Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK mengetahui lebih dekat kehidupan warganya, Bupati Bandung Dadang Supriatna meluangkan waktu untuk menginap di rumah warga yang tidak mampu. Pekan ini, program rutin itu dia lakukan di Desa Sukaresmi, Kecamatan Rancabali.
"Kegiatan ini sekaligus menjalankan Program Bupati Ngamumule (Bupati
Memanjakan Desa) atau Bunga Desa," ujar Dadang, Rabu (29/11).
Dadang sengaja memilih rumah warga yang paling miskin di desa tersebut
yakni keluarga Bah Osad, 75 dan Mak Yeti, 65. Lokasinya terpencil di tengah perkebunan teh, sekitar 1,5 jam perjalanan dari ibu kota Kabupaten Bandung Soreang.
Rumah Bah Osad merupakan rumah gubuk beralaskan papan dan berbilik
bambu. Tiang rumah pria berjanggut putih itu pun terlihat sedikit
miring. Rumah berukuran 4x5 meter itu, dihuni Bah Osad bersama seorang
putranya yang belum menikah serta tiga orang cucu.
Bah Osad sendiri mengaku tidak menyangka sama sekali akan kedatangan
tamu istimewa di rumah gubuknya. Pria yang sehari-hari berprofesi
sebagai buruh tani itu tak mengetahui jika yang datang bertamu ke
rumahnya adalah orang nomor satu di Kabupaten Bandung.
Sore itu, Dadang memang bukan hanya bertamu di rumah Bah Osad. Usai
bersalaman dan memperkenalkan diri, Dadang Supriatna kemudian memohon
izin kepada Bah Osad dan istrinya Mak Yeti untuk dapat menginap di
rumahnya yang setengah reyot.
"Bah Osad, abdi bade nyuhungkeun widi ngendong di bumi Bah Osad. Manawi diwidian, (Bah Osad, saya mohon izin untuk nginap di rumah Bah Osad. Barangkali Bah Osad ngasih izin)," kata Bupati Dadang.
Mendengar ucapan Bupati yang baru pertama kali ditemuinya, Bah Osad pun
dengan spontan menjawab, "Mangga ari kersa mah. Mung kieu bumi abah mah
geuningan Cep (Silakan kalau mau. Cuma rumah abah keaadaannya seperti ini)," jawab Bah Osad.
Kontan saja Bah Osad dan Mak Teti, kaget bukan kepalang ketika
mengetahui tamu yang datang ke rumahnya adalah pimpinan di daerahnya.
Sambil terlihat malu-malu, pria bernama lengkap Osad Rosadi itu tampak
memberanikan diri mengobrol santai dengan bahasa Sunda.
Untuk mencairkan suasana, Dadang Supriatna mengajak Bah Osad dan
istrinya untuk makan bersama. Ada semur jengkol, ikan asin, sambel,
telor goreng, lalapan, dan ikan bumbu kuning.
"Aduh Encep, Abah ngimpi naon. Manawi teh saha nu sumping ka bumi Abah
teh. Pek teh Pak bupati. (Duh kasep, emak mimpi apa. Dikira siapa yang
datang ke rumah Emak. Ternyata Pak Bupati," lanjut Bah Osad dengan logat Sunda yang kental.
Bedah rumah
Kekagetan Bah Osad dan istrinya Mak Yeti tak berhenti sampai di situ.
Esok harinya ketika bupati hendak berpamitan pulang, Dadang kembali
memberikan kejutan besar kepada Bah Osad dan Mak Yeti.
Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung itu menyampaikan kepada Bah Osad dan Mak Yeti, bahwa dirinya hendak membedah rumah Bah Osad dan Mak Yeti. Mendengar hal tersebut, keduanya langsung sujud syukur dan menangis haru.
"Katampi pisan. Asa kagunturan madu. Teu nyangki bakal kenging rezeki
teu disangki-sangki (Keterima sekali. Seperti ketiban madu. Tidak sangka bakal dapat rezeki yang ngak disangka-sangka)," ucap Bah Osad dengan mata berkaca-kaca.
Bupati Dadang Supriatna mengatakan dirinya memang sengaja menggulirkan
program untuk menginap di rumah-rumah warga miskin di Kabupaten Bandung
dalam rangkaian program Bunga Desa.
Program Bunga Desa merupakan salah satu program yang bertujuan untuk
mempererat silaturahmi antara Bupati dengan masyarakat desa di Kabupaten Bandung. Bupati Dadang Supriatna secara rutin mengunjungi desa-desa untuk bertemu dengan warga dan mendengarkan aspirasi mereka.
Program ini juga menjadi kesempatan bagi Bupati Dadang Supriatna untuk
mengetahui lebih dekat dan merasakan langsung kondisi dan kebutuhan
masyarakat desa terutama masyarakat miskin. Salah satunya dengan cara
menginap di rumah warga.
"Saya bersyukur dan senang bisa menginap di rumah Bah Osad dan sebelum
saya pulang, rumahnya kita bongkar untuk dibedah menjadi rumah yang
lebih layak huni," ungkap Dadang Supriatna.
Kang DS, sapaan akrab bupati mengaku berkomitmen untuk terus memperbaiki rumah tidak layak huni di Kabupaten Bandung. Saat dia mulai menjabat jumlahnya mencapai 37 ribu unit. Namun selama 2,5 tahun masa pemerintahannya, ia berhasil memperbaiki 22 ribu rumah. Sisanya akan dilanjutkan tahun depan.
Kang DS, optimistis dapat menyelesaikan program perbaikan rutilahu
sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat miskin di Kabupaten
Bandung. Selain dari APBD, sumber perbaikan rutilahu juga berasal dari
APBN, APBD Provinsi, CSR dan dana aspirasi anggota DPR RI. (SG)
Kunjungan kerjanya ke wilayah bencana bukan sebagai komite tetapi sebagai orang yang peduli dengan warga yang terdampak bencana alam
Langkah cepat dan taktis ini diperlukan mengingat pentingnya penyelematan semua pihak terkait Bandung Zoo
Kebijakan itu merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat terkait upaya efisiensi penggunaan bahan bakar di tengah dampak konflik global.
Kedua kandidat itu ialah anggota DPR RI Daniel Mutaqien Syafiuddin dan anggota DPRD Jawa Barat Ahmad Hidayat, yang jug Ketua AMPI Jawa Barat.
Sang bocah, sehari-harinya memungut plastik dan sampah untuk menyambung kehidupannya.
Tekad itu diungkapkan KDM di depan Ketua DPRD Jabar Buky Wibawa dan Wakil ketua DPRD Jabar Ono Surono.
Berkaitan dengan potensi terjadinya kemarau, Asep menegaskan, BPBD masih menunggu informasi lebih lanjut dari BMKG serta BPBD Provinsi Jawa Barat.
ATAS nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar), Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya dokter muda karena tertular campak saat bertugas di Kabupaten Cianjur.
SISTEM kerja work from home (WFH) bagi kalangan aparatur sipil negara (ASN) sudah diterapkan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sejak dua bulan terakhir.
Megawati memberikan perhatian khusus agar kesejahteraan hewan tidak menjadi korban dari sengketa manajemen.
KEBIJAKAN Work From Home (WFH) yang telah diterapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) setiap Kamis telah berjalan efektif.
DIREKTORAT Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat melaporkan adanya penurunan signifikan dalam jumlah kecelakaan lalu lintas selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, dan hingga pukul 22.10 WIB petugas telah memasuki tahap pendinginan setelah api berhasil dikendalikan.
Dengan anggaran sebesar itu, tingkat kemantapan jalan ditargetkan bisa meningkat hingga 82%.
Dalam masa liburan Lebaran 2026 di Jawa Barat telah terjadi kontradiksi antara ledakan kunjungan wisatawan dengan kualitas pelayanan di lapanga
UPAYA pemberdayaan ekonomi perempuan kembali mendapat sorotan, kali ini melalui pendekatan yang tidak biasa dengan menggabungkan keterampilan kuliner dengan teknologi digital.
KDMP bukan sekadar unit usaha, melainkan instrumen negara untuk memastikan redistribusi kekayaan
Hujan deras disertai angin kencang membuat pohon tumbang dan mengalangi jalan protokol hingga sebagian jalan tergenang banjir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved