Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KETERLAMBATAN motorik pada anak bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan serius seperti hidrosefalus, palsi serebral, dan skizensefali.
Oleh karena itu, orang tua disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika anak mengalami gejala keterlambatan motorik.
Baca juga : Dear Orangtua, Kenali Gejala dan Dampak dari Gangguan Anak Alergi Susu Sapi
Dokter anak konsultan neurologi Amanda Soebadi menekankan pentingnya deteksi dini terhadap gejala ini.
Gejala red flag yang perlu diperhatikan mencakup:
Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), keterlambatan motorik tidak dapat diprediksi secara pasti, namun diperkirakan 7 hingga 9% anak di Jakarta mengalami keterlambatan motorik pada tahun 2024.
Baca juga : Fakta ASI Eksklusif, Satu-Satunya Sumber Nutrisi Selama 6 Bulan Pertama Kehidupan
Meskipun jumlah ini relatif kecil dibandingkan dengan penyakit umum seperti campak, yang tercatat mencapai 3.341 kasus pada tahun 2022, keterlambatan motorik tetap perlu ditangani demi kesuksesan tumbuh kembang anak.
Faktor penyebab keterlambatan motorik bervariasi, termasuk faktor genetik, kecerdasan bawaan, kelainan bawaan, serta pengaruh lingkungan seperti nutrisi yang tidak memadai, pola asuh yang kurang baik, kurangnya stimulasi, serta paparan toksin.
Amanda menjelaskan bahwa keterlambatan motorik dapat dikenali melalui gejala yang signifikan, dan sering kali terkait dengan gangguan saraf atau otak, seperti hidrosefalus, palsi serebral, dan spina bifida.
Baca juga : WHO: Setiap 4 Menit Satu Orang Meninggal Digigit Ular
“Keterlambatan motorik adalah salah satu bentuk keterbelakangan tumbuh kembang yang dapat dideteksi sejak dini. Orang tua tidak perlu panik, karena banyak kasus ini dapat diobati melalui terapi, aktivitas fisik, dan nutrisi yang baik,” ungkapnya.
Untuk mengatasi keterlambatan motorik, orang tua dianjurkan tidak hanya melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis, tetapi juga melibatkan fisioterapi yang sesuai dengan rekomendasi dokter.
Selain itu, permainan sensorik seperti bermain air, pasir, dan jelly dapat menjadi alternatif yang baik. Penting bagi orang tua untuk memberikan nutrisi yang seimbang serta mendukung aktivitas fisik yang memfasilitasi gerak anak.
Dengan pengetahuan dan perhatian yang tepat, orang tua dapat membantu anak mereka mencapai potensi motorik yang optimal. (Z-10)
Kekurangan asupan nutrisi bukan sekadar masalah fisik atau tubuh yang terlihat kurus. Lebih jauh, ketidakseimbangan gizi dapat mengganggu struktur fundamental otak.
Riset terbaru University of Bristol mengungkap makanan tanpa proses (unprocessed) membantu tubuh mengatur porsi makan secara alami dan mencegah obesitas.
Kesalahan nutrisi sering kali terjadi karena ketidaktahuan orangtua yang menganggap pola makan anak saat ini sebagai hal yang wajar.
Kesehatan otak seharusnya dirawat sejak dini melalui kebiasaan sehari-hari yang konsisten.
Asupan energi yang seimbang di pagi hari berperan dalam mendukung proses berpikir, daya ingat, serta kesiapan fokus anak saat belajar.
Nutrisi olahraga menjadi faktor penting yang menentukan energi, performa, dan pemulihan tubuh saat berolahraga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved