Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK orangtua saat ini merasa kesepian. Mereka menganggap mengasuh anak merupakan tantangan terhadap kemampuan mereka untuk berhubungan dengan orang dewasa lainnya. Temuan itu dikemukakan survei yang diterbitkan pada Rabu (24/3) oleh Ohio State University Wexner Medical Center di Columbus, Amerika Serikat.
Faktanya, 66% dari 1.005 orangtua yang disurvei merasakan tuntutan menjadi orangtua terkadang atau sering kali membuat mereka merasa terisolasi dan kesepian. Sedangkan hampir 40% merasa seolah-olah tidak ada orang yang mendukung peran mereka sebagai orangtua.
“Saya ibu dari empat anak,” kata Kate Gawlik, seorang profesor klinis di Ohio State University College of Nursing yang menulis penelitian ini.
Baca juga : Tips dan Strategi untuk Orangtua Hadapi Kebiasaan Makanan Anak
“Hidup saya sangat sibuk. Namun, itu tidak menggantikan kebutuhan akan persahabatan dan percakapan yang lebih intim dengan orang lain yang memiliki minat yang sama,” lanjutnya.
Sekitar 62% peserta survei merasa lelah dengan tanggung jawab mereka sebagai orangtua.
Menurut Gawlik, kelelahan sebenarnya bukan hal baru bagi para orangtua. Akan tetapi, pandemi kemarin membawa kelelahan ke tingkat yang lebih parah.
Baca juga : Tanoto Foundation dan School of Parenting Lakukan Studi terkait Pola Pengasuhan
Orangtua, jelas Gawlik, diharapkan menjadi manusia super yang bekerja dan mendidik anak-anak mereka di rumah tanpa istirahat.
Menurut survei, hampir 4 dari 5 orangtua menghargai hubungan mereka dengan orangtua lain di luar lingkungan pekerjaan dan rumah, yakni 82% ibu dan 74% ayah.
Pun demikian, banyak orangtua yang tidak mau mengakui perasaan mereka yang terisolasi dan kesepian karena takut terdengar seolah-olah mereka tidak peduli pada anak mereka.
Baca juga : Mindful Parenting Bentuk Anak yang Sukses dan Tangguh
Gawlik pun menegaskan untuk tidak memelihara pikiran semacam itu.
“Kita semua pernah mengalami berada di ruangan yang penuh dengan orang tetapi tidak terhubung dengan mereka dan merasa sendirian, bukan?” dia berkata.
“Sama halnya dengan mengasuh anak. Anda pasti terhubung dengan anak-anak Anda, tapi itu adalah hubungan orang tua-anak, bukan hubungan teman ke teman, keluarga ke keluarga, atau hubungan pasangan ke pasangan,” dia menambahkan.
Baca juga : Penelitian HCC: 4 dari 10 Orang di Jabodetabek Alami Kesepian Derajat Sedang dan Berat
Angka kelelahan pada peran orangtua sangat bisa dipahami. Terapis pernikahan dan keluarga berlisensi di Atlanta dan rekan klinis di American Association for Marriage and Family Therapy Kacey Cardwell mengatakan isolasi dan kesepian berjalan selaras dengan kelelahan.
“Ketika orangtua merasa kesepian dan terisolasi, itu berarti kebutuhan mereka sebagai orang dewasa tidak terpenuhi karena mereka memberikan apa yang mereka bisa untuk anak mereka. Itu adalah penyebab kelelahan,” kata Cardwell, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.
Cardwell menerangkan berjejaring dengan orangtua lain adalah prioritas bagi orang tua yang merasa terisolasi dan kelelahan. Koneksi itu pun bisa ditemukan di banyak tempat seperti organisasi kemasyarakatan, organisasi orangtua, asosiasi sekolah, atau institusi keagamaan.
“Saya selalu menyarankan untuk mencari koneksi di komunitas terdekat Anda, dengan orang-orang yang tinggal dekat dengan Anda,” tutur Cardwell.
Hubungan dengan orangtua lain, imbuh Cardwell, akan menciptakan keterkaitan pengalaman. Seorang ibu yang mengurus bayi dan balita misalnya, bisa mendapatkan validasi dan kesamaan pengalaman dengan ibu lain yang memiliki anak dengan usia serupa. (CNN/Z-3)
Orangtua perlu membedakan penggunaan gawai untuk kebutuhan produktif dan hiburan.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Data menunjukkan sekitar 30% bayi mengalami gumoh, dengan puncak frekuensi pada usia 3 hingga 4 bulan.
Pemerintah mengingatkan orangtua agar tidak melepas anak-anak ke dunia maya tanpa bekal pemahaman yang cukup mengenai konten yang mereka konsumsi beserta konsekuensinya.
Tantangan ruang digital bagi anak-anak di Indonesia kini telah bergeser dari sekadar konten negatif menuju ancaman yang bersifat personal dan sulit terdeteksi.
Kesepian merupakan kondisi emosional yang wajar dan manusiawi, namun perlu diatasi agar tidak berlarut-larut.
Studi menemukan bahwa individu yang sering merasa kesepian atau terisolasi saat anak-anak menghadapi risiko demensia hingga 31 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak.
KESEPIAN bukan lagi soal orang tanpa teman, melainkan tentang dunia yang semakin riuh tapi terasa kosong.
Di luar, mereka terlihat menjadi pusat perhatian, penuh canda dan tawa. Namun, jauh di dalam hati, mereka merindukan hubungan yang tulus.
Kesepian dapat memperburuk kondisi diabetes dengan meningkatkan stres dan kadar hormon kortisol, yang mengganggu sensitivitas insulin.
Melalui kisah Satine dan Ash, novel ini menyelami bagaimana takdir, pertemuan, dan perpisahan berkelindan dalam kehidupan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved