Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
KANKER adalah penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal di dalam tubuh. Penyakit ini berbahaya dan bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Banyak orang yang khawatir dengan kanker karena pengobatannya cukup sulit dan bisa mempengaruhi kualitas hidup. Salah satu hal yang bisa meningkatkan risiko terkena kanker dapat berupa makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
Dilansir dari laman Ciputra Hospital, beberapa makanan yang meningkatkan peluang terkena kanker di antaranya daging olahan karena telah melalui proses pengawetan dengan penambahan garam, nitrat, gula, atau zat lainnya yang cukup tinggi. Karena proses tersebut, daging olahan dapat menghasilkan karsinogen yang disebut senyawa N-nitroso. Senyawa ini berkaitan dengan risiko kanker yang sebaiknya tidak Anda konsumsi secara berlebihan. Daging olahan tersedia dalam bentuk kornet, dendeng, ham, sosis, dan salami.
Selain itu, daging merah juga berpotensi menyebabkan kanker. Meskipun merupakan sumber protein yang baik, Anda tidak boleh mengonsumsinya terlalu banyak, terutama jenis daging merah. Makanan ini tergolong 2A, artinya memiliki sifat karsinogenik atau zat pemicu kanker. Contoh daging merah dapat ditemukan pada daging domba, kambing, sapi, dan babi.
Penelitian membuktikan bahwa daging merah telah berkaitan dengan kanker kolorektal, kanker pankreas, dan prostat apabila mengkonsumsinya dalam jumlah besar.
Oleh sebab itu, para ahli hanya merekomendasikan asupan daging merah hingga 3 porsi per minggu dengan berat total daging masak 12-18 ons.
Gorengan juga dikatakan meningkatkan risiko kanker. Selama proses penggorengan, makanan dan minyak telah mengalami perubahan kimia. Hal ini dapat membentuk zat yang berpotensi menyebabkan kanker.
Terdapat studi yang melaporkan bahwa konsumsi gorengan berlebihan memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker lambung. Bahkan, jenis makanan ini bisa menyebabkan diabetes tipe 2 dan obesitas.
Sebagai pilihan alternatif, Anda bisa mengolah makanan dengan cara mengukus atau memanggangnya. Cobalah untuk menggunakan alat air fryer atau hanya sedikit minyak zaitun guna mengurangi risiko terkena kanker.
Memasak makanan terlalu lama juga bisa menyebabkan penyakit kanker. Jenis makanan ini dapat menghasilkan karsinogen dan meningkatkan risiko kanker dengan mengubah sel-sel DNA dalam tubuh.
Dalam sebuah penelitian, daging yang dimasak suhu tinggi mampu memproduksi PAH dan amina heterosiklik yang bersifat karsinogen. Ini juga termasuk metode memasak, seperti menggoreng dalam wajah dan memanggang dengan bara api.
Makanan kemasan sering kali mengandung tinggi garam, gula, dan lemak. Jenis makanan ini cenderung rendah serat, vitamin, dan mineral sehingga tidak terlalu bergizi.
Bahkan, produsen makanan kemasan juga menambah zat kimia berupa perasa, pewarna, pengemulsi, dan bahan lainnya agar lebih enak dan tahan lama. Zat pengawet ini bisa menyebabkan obesitas yang memicu kanker.
Makanan tidak sehat ini tersedia dalam bentuk sereal manis, kue kering, keripik kentang, krim keju, dan margarin. Anda bisa menghindari konsumsi makanan kemasan dengan menyiapkan camilan sehat di rumah. Camilan ini meliputi buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh.
Selain menghindari beberapa makanan tersebut, cara menjaga tubuh agar tidak terkena kanker bisa dengan rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, dan melakukan pemeriksaan secara rutin. Ciri-ciri ada kanker di tubuh biasanya ditandai dengan benjolan yang tidak biasa, berat badan menurun drastis, perubahan pada urin dan buang air besar. (H-2)
Berbuka dengan gorengan menyebabkan asupan lemak menjadi berlebih. Dampaknya tidak main-main karena organ tubuh dipaksa bekerja ekstra keras secara tiba-tiba.
Momen berburu takjil ini pun kembali menjadi perekat sosial, baik dilakukan bersama keluarga, sahabat, maupun saat sedang menikmati waktu sendiri di tengah hiruk-pikuk ibu kota.
Pembakaran plastik yang tidak sempurna melepaskan senyawa beracun yang sangat stabil, yakni dioksin dan furan.
Ten meningkatnya penderita jantung koroner berkaitan erat dengan faktor risiko yang makin umum ditemukan, di antaranya kurang gerak, obesitas, dan kebiasaan mengonsumsi gorengan.
Gorengan termasuk jajanan populer di Indonesia karena harganya murah, rasanya gurih, dan mudah ditemukan di pedagang kaki lima.
Istilah ini sangat populer di Indonesia, biasanya merujuk pada jajanan atau camilan yang dijual di pinggir jalan maupun di warung.
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Efektivitas terapi kanker harus berjalan selaras dengan kondisi fisik dan psikologis pasien.
Hingga saat ini, para peneliti masih mendalami penyebab pasti munculnya kanker paru pada nonperokok.
Peneliti University of Waterloo merekayasa bakteri Clostridium sporogenes untuk mengonsumsi tumor. Gunakan sistem "sirkuit DNA" agar aman bagi tubuh.
Di Indonesia usia kanker paru 10 tahun lebih muda dibandingkan di luar negeri. Angkanya juga meningkat terutama pada perempuan yang tidak merokok dan usia muda
Kondisi tubuh yang kuat sangat diperlukan agar anak mampu menghadapi berbagai efek samping akibat kemoterapi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved