Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PADATNYA aktivitas dan teriknya matahari selalu menjadi pemicu utama kenapa kita berkeringat. Kegiatan yang memerlukan banyaknya gerakan tubuh dapat menjadi pemicu kita mengeluarkan banyak keringat. Salah satunya seperti olahraga padel yang sedang marak dimainkan oleh masyarakat Indonesia, olahraga yang membutuhkan banyak gestur tubuh ini tentu menimbulkan banyaknya keringat yang keluar. Keringat yang berlebih atau hiperhidrosis seringkali menjadi sumber gangguan utama dalam berkegiatan.
Tidak hanya itu, apabila keringat berlebih tersebut bertemu dengan bakteri di ketiak, maka muncullah bau ketiak. Banyak orang mengira bahwa parfum adalah solusi untuk mengatasi bau ketiak, padahal tidak.
Deodoran dan antiperspiran diyakini sebagai solusi untuk mengurangi bau dan meminimalisir keringat di ketiak kamu. Namun, menggunakan banyak produk sekaligus dianggap cukup merepotkan. Oleh sebab itu, Barridore hadir dengan produk 3 in 1 yaitu mengurangi bau, mengontrol produksi keringat berlebih dan membantu mencerahkan, dengan tekstur yang ringan, cepat menyerap dan tidak lengket sama sekali.
Produk Barridore diformulasikan secara lengkap dengan kandungan Salicylic Acid (BHA), Malic Acid (AHA), Menthyl Lactate (Menthol), dan Aluminium Chlorohydrate (Antiperspiran) khusus untuk area sensitif seperti ketiak. Barridore hadir sebagai solusi praktis di tengah gaya hidup yang makin aktif.
“Masalah ketiak tuh sering dianggap sepele, padahal bisa buat jadi tidak pede. Aku bikin Barridore karena ingin bantu orang merasa lebih nyaman sama tubuh mereka sendiri. Ditambah, sekarang gaya hidup makin aktif, harus ada produk yang bisa imbangi itu tanpa bikin ribet,” tutur Michelle, Founder Barridore.
Produk ini dapat digunakan untuk keseharian karena bobotnya yang ringan. Kualitas produk pun selalu dijaga dengan baik, karena ada tim riset dan quality control yang khusus untuk menjaga konsistensi dan persistensi produk. Deodoran Barridore yang sudah aktif diperjualbelikan sejak tahun 2024 ini telah mendapat banyak respon positif dari kalangan masyarakat, mayoritas merasa terbantu karena bisa terbebas dari trauma penggunaan deodoran, ketiak pun terasa nyaman, tidak lembab dan lebih cerah.
“Kami hanya ingin Barridore dapat terus menjadi solusi untuk masalah ketiak semua orang, khususnya yang ingin aktif tapi tetap fresh. Bagi yang hobi olahraga padel pun sudah tidak perlu khawatir ketiaknya bau lagi deh,” tambah Michelle. (H-2)
Penelitian menunjukkan bahwa kandungan aluminium pada deodoran atau perspiran itu tidak bisa menembus kulit.
Waktu pemakaian deodoran yang disarankan dokter adalah sebelum tidur malam.
Apakah Anda pernah merasa sudah pakai deodoran tapi masih bau badan (bb)? Kalau iya, mungkin Anda salah dalam mengaplikasikan pemakaian deodoran.
Meskipun keringat itu sendiri tidak berbau, bakteri yang mengurai keringat dapat menghasilkan senyawa yang menyebabkan bau tidak sedap.
Beberapa bahan alami seperti cuka apel dan teh hijau dapat dijadikan solusi menghilangkan bau tak sedap dari ketiak
PENELITI Universitas Airlangga, Suryani Dyah Astuti dan Sari Luthfiyah, melakukan uji coba terhadap ekstrak kulit buah manggis
Ilmuwan Aarhus University menemukan dua asam amino penentu yang membuat tanaman membuka pintu bagi bakteri pengikat nitrogen.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Susu sapi yang baru diperah sangat mudah terkontaminasi bakteri dari lingkungan, alat pemerahan, kotoran hewan, atau petugas yang memerah.
Selama miliaran tahun pertama, atmosfer di Bumi hampir tanpa oksigen. Padahal, makhluk penghasil oksigen telah hidup di lautan purba.
SPPG Kepri menghentikan sementara operasional dua dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karimun setelah hasil uji laboratorium menunjukkan adanya kontaminasi bakteri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved