Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KERUPUK menjadi salah satu makanan yang disukai cukup banyak orang, teksturnya yang garing dan rasanya yang enak membuat kerupuk menjadi makanan yang cocok yang dikonsumsi dengan menu apapun. Akan tetapi, kerupuk tidak disarankan dikonsumsi saat kamu sedang diet karena kerupuk memiliki tinggi kalori. Lalu, apakah saat diet tidak diperbolehkan mengonsumsi kerupuk?
Dr. Ika Mariani Ratna Devi, Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam mengatakan ada jenis keripik yang bisa dikonsumsi saat diet.
"Nah, yang pertama teman-teman harus pilih jenis kerupuknya. Kerupuk macam-macam. Ada kerupuk udang, ada kerupuk ikan, dan kemudian ada kerupuk sayur-sayuran," katanya melalui Instagram pribadinya @dokterikadevi.
"Yang paling rendah kalorinya tentunya kerupuk sayur-sayuran," lanjutnya.
Kerupuk sayur-sayuran memilki kalori sekitar 50-70 kalori. "Anda bisa pilih jenis kerupuk sayuran," saran dr Ika.
Kemudian yang perlu diperhatikan ialah jenis minyak saat menggoreng kerupuk. "Jadi kalau misalnya menggoreng, jangan sampai minyaknya itu dipakai untuk menggoreng berulang kali. Hindari minyak seperti itu," jelas dr Ika.
Sebelum makan keripik, dr Ika menyarankan kamu untuk makan terlebih dahulu. "Baru konsumsi kerupuk. Jadi kerupuk ini jangan digunakan sebagai makanan utama," pungkas dr Ika. (H-3)
TANTANGAN dalam upaya menurunkan berat badan menjadi ideal saat ini disebut semakin kompleks karena dipengaruhi oleh berbagai faktor di lingkungan.
Berat badan tak kunjung turun meski rutin olahraga? Terlalu banyak kardio, kurang istirahat, hingga pola makan bisa jadi penyebabnya. Simak penjelasannya.
Orang yang berolahraga lebih banyak membakar kalori ekstra, tetapi mereka tidak kehilangan berat badan sebanyak yang diharapkan berdasarkan jumlah kalori yang terbakar.
Diet karnivora tidak direkomendasikan karena bertentangan dengan prinsip dasar gizi seimbang dan tidak direkomendasikan untuk masyarakat umum.
MENINGKATNYA prevalensi obesitas di Indonesia mendorong perlunya pendekatan pengendalian yang semakin adaptif terhadap perilaku dan preferensi masyarakat.
Setiap orang memiliki respons metabolisme yang berbeda yang dapat dipengaruhi oleh hormon, kebiasaan makan, hingga kondisi kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved