Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENULIS asal Korea Selatan, Oh Su Hyang, yang dikenal lewat buku laris Bicara Itu Ada Seninya, ternyata punya kebiasaan yang luar biasa yaitu membaca hingga 70 buku setiap bulan.
Kebiasaan ini bukan muncul begitu saja. Dalam acara media gathering bertajuk Let’s Meet Oh Su Hyang yang digelar di Gramedia Matraman, Jakarta, Jumat (31/10), ia membagikan kisah masa kecilnya yang sederhana namun penuh semangat.
“Kehidupan saya waktu muda tidak enak, kehidupannya bukan orang yang kaya. Orangtua saya itu kerja di pabrik dan rumah saya itu sangat kecil di pinggir rel kereta,” ujar Oh Su Hyang.
Meski hidup sederhana, ia tumbuh dengan didikan penuh semangat dari orangtuanya. “Ayah saya kelahiran tahun 45 dan ibu saya kelahiran 55. Ayah dan ibu saya hanya lulusan SD. Ayah dan ibu saya bekerja di pabrik sepatu, ayah saya bagian mencetak alas sepatu lalu ibu saya bagian mengelem alas atau sepatunya,” sambung pakar komunikasi dan dosen tersebut.
Di balik kesederhanaan itu, ada satu kebiasaan kecil dari sang ibu yang sangat membekas di hati Oh Su Hyang.
“Walaupun dulu saya itu tidak kaya dan orangtua saya hanya lulusan SD tapi setiap hari setiap pagi, ibu saya selalu mengucapkan bahwa, ‘Saya bisa, saya bisa, saya bisa'," ujarnya dengan senyum hangat.
Kalimat sederhana itu menjadi sumber motivasi hidupnya. Sejak mulai bekerja, Oh Su Hyang bahkan bertekad untuk mengalokasikan sebagian penghasilannya untuk membeli buku.
“Jadi saya punya semangat dan bertekad kalau misalnya saya punya gaji dari kerjaan saya, 10–30% gaji saya, saya belikan untuk buku,” katanya.
Bagi Oh Su Hyang, membaca bukan sekadar hobi, tapi bagian dari hidupnya. “Dari semua buku itu, gak ada buku yang saya gak baca. Dari semua genre itu saya baca. Dan sampai sekarang saya punya kebiasaan bahwa setiap satu bulan ada 70 buku yang saya baca dan (saya) mendapatkan penghargaan karya sering membaca,” tuturnya.
Ketika ditanya soal buku favoritnya, ia menyebut karya penyair Korea yang juga disukai boyband Korea Selatan BTS.
“Buku yang saya suka itu adalah buku puisi karya penyair namanya Na Tae Joo. Jadi penyair ini adalah penyair yang sangat dicintai di Korea bahkan boyband sekelas BTS bilang bahwa mereka suka sekali dengan puisi-puisi dari Na Tae Joo,” jelasnya.
Oh Su Hyang mengungkapkan salah satu puisi yang paling berkesan baginya. “Karena di salah satu bukunya ada kalimat (yaitu) kita harus bilang bahwa kita pasti bisa, kita pasti akan menjadi sesuatu. Itu yang menginspirasi saya," ungkapnya.
"Salah satu judul puisi yang sangat saya sukai adalah kalau dilihat itu cantik, semakin dilihat semakin cantik. Itu yang membuat saya mencintai semua orang yang saya ajak bicara dan selalu ingin mengetahui detail tentang orang itu. Itu yang akan membuat komunikasi menjadi lancar,” sambungnya.
(H-3)
Lewat kebiasaan membaca dan filosofi hidupnya yang positif, tak heran jika Oh Su Hyang dikenal sebagai sosok yang bukan hanya cerdas berkomunikasi, tapi juga inspiratif dalam memaknai kehidupan.
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol dijatuhi hukuman 5 tahun penjara.
Di drakor ini, Kim Seon-ho memerankan karakter bernama Joo Ho-jin. Ho-jin merupakan penerjemah multibahasa yang ditugaskan sebagai penerjemah untuk bintang top Cha Mu-hee (Go Youn-jung).
Pengadilan Seoul akan membacakan vonis terhadap mantan Presiden Yoon Suk Yeol atas tuduhan menghalangi penyidikan terkait deklarasi darurat militer 2024.
Korea Selatan dilanda tren "Dubai Chewy Cookie". Terinspirasi dari cokelat viral Dubai, hidangan penutup ini laku keras berkat pengaruh K-Pop dan visual yang menggoda.
Jaksa khusus menuntut hukuman mati bagi mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol terkait upaya pemberontakan melalui deklarasi darurat militer yang gagal.
PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) menyalurkan beasiswa senilai Rp100 juta kepada Jakarta Indonesia Korean School (JIKS).
KEMENTERIAN Kebudayaan menggelar Peringatan Hari Sastra Indonesia dan Peluncuran Buku 90 Tahun Taufiq Ismail di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Rabu (25/6).
Sapardi Djoko Damono, merupakan sastrawan besar Indonesia yang puisi-puisinya telah melintasi generasi dan diterjemahkan ke berbagai bahasa.
PBSI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menghadirkan Pekan Apresiasi Sastra dan Drama (Pestarama).
Kenali sastrawan, tokoh penting pengukir sejarah sastra. Temukan karya monumental dan pengaruhnya dalam membentuk peradaban.
Jelajahi dunia sastra Indonesia! Temukan kisah inspiratif para sastrawan, pahlawan kata yang abadi dalam setiap karya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved