Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKEBALAN tubuh merupakan pertahanan utama tubuh manusia terhadap berbagai penyakit dan infeksi. Untuk meningkatkan kekebalan tubuh, selain pola makan sehat dan gaya hidup yang seimbang, penggunaan suplemen juga dapat menjadi pilihan.
Nah artikel kali ini kita akan membahas tentang 8 suplemen tersebut. Namun, sebelum membahasnya lebih lanjut perlu untuk diketahui bersama, kekebalan tubuh manusia yang dibutuhkan tidak bisa diukur secara langsung dalam satuan porsi seperti halnya makanan. Kekebalan tubuh merupakan sistem kompleks yang melibatkan berbagai faktor, termasuk genetik, pola makan, gaya hidup, lingkungan, dan faktor-faktor lainnya.
Dengan begitu berikut ini dalah 8 suplemen yang dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh:
Baca juga : 10 Cara Merawat Kulit Wajah agar Terhindar dari Jerawat
Vitamin ini merupakan pertahanan utama tubuh terhadap infeksi, khususnya infeksi saluran pernapasan. Selain itu, vitamin A memiliki sifat antiinflamasi yang membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.
Piridoksin, atau vitamin B6, mendukung produksi sel darah putih dan sel T, yang merupakan komponen penting dalam respons imun tubuh. Vitamin ini juga membantu dalam pengangkutan oksigen ke seluruh tubuh.
Dikenal sebagai penangkal penyakit, vitamin C membantu mempersingkat durasi masuk angin dan melawan kerusakan oksidatif akibat radikal bebas.
Baca juga : Konsumsi 6 Air Rebusan Ini Ampuh Turunkan Gula Darah
Selain mendapatkannya dari sinar matahari, vitamin D juga dapat melindungi tubuh dari serangan pilek dan flu, serta mendukung penyerapan kalsium dan fosfor yang penting untuk kesehatan tulang dan gigi.
Antioksidan ini menjaga keseimbangan sistem kekebalan tubuh, terutama bagi individu yang aktif di luar ruangan, serta meningkatkan respons tubuh terhadap flu.
Kadar zinc yang cukup menjaga sistem kekebalan tubuh dari risiko peradangan, yang dapat memicu berbagai masalah kesehatan.
Baca juga : Kendalikan Diabetes dengan Gaya Hidup dan Pola Makan Sehat
Suplemen probiotik melindungi sistem pencernaan, terutama usus, dari serangan penyakit. Beberapa suplemen probiotik juga mengandung prebiotik, yang merupakan makanan bagi bakteri sehat di usus.
Kolostrum, zat yang diproduksi oleh ibu sebelum menghasilkan ASI, dapat ditemukan dalam bentuk suplemen yang berasal dari sapi perah. Kandungan imunoglobulin tinggi dalam kolostrum membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh untuk melawan bakteri dan virus, serta mengurangi keparahan infeksinya.
Nah, selain dari suplemen yang disebutkan iatas, untuk menjaga kekebalan tubuh tetap optimal, penting untuk memperhatikan beberapa hal seperti:
Konsultasikan dengan ahli gizi atau dokter untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan dan keadaan tubuh Anda. (Z-10)
Asupan nutrisi pada waktu sahur dan berbuka harus benar-benar diperhatikan agar kebutuhan vitamin, mineral, dan air tetap terpenuhi.
Kemunculan ambeien sangat erat kaitannya dengan kebiasaan sehari-hari yang kurang baik.
Sederet Makanan yang Meningkatkan Risiko Kanker Paru diantaranya ultra processed food
Temuan tersebut diperoleh dengan menelaah data konsumsi makanan dari 112 negara yang mencakup 99% emisi gas rumah kaca terkait pangan secara global.
Kacang juga kaya nutrisi penting lain seperti magnesium, vitamin E, dan antioksidan, yang tak hanya membantu kenyang tetapi juga mendukung kesehatan jantung
Diet Barat dan diet tradisional sering dibandingkan. Artikel ini membahas perbedaan, manfaat, dan dampaknya bagi kesehatan tubuh secara lengkap.
Kemunculan ambeien sangat erat kaitannya dengan kebiasaan sehari-hari yang kurang baik.
Fisioterapi tidak hanya berfungsi sebagai terapi kuratif pascacedera, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk menjaga kapasitas fungsional tubuh dalam aktivitas sehari-hari.
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
Selain melakukan edukasi langsung di sekolah, sebelumnya para relawan juga telah melakukan kampanye melalui media sosial untuk melakukan mindful consumption.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan stroke masih menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Prevalensi stroke berada di kisaran 8,3 per 1.000 penduduk
Studi Harvard mengungkap konsumsi makanan ultra-proses dapat meningkatkan risiko kanker usus pada wanita hingga 45%, terutama usia di bawah 50 tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved