Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Ilmu Bedah FKU RSCM Dr dr Diani Kartini SpBKOnk mengatakan masyarakat harus mewaspadai gejala sariawan yang tidak kunjung sembuh karena bisa memicu terjadinya kanker lidah.
Sariawan yang dalam waktu dua minggu lebih tidak sembuh perlu diperiksakan segera ke dokter karena dapat menjadi salah satu faktor dari kanker lidah.
Diani mengatakan banyak pasien yang datang terlambat untuk memeriksakan kesehatan rongga mulut mereka dan ketika diperiksa, sudah didiagnosis memiliki kanker lidah.
Baca juga : Anda Mengalami Sariawan yang tidak Kunjung Sembuh? Waspada Kanker Rongga Mulut
"Gejala awal pada kanker lidah sering kali kalau pasien datang itu dengan sariawan yang tidak sembuh-sembuh atau adanya benjolan, tetapi paling sering gejalanya adalah karena sariawan yang tidak sembuh-sembuh. Namun, ternyata setelah kita lakukan pemeriksaan, hasilnya adalah kanker lidah," ucap Diani dalam live akun Instagram @rscm.kencana, beberapa waktu lalu.
Kanker lidah tidak banyak diketahui masyarakat sehingga pasien sering terlambat berobat ke dokter. Padahal, kanker lidah termasuk jenis kanker dengan urutan ke-15 yang dapat menyebabkan kematian dan belum diketahui penyebab pasti. Berdasarkan insiden, kanker lidah menempati urutan ke-17 di Indonesia.
"Kanker lidah ini dapat menimbulkan kematian. Kalau kita lihat, kanker lidah itu, kan, berada di area mulut. Semakin besar tumor/kanker lidahnya maka asupan akan tidak bisa masuk, sulit mengunyah, akan sulit makan. Kemudian yang paling penting lagi daerah itu adalah area pernapasan. Kanker lidah bisa menutupi jalur pernapasan yang tertutup sehingga membuat penderita tidak bisa bernapas," tambah Diani.
Baca juga : Musnahkan Sel Kanker dengan Radioterapi
Deteksi kanker lidah dapat dilakukan melalui sel-sel prakanker atau yang biasa disebut dengan lesi prakanker berupa bercak merah dan bercak putih yang tidak bisa hilang. Tanda lain juga bisa dikenali melalui benjolan yang berada di bawah rongga mulut.
Ketika mengalami hal itu, pasien disarankan agar segera memeriksakan kondisi kesehatannya apakah karena kanker lidah atau bisa jadi karena penyakit lain seperti kelenjar getah bening.
"Jadi, memang ada yang namanya lesi pra kanker, berupa benjolan atau bercak-bercak di rongga mulut yang berpotensi menyebabkan kanker. Bercak kemerahan yang ada di lidah atau yang dinamakan eritoplakia kemudian bercak putih bernama leukoplakia ini mempunyai risiko untuk terjadinya kanker lidah. Ada juga benjolan di leher terutama di bawah rahang ini. Kalau di lidah ada masalah, itu paling sering terjadinya tanda-tanda dari kanker lidah ini," ucap Diani.
Penyebab kanker lidah masih belum bisa diketahui. Faktor risiko terjadinya kanker antara lain merokok, minum alkohol, mengunyah sirih, gigi tidak bagus, dan infeksi jamur. (H-2)
KECANTIKAN sejati bagi seorang wanita sering kali didefinisikan melalui pantulan cermin. Namun, esensi sebenarnya terletak pada pancaran empati dan kekuatan dari dalam hati.
Angka kematian akibat kanker di Indonesia tercatat masih 234.000 kasus tiap tahun, dengan kasus tertinggi kanker payudara yang menurut Globocan 2020 tercatat 66.000 kasus.
PENYANYI Alika Islamadina menerapkan pola hidup yang lebih sehat setelah menjadi caregiver (perawat) bagi ibunya yang mengalami kanker.
Pasien sering datang dengan kondisi umum yang sudah menurun sehingga mempersulit proses tindakan dan pemulihan.
KEMAMPUAN story telling atau bercerita sangat dibutuhkan untuk memberi pemahaman yang benar bagi masyarakat terkait langkah pengobatan yang tepat dalam mengatasi kanker.
Kemajuan teknologi medis saat ini menawarkan tingkat kesembuhan yang tinggi, asalkan masyarakat memiliki keberanian untuk melakukan deteksi dini kanker.
Kawasan perkantoran Jakarta yang ramai dibicarakan karena kaum urban dan karyawan di sana yang disebut penuh gaya dan wangi itu, di kawasan Fairgrounds 5 muncul autentik.
AAP mengungkapkan sekitar 8% bayi lahir dengan masalah tongue tie yang menyulitkan proses menyusui dan berdampak pada tumbuh kembang bayi.
Manusia memiliki lima pancaindra dasar yaitu sentuhan (kulit), penglihatan (mata), pendengaran (telinga), penciuman (hidung), dan rasa (lidah).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved