Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
KESEHATAN tulang merupakan salah satu hal esensial yang harus dijaga. Jika terjadi cedera, aktivitas pun akan terganggu. Tulang yang kuat akan menjadikan hidup lebih sehat.
Ada beragam cara untuk menjaga kesehatan tulang, mulai dari olahraga, gaya hidup aktif, pun penting menjaga asupan makanan. Nah berikut 5 makanan yang dianjurkan pakar guna menjaga kesehatan tulang;
Ahli gizi di Wexner Medical Center, Ohio State University, Antonette Hardie, mengatakan makanan yang mengandung kalsium paling baik untuk kesehatan tulang.
Baca juga : Mengonsumsi Makanan Tinggi Kalsium Sejak Muda Bisa Cegah Osteoporosis
"(Produk olahan susu) Salah satu makanan dengan kandungan kalsium tertinggi," katanya seperti dikutip dari situs berita Fox News, Sabtu (3/8).
"Kalsium sangat penting untuk kesehatan tulang yang baik," lanjutnya.
Hal ini dikarenakan kalsium merupakan salah satu bahan penyusun tulang dan gigi. Selain kalsium, Dr. Eric Berg, pakar dalam Healthy Keto dan intermittent fasting, mengatakan, susu juga mengandung Vitamin K2, yang berfungsi mengatur agar kalsium tidak menetap di pembuluh darah.
Baca juga : 5 Manfaat Stroberi untuk Program Hamil
Buah stroberi mengandung vitamin C yang dapat membantu tubuh menyerap kalsium. Berg mengatakan nutrisi tersebut penting untuk produksi kolagen, komponen utama jaringan tulang. Vitamin C juga mencegah tulang dari kerusakan.
"Stroberi dan buah-buahan lain yang mengandung kadar vitamin C yang tinggi dapat membantu menjaga tulang tetap kuat," ucap Berg.
Hardie menyatakan kacang-kacangan merupakan sumber kalsium yang tidak berasal dari hewan. Bersama kalsium, kacang-kacangan mengandung magnesium, mineral yang terlibat dalam lebih dari 300 reaksi biokimia dalam tubuh, termasuk yang mengatur kalsium dalam tulang.
Baca juga : Daftar Makanan Tinggi Kalsium untuk Ibu Hamil
"Magnesium diperlukan untuk mengaktifkan vitamin D dan K2, yang berperan penting dalam pengerasan tulang," ucap Hardie.
Tahu adalah makanan lain yang mengandung banyak kalsium. Khususnya bagi orang-orang yang alergi susu atau menghindari makan produk hewani, tahu dapat menjadi sumber kalsium yang sangat baik.
"Wanita berusia 19 hingga 50 tahun dan pria berusia 19 hingga 70 tahun harus mengonsumsi 1.000 mg kalsium per hari," tutur Hardie.
Brokoli merupakan sumber nutrisi yang dapat membantu menjaga kesehatan tulang. Sayuran ini mengandung kalsium, vitamin C, dan vitamin K – semuanya diperlukan untuk membantu tulang tumbuh dan memperbaiki diri.
"Dengan berfokus pada nutrisi ini, Anda dapat mendukung kesehatan tulang secara efektif," ungkap Berg.(M-3)
Peneliti HKUMed temukan protein Piezo1 yang bertindak sebagai sensor olahraga pada tulang. Inovasi obat baru untuk cegah osteoporosis tanpa gerak fisik.
Vitamin D memberikan manfaat besar bagi tubuh, mulai dari memperkuat tulang hingga meningkatkan imun dan suasana hati. Pelajari manfaat lengkap vitamin D di sini.
PERINGATAN Hari Osteoporosis Nasional dan Dunia 2025 menjadi momentum untuk terus melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan tulang.
AJAKLAH lebih banyak orang untuk peduli pada kesehatan tulang, sendi, dan tubuh secara menyeluruh. Bukan hanya ketika masalah datang baru peduli, tetapi dimulai sedini mungkin.
Rajin minum susu sejak kecil penting untuk kesehatan tulang. Susu sapi kaya akan kalsium dan vitamin D, dua nutrisi utama untuk menjaga kepadatan tulang.
Vitamin D adalah nutrisi penting yang berperan sebagai prohormon larut lemak. Tubuh dapat memproduksinya melalui paparan sinar matahari, tetapi asupan dari makanan juga diperlukan.
Kandungan natrium (garam) dalam satu bungkus mi instan, khususnya varian kuah, sangatlah tinggi yakni mencapai lebih dari 1.000 miligram.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Orangtua juga diminta mewaspadai Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pewarna atau penyedap rasa yang sering ditambahkan ke dalam makanan.
Pemeriksaan ini dilakukan karena ada laporan pada Sabtu (24/1) yang menduga makanan tersebut terbuat dari bahan Polyurethane Foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spon cuci.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Makanan yang sejak awal sudah diolah dengan suhu tinggi, seperti digoreng atau dibakar, sangat rentan mengalami degradasi nutrisi jika kembali terkena panas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved