Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SIKLUS haid atau menstruasi yang tidak teratur setiap bulannya tentu menjadi masalah tersendiri bagi banyak perempuan.
Ketidakteraturan itu ternyata dipengaruhi oleh banyak faktor.
Selain pola hidup dan makan yang kurang sehat, juga banyaknya pikiran membuat siklus menstruasi tak teratur.
Baca juga : Jangan Disepelekan! Ini Penyebab Menstruasi Terjadi 2 Kali dalam Sebulan
Namun, banyak juga perempuan yang siklus menstruasinya teratur.
Untuk menghitung siklus menstruasi tentunya kalian memerlukan kalender tersendiri.
Bahkan, di zaman yang sudah canggih ini menghitung siklus haid bisa kalian lakukan melalui gadget dengan aplikasi khusus.
Baca juga : Sering Mengonsumsi Makanan Olahan Bisa Mempercepat Menstruasi
Cara menghitung siklus menstruasi ini cukup mudah.
Jika tidak pakai aplikasi di handphone, kalian bisa menggunakan kalender.
Pertama, kalian bisa catat hari pertama dan tanggal menstruasi setiap bulannya.
Baca juga : Catat! Ini 7 Penyebab Menstruasi Tidak Teratur
Kedua, hitung total jarak berapa hari dari tanggal pertama menstruasi hingga ke bulan selanjutnya.
Ketiga adalah jumlah hari yang dihitung tersebut merupakan periode siklus menstruasi kalian.
Sebagai contoh, jika total hari dari menstruasi pertama hingga ke bulan kedua adalah 27 hari.
Baca juga : Catat! Ini 5 Cara Mengatasi Nyeri saat Menstruasi
Maka kalian akan menstruasi setiap 27 hari kemudian dari sebelumnya.
Hitunglah siklus menstruasi ini selama enam bulan berturut-turut agar perhitungan jadwalnya tepat.
Jika siklus menstruasi sudah dihitung, maka masa subur pun akan diketahui.
Caranya, jika siklus menstruasi kalian pendek, maka pada hari ke-10 setelah haid itu adalah masa subur.
Namun, bila siklus menstruasi kalian lama atau panjang maka pada hari ke-21 setelah haid itu adalah masa subur.
Biasanya, perempuan memiliki siklus menstruasi pendek di bawah 25 hari.
Sedangkan untuk siklus menstruasi terlama atau panjang selama 32 hari.
Tetapi jika siklus menstruasi kalian tidak teratur maka bisa menghitung masa suburnya dengan cara manual.
Kalian bisa mengukur suhu tubuh setiap pagi hari setelah bangun tidur.
Atau saca lainnya bisa menggunakan metode lendir serviks pada vagina.
Dari cara yang dijelaskan di atas bisa kalian lakukan sendiri dengan kalender atau aplikasi di handphone. (Z-12)
Dokter dan peneliti kesehatan reproduksi menyebut, perasaan haid berhenti setelah keramas lebih berkaitan dengan persepsi tubuh, bukan perubahan biologis.
Penggunaan alat portabel yang menggabungkan dua efek ini semakin diminati, terutama oleh perempuan yang menginginkan solusi cepat dan non-obat.
Menstruasi pertama atau menarche merupakan tonggak penting dalam perkembangan seorang anak perempuan, menandakan bahwa ia telah memasuki masa pubertas.
Salah satu manfaat utama nanas adalah membantu mengurangi rasa nyeri saat menstruasi.
Program Ina Kasih hadir sebagai bentuk nyata komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam menjawab persoalan kemiskinan menstruasi (menstrual poverty).
Riset Oxford ungkap remaja dengan nyeri haid sedang hingga berat berisiko lebih tinggi alami nyeri kronis seperti sakit punggung dan sakit kepala di usia dewasa.
Fokus entitas adalah pada pemberdayaan, baik melalui peningkatan kemampuan komunikasi strategis maupun melalui dukungan emosional dan edukasi bagi perempuan.
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit ke Indonesia.
Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran perempuan sebagai bagian dari langkah strategis pelestarian budaya nasional.
Perempuan pascamenopause menghadapi berbagai tantangan kesehatan, mulai dari penurunan kepadatan tulang hingga melemahnya sistem imun.
Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi, meraih penghargaan Tokoh Perempuan Penggerak Ekonomi dan UMKM.
Kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved