Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Tekanan darah tinggi (hipertensi) dan diabetes merupakan dua kondisi kesehatan yang sering terjadi bersamaan. Kedua penyakit ini termasuk dalam sindrom metabolik dan memiliki sejumlah faktor risiko yang serupa. Seperti gaya hidup sedentari, obesitas, serta pola makan tinggi kalori.
Kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes juga dapat merusak sel-sel dalam sistem kardiovaskular. Sehingga meningkatkan risiko hipertensi.
Menurut American Heart Association (AHA), sebagian besar orang dengan hipertensi tidak mengalami gejala. Biasanya, hipertensi baru diketahui melalui pemeriksaan tekanan darah rutin.
Tekanan darah terdiri dari dua angka, yakni sistolik, yang menunjukkan tekanan maksimum jantung saat berkontraksi. Serta diastolik, yang menunjukkan tekanan dalam arteri di antara detak jantung.
Tekanan darah dikategorikan mulai dari normal, meningkat, hipertensi tahap 1 dan 2. Hingga krisis hipertensi yang merupakan kondisi darurat medis.
Sementara itu, American Diabetes Association (ADA) menjelaskan bahwa tidak semua penderita diabetes mengalami gejala. Namun, gejala yang mungkin muncul termasuk rasa haus dan lapar berlebihan, sering buang air kecil, kelelahan, penglihatan kabur, serta penyembuhan luka yang lambat.
Penderita diabetes juga lebih rentan terhadap infeksi, seperti infeksi saluran kemih, kandidiasis, dan infeksi saluran pernapasan atas. Diagnosis dapat dilakukan melalui tes glukosa puasa atau tes glukosa setelah mengonsumsi minuman manis.
Diabetes dibagi menjadi tiga jenis utama: tipe 1, tipe 2, dan gestasional. Diabetes tipe 1 merupakan gangguan autoimun yang menyerang sel pankreas. Sedangkan tipe 2 terjadi akibat resistensi insulin, sehingga tubuh tidak dapat memproses glukosa secara efektif.
Sementara itu, diabetes gestasional hanya terjadi pada kehamilan. Namun, sekitar 50% perempuan dengan kondisi ini berisiko mengembangkan diabetes tipe 2 di kemudian hari.
Hubungan antara diabetes dan hipertensi cukup erat. Penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipertensi. Sementara orang dengan hipertensi biasanya memiliki resistensi insulin dan berisiko mengembangkan diabetes.
Kombinasi kedua penyakit ini meningkatkan kemungkinan komplikasi serius, termasuk penyakit jantung, gagal ginjal, stroke, dan gangguan mata.
Ahli kesehatan menekankan pentingnya pencegahan melalui perubahan gaya hidup. Menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, menerapkan pola makan sehat, membatasi konsumsi alkohol, dan berhenti merokok dapat menurunkan risiko kedua penyakit.
Selain itu, pengobatan medis juga diperlukan untuk mengontrol kadar gula darah dan tekanan darah. Obat yang dapat digunakan untuk mengatasi diabetes dapat berupa insulin atau obat non-insulin.
Sedangkan hipertensi dapat dikontrol dengan ACE inhibitor, beta-blocker, diuretik, dan obat lain sesuai kebutuhan.
Untuk menangani dua penyakit tersebut, deteksi dini menjadi kunci yang tepat. Termasuk untuk mencegah komplikasi serius yang bisa datang kapan saja. Pemeriksaan rutin serta konsultasi dengan tenaga medis juga dapat membantu memastikan tekanan darah dan kadar gula darah tetap dalam batas aman. Sehingga kualitas hidup penderita dapat terjaga.
Sumber: Medical News Today
Selain hipertensi, diabetes dan influenza juga menduduki posisi teratas dalam daftar keluhan kesehatan di posko pemantauan mudik.
Hipertensi sering tanpa gejala. Kenali 7 tanda tekanan darah tinggi yang sering diabaikan agar terhindar dari risiko stroke dan jantung. Cek di sini!
Hipertensi sering tanpa gejala dan disebut silent killer. Kenali tanda-tanda tekanan darah tinggi sejak dini serta cara pencegahannya.
makanan yang dimasak dan diproses mengandung senyawa bernama AGEs yang ditemukan dalam makanan cepat saji
Banyak pasien hipertensi kembali mengalami kenaikan tekanan darah karena faktor stres, gaya hidup, dan kurangnya intervensi mandiri yang konsisten.
Penyakit Tidak Menular (PTM) kini mengintai usia produktif. Kenali gejala, data terbaru 2026, dan panduan deteksi dini untuk menjaga produktivitas masa depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved