan menjadi pekerjaan rumah yang harus dihadapi bersama. Dalam konteks ini, bidan memegang peran penting sebagai tenaga kesehatan yang tidak hanya memberikan layanan medis, tetapi juga edukasi dan pendampingan berkelanjutan kepada masyarakat.

Dengan jaringan bidan yang tersebar hingga ke pelosok negeri dan dukungan organisasi profesi yang kuat, peran bidan diyakini akan terus menjadi pilar utama dalam pembangunan kesehatan Indonesia. Kehadiran bidan bukan sekadar membantu proses kelahiran, tetapi juga menjaga kualitas hidup ibu dan anak sebagai generasi penerus bangsa.

Informasi resmi terkait program dan kegiatan IBI dapat diakses melalui situs pusatibi.or.id. Platform ini menjadi pusat informasi bagi anggota bidan maupun masyarakat umum untuk memahami peran dan kontribusi bidan dalam pembangunan kesehatan nasional.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny tebe
Berita Lainnya