Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
GORENGAN adalah jenis makanan yang dimasak dengan cara digoreng dalam minyak panas, biasanya menggunakan minyak goreng dalam jumlah banyak (deep fried).
Di Indonesia, gorengan sangat populer sebagai camilan, lauk, atau makanan jalanan (street food).
Gorengan mengandung minyak jenuh dan trans-fat tinggi yang dapat meningkatkan produksi sebum (minyak alami kulit) dan menyumbat pori-pori, memicu jerawat dan komedo.
Minyak berlebih dan radikal bebas dari gorengan dapat menghambat regenerasi sel kulit, sehingga wajah tampak kusam dan tidak bercahaya.
Gorengan menyebabkan inflamasi dalam tubuh, yang bisa memicu masalah kulit seperti jerawat meradang, ruam, atau iritasi.
Kandungan lemak jenuh dan zat oksidatif pada gorengan mempercepat kerusakan kolagen, menyebabkan kulit cepat kendur, muncul garis halus, dan keriput lebih cepat.
Konsumsi gorengan memicu tubuh memproduksi lebih banyak minyak di wajah, membuat wajah terlihat mengilap dan rentan bermasalah.
Minyak berlebih dan penyumbatan pori bisa membuat pori-pori tampak lebih besar dan kasar.
Meski wajah berminyak, gorengan juga bisa mengganggu kelembapan alami kulit, membuat kulit kering dan tidak elastis.
Radikal bebas dari minyak goreng yang sudah dipakai berulang kali (minyak jelantah) bisa merusak sel kulit dan menyebabkan hiperpigmentasi atau flek hitam.
Konsumsi berlebihan makanan berlemak seperti gorengan dapat memperburuk mata panda karena gangguan sirkulasi darah.
Kandungan kimia dari minyak yang dipanaskan berulang dapat meningkatkan reaksi alergi kulit atau iritasi ringan.
Gorengan dapat memperburuk kondisi milia (bintik putih kecil) akibat sumbatan minyak pada permukaan kulit.
Terlalu banyak lemak jenuh memperlambat fungsi hati dan sistem limfatik, membuat proses pengeluaran racun dari kulit tidak optimal.
Jika sering makan gorengan, tubuh kesulitan menyerap vitamin penting untuk kulit seperti vitamin A, E, dan C yang penting untuk peremajaan kulit.
Meski enak dan gurih, gorengan sebaiknya dikonsumsi secara terbatas, karena bisa berdampak buruk bagi kesehatan, termasuk bagi kulit wajah, jantung, dan pencernaan jika terlalu sering dikonsumsi. (Z-4)
Ten meningkatnya penderita jantung koroner berkaitan erat dengan faktor risiko yang makin umum ditemukan, di antaranya kurang gerak, obesitas, dan kebiasaan mengonsumsi gorengan.
Gorengan termasuk jajanan populer di Indonesia karena harganya murah, rasanya gurih, dan mudah ditemukan di pedagang kaki lima.
Istilah ini sangat populer di Indonesia, biasanya merujuk pada jajanan atau camilan yang dijual di pinggir jalan maupun di warung.
Konsumsi gorengan berlebihan memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker lambung. Bahkan, jenis makanan ini bisa menyebabkan diabetes tipe 2 dan obesitas.
Makanan gorengan memang enak dan menggugah selera, tapi konsumsi berlebihan sangat berisiko bagi kesehatan jangka panjang.
Menjaga suhu minyak tetap pada kisaran ideal 175-190°C dapat membantu mencegah gorengan menyerap terlalu banyak minyak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved