Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MAKANAN yang digoreng adalah makanan yang dimasak dengan cara merendam atau menggorengnya dalam minyak panas, baik sebagian maupun seluruhnya.
Teknik ini memberikan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam, serta aroma yang menggugah selera.
Makanan yang digoreng menyerap banyak lemak jenuh dan lemak trans, yang dapat menaikkan kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik.
Kandungan lemak trans dan minyak jenuh pada makanan gorengan dapat menyebabkan penyumbatan arteri, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Gorengan tinggi kalori dan lemak, sehingga sering mengonsumsinya dapat menyebabkan kelebihan kalori dan penumpukan lemak tubuh.
Menggoreng dengan suhu tinggi, apalagi dengan minyak yang digunakan berulang, dapat membentuk akrilamida senyawa kimia yang berpotensi menyebabkan kanker.
Konsumsi gorengan berlebihan dikaitkan dengan resistensi insulin dan peradangan, yang bisa memicu diabetes tipe 2.
Gorengan sulit dicerna oleh tubuh, dan bisa menyebabkan kembung, mual, sakit perut, atau diare, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.
Lemak trans dalam gorengan dapat mempengaruhi fungsi kognitif dan meningkatkan risiko gangguan otak seperti Alzheimer.
Kelebihan lemak jenuh dan trans dapat memperlambat proses regenerasi sel dan pemulihan jaringan.
Konsumsi gorengan bisa memicu peradangan kronis dalam tubuh, yang berkaitan dengan berbagai penyakit degeneratif.
Makanan berminyak bisa menyebabkan bakteri di mulut berkembang, menyebabkan plak gigi, bau mulut, hingga radang gusi.
Kandungan lemak tidak sehat bisa memengaruhi keseimbangan hormon reproduksi dan metabolisme, terutama pada wanita.
Makan gorengan sebelum tidur dapat menyebabkan rasa tidak nyaman di perut dan mengganggu kualitas tidur malam hari.
Gorengan sering dikonsumsi bersama garam dan bumbu penyedap, yang bisa meningkatkan tekanan darah jika dikonsumsi berlebihan.
Makanan gorengan memang enak dan menggugah selera, tapi konsumsi berlebihan sangat berisiko bagi kesehatan jangka panjang. Bijaklah dalam memilih dan mengatur pola makan sehari-hari. (Z-4)
Ten meningkatnya penderita jantung koroner berkaitan erat dengan faktor risiko yang makin umum ditemukan, di antaranya kurang gerak, obesitas, dan kebiasaan mengonsumsi gorengan.
Gorengan termasuk jajanan populer di Indonesia karena harganya murah, rasanya gurih, dan mudah ditemukan di pedagang kaki lima.
Istilah ini sangat populer di Indonesia, biasanya merujuk pada jajanan atau camilan yang dijual di pinggir jalan maupun di warung.
Konsumsi gorengan berlebihan memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker lambung. Bahkan, jenis makanan ini bisa menyebabkan diabetes tipe 2 dan obesitas.
Menjaga suhu minyak tetap pada kisaran ideal 175-190°C dapat membantu mencegah gorengan menyerap terlalu banyak minyak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved