Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dan mendukung para dokter dalam memberikan pelayanan medis yang berkualitas. Melalui berbagai kegiatan dan program, IDI Woha berupaya menjawab tantangan kesehatan yang ada di wilayah tersebut.
IDI Woha rutin mengadakan penyuluhan kesehatan yang bekerja sama dengan puskesmas-puskesmas di wilayah Bima. Program ini bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi, pencegahan penyakit menular, dan pengelolaan penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.
Selain itu, kegiatan bakti sosial juga menjadi program unggulan. Dalam bakti sosial, IDI Woha memberikan layanan kesehatan gratis, termasuk pemeriksaan umum, pemberian obat-obatan, hingga konseling medis untuk masyarakat yang kurang terjangkau fasilitas kesehatan.
Tidak hanya berfokus pada masyarakat, IDI Woha juga mendukung pengembangan kompetensi dokter melalui program pendidikan kedokteran berkelanjutan. Seminar, pelatihan, dan diskusi ilmiah sering diadakan guna memastikan para dokter mengikuti perkembangan ilmu kedokteran terbaru.
Kabupaten Bima, termasuk Woha, menghadapi tantangan berupa keterbatasan akses ke layanan kesehatan di daerah terpencil dan tingginya angka penyakit infeksi. IDI Woha berperan penting sebagai penghubung antara masyarakat, tenaga medis, dan pemerintah daerah dalam mengatasi isu-isu tersebut.
Melalui berbagai kegiatan ini, IDI Woha terus berupaya meningkatkan kesehatan masyarakat Bima dan mendukung dokter dalam menjalankan tugas mulianya. Dengan kolaborasi yang kuat bersama pemangku kepentingan lain, IDI Woha diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan kegiatan idiwoha.org di wilayah NTB, kunjungi situs resmi IDI Woha di https://idiwoha.org
LEBIH dari 500 siswa di delapan TK dalam wilayah Tangerang Selatan menikmati layanan pemeriksaan gigi serta edukasi kesehatan.
Di Indonesia, kanker paru menyumbang 9,5% dari seluruh kasus kanker serta menjadi penyebab 14,1% kematian akibat kanker.
Penelitian terbaru menemukan paparan gelombang panas berulang dapat mempercepat proses penuaan manusia.
Makanan yang menjadi tren dan digemari anak muda biasanya tinggi gula dan gorengan dengan tepung mengandung advanced glycation end products (AGEs) yang merusak kolagen.
Sektor kesehatan di Indonesia kini memasuki fase baru dengan hadirnya teknologi pemindai PET/CT Biograph Vision Quadra di RS EMC Grha Kedoya.
Dorongan untuk hidup lebih sehat, lebih lama, dan lebih baik kembali digaungkan melalui ajang AIA Vitality Live 2025.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved