Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pariwisata (Kemenpar) menggelar lomba kuliner berbahan ikan dan pangan lokal di Makassar, Sulawesi Selatan, mulai Sabtu (14/5) hingga Minggu (15/5).
Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan kegiatan itu untuk mempromosikan salah satu pesona wisata budaya Indonesia dalam hal ini melalui kuliner agar menjadi daya tarik pariwisata unggulan.
"Kegiatan ini juga untuk mendorong pemerintah daerah bersama dengan stakeholder pariwisata lain membangun sebuah destinasi wisata kuliner Indonesia yang berdaya saing," ujar Arief, di Jakarta, Jumat (13/5).
Menpar optimistis kegiatan yang memperkenalkan kuliner unggulan daerah itu bisa sekaligus memperkenalkan kuliner tradisional sebagai upaya mempromosikan pariwisata di Kota Makassar.
"Sehingga bisa mendorong kunjungan wisatawan asing dari target 12 juta orang pada tahun ini, sekitar 5,4 jutanya ialah mereka yang menikmati kuliner, serta menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata favorit di dunia yang berdaya saing," papar Arief.
Arief menambahkan, sektor pariwisata menyumbang 9,8% terhadap produk domestik bruto (PDB) dunia. Di Tanah Air, sektor travel and tourism menyumbang 9,6% terhadap PDB Indonesia pada 2015 atau berkontribusi US$2,4 milliar. "Bahkan pariwisata jadi penyumbang devisa terbesar keempat setelah minyak dan gas, batubara, dan CPO (minyak sawit),'' kata Arief.
Tahun lalu, sumbangan devisa pariwisata mencapai US$12,578 juta, meningkat dari sebelumnya yang hanya US$11,166 juta. Ini lantaran tahun lalu kunjungan wisatawan asing ke Indonesia meningkat 10,3% dari 9,43 juta menjadi 10,40 juta orang. "Karena itu masing-masing daerah harus bisa mendorong potensi wisata mereka yang unik seperti wisata kuliner," jelas Menpar.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Asthuty menuturkan, pada 2013 sektor kuliner memberikan kontribusi nilai tambah bruto sebesar Rp208,6 triliun dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 4,5%, dan mampu menyerap tenaga kerja 3,7 juta orang dengan pertumbuhan rata-rata 0,26%.
"Unit usaha yang tercipta dari sektor kuliner adalah sebesar 3 juta dengan rata-rata pertumbuhan 0,9%. Pariwisata sangat erat dengan kuliner, terbukti penelitian menunjukkan wisatawan menghabiskan hampir 40% dari anggaran mereka pada makanan saat berpergian," ungkap Esthy Reko Asthuty.
Asdep Pengembangan Segmen Pasar Personal Kemenpar Raseno Arya menuturkan kegiatan lomba kuliner berbahan ikan dan pangan lokal itu diharapkan dapat memberikan kontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, menumbuhkembangkan semangat masyarakat untuk mencintai produk budaya Indonesia melalui makanan sebagai ketahanan pangan.
"Kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong pemerintah daerah menjadikan kuliner di Makassar sebagai media promosi wisata budaya bagi kota Makassar dan sekitarnya," jelas Raseno.
Ia menambahkan lomba kuliner berbahan ikan dan pangan lokal yang akan diresmikan pejabat dari Kemenpar itu akan menghadirkan Chef Muto dari Jakarta yang mendemostrasikan salah satu masakan berbahan dasar ikan menjadi makanan sangat lezat dan menjadi daya tarik wisata kuliner Nusantara.
Indonesia memiliki sekitar 5.000 jenis kuliner tradisional sebagai warisan budaya bangsa. Karena itu, Kemenpar menetapkan 5 destinasi wisata kuliner unggulan pada 2015 yaitu Jogyakarta, Solo, Semarang (Joglosemar), Bandung, dan Bali. (Ant/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved