Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DERMAL filler telah menjadi sorotan dalam dunia kecantikan sebagai solusi untuk menjaga keindahan dan kesegaran kulit. Namun, seberapa tepatkah penggunaannya? Apakah ada batasan usia yang perlu diperhatikan? Mari kita eksplorasi lebih lanjut.
Dermal filler, atau sering disebut juga suntik filler, adalah jenis prosedur kosmetik non-bedah yang digunakan untuk memperbaiki kondisi kulit tertentu yang memerlukan perhatian. Prosedur ini bertujuan untuk mengurangi kerutan, garis halus, dan mengembalikan volume pada wajah.
Proses perawatan ini biasanya berlangsung singkat, kurang dari setengah jam, dengan masa pemulihan yang cepat. Salah satu keunggulan utamanya adalah hasilnya dapat terlihat langsung dan bertahan dalam rentang waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun tergantung pada jenis filler yang digunakan dan area yang diisi.
Baca juga : Mengenal Jenis Suntik Filler Wajah
Pada dasarnya, dermal filler cocok bagi siapa saja yang ingin menyamarkan kerutan, lipatan, atau kehilangan volume pada wajah tanpa harus melalui prosedur operasi. Namun, ada beberapa kriteria yang perlu dipertimbangkan sebelum seseorang memutuskan untuk menjalani prosedur ini.
"Sebenarnya memang filler itu tidak ada batasan usia secara umum. Karena filler ini kan kata dasarnya fill artinya isi," ujar dr Kardiana Dewi SpDVE, FINSDV, dalam Media Gathering ‘Embracing Diverse Beauty with the Versatility of HA Fillers’ di Jakarta Selatan, Senin (10/6).
Filler, kata Kardiana, tidak hanya berfungsi untuk mengisi kerutan dan kehilangan volume, tetapi juga membantu meningkatkan produksi kolagen, zat penting dalam menjaga kekenyalan kulit.
Baca juga : Kiat Tampil Glowing Sekaligus Peduli Lingkungan
Dengan bertambahnya usia, produksi kolagen dalam tubuh mulai menurun, yang menyebabkan kulit menjadi kendur dan kehilangan volume. Filler membantu mengatasi hal ini dengan menambahkan kolagen di dalam tubuh, terutama di area wajah. Hal ini membuat wajah kembali kencang dan memberikan tampilan yang lebih muda.
"Tidak ada batasan usia untuk melakukan filler. Karena selain untuk mengisi kekurangan, filler juga membantu meningkatkan tekstur kulit, terutama bagi yang memiliki kulit kering," tambahnya.
Dia menjelaskan bahwa filler dapat dilakukan hingga usia berapa pun, dengan mempertimbangkan kondisi medis dan kebutuhan individu.
Baca juga : Dengan Teknologi AI, Terapi Pengencangan Wajah Semakin Efektif
Suntikan filler pada usia dua puluhan cocok untuk mereka yang menginginkan bibir yang lebih penuh atau struktur wajah yang lebih berdimensi.
Pada usia ini, filler berguna untuk menghaluskan garis senyum dan lipatan wajah, memperlambat tanda-tanda penuaan.
Perempuan dan pria di atas usia lima puluhan yang ingin mengembalikan volume dan mengurangi kerutan dapat mengandalkan filler secara teratur.
Baca juga : Teknologi Filler Generasi Baru Bantu Atasi Penuaan Kulit
Hasil dari suntikan dermal filler dapat bervariasi, dan diperlukan keahlian profesional di belakang jarum suntik. Menyuntikkan filler memang sebuah seni.
Prosedur filler membutuhkan waktu singkat, kurang dari 30 menit, dan pemulihannya relatif cepat. Hasilnya langsung terlihat dan dapat bertahan selama beberapa bulan hingga tahunan, tergantung pada jenis pengisi dan lokasinya.
Kondisi yang Tidak Disarankan
Menurut FDA, dermal filler mungkin tidak sesuai untuk orang dengan kondisi tertentu seperti gangguan pendarahan atau alergi tertentu. Selain itu, perokok bukanlah kandidat yang tepat karena merokok dapat meningkatkan risiko infeksi dan merusak hasil filler.
Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk melakukan dermal filler. (Z-3)
Brightlogy diperkenalkan sebagai face cream dengan kandungan 1% hexylresorcinol yang diklaim setara dengan 4% hydroquinone, bahan pencerah yang penggunaannya diatur secara ketat.
Gangguan pada skin barrier dapat meningkatkan transepidermal water loss (TEWL) serta memicu respons neuro-inflamasi, yang membuat kulit semakin reaktif terhadap berbagai stimulus.
Pasien saat ini semakin selektif dan menginginkan hasil yang terlihat alami, bukan berlebihan, sekaligus tetap aman untuk penggunaan berulang.
Dengan pendekatan berbasis customer-centric dan solution-first, Miracle mengidentifikasi tiga isu pokok hiperpigmentasi berdasarkan skin issues atau cases.
Seluruh produk inovasi ERHA Skincare mengedepankan clinically created, dermatologist trusted
Air beras untuk wajah, cuci muka pakai air beras, manfaat air beras, skincare alami, kulit glowing, rice water skincare, perawatan wajah tradisional
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved