Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Harga Avtur Meroket Akibat Perang Timur Tengah, Maskapai Scandinavian Airlines Batalkan Ratusan Penerbangan

Haufan Hasyim Salengke
18/3/2026 11:41
Harga Avtur Meroket Akibat Perang Timur Tengah, Maskapai Scandinavian Airlines Batalkan Ratusan Penerbangan
Maskapai penerbangan Scandinavian Airlines (SAS).(AA)

MASKAPAI penerbangan Eropa Scandinavian Airlines (SAS) terpaksa membatalkan lebih dari 130 jadwal penerbangan di seluruh Norwegia pekan ini. Langkah drastis ini diambil perusahaan sebagai respons atas lonjakan harga bahan bakar global yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Berdasarkan laporan penyiar publik NRK, setidaknya 119 penerbangan dari bandara utama di Oslo, Bergen, Stavanger, dan Trondheim telah dibatalkan sejak Senin (16/3) sore. Jumlah tersebut terus membengkak hingga mencapai 133 pembatalan pada Selasa (17/3) pagi waktu setempat.

Manajemen SAS menyatakan bahwa gangguan ini merupakan bagian dari "langkah darurat" untuk memperkuat ketahanan operasional perusahaan di tengah fluktuasi harga energi yang tajam. Kepala Komunikasi SAS Norwegia, Oystein Schmidt, menyebutkan bahwa gangguan lalu lintas tanker di Selat Hormuz menjadi faktor utama meroketnya biaya operasional maskapai.

Namun, langkah ini memicu kritik keras dari internal perusahaan. Ketua Asosiasi Pilot SAS Norwegia, Roger Klokset, menilai alasan lonjakan harga bahan bakar hanyalah dalih untuk menutupi masalah kekurangan staf yang kronis. Ia mengungkapkan bahwa tingkat frustrasi di kalangan kru pesawat sangat tinggi akibat kondisi kerja yang dianggap melanggar kesepakatan.

SAS menolak berkomentar tentang masalah ketenagakerjaan internal, menegaskan kembali bahwa mereka beroperasi sesuai dengan perjanjian yang ada dan menjaga dialog dengan serikat pekerja.

Krisis ini mencerminkan tekanan besar yang tengah dihadapi sektor penerbangan Eropa. Dengan satu per lima pasokan minyak global yang biasanya melewati Selat Hormuz kini terhambat, volatilitas harga avtur diperkirakan akan terus menghantui industri maskapai dalam jangka panjang jika konflik tidak segera mereda. (AA/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik