Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Jenderal Petraeus: AS 'Kemungkinan Besar' di Balik Serangan Sekolah di Iran yang Tewaskan 168 Orang

Thalatie K Yani
12/3/2026 11:45
Jenderal Petraeus: AS 'Kemungkinan Besar' di Balik Serangan Sekolah di Iran yang Tewaskan 168 Orang
Eks Direktur CIA, Jenderal David Petraeus(CNN)

MANTAN Direktur CIA sekaligus eks Komandan Pusat (CENTCOM) AS, Jenderal David Petraeus, memberikan pernyataan mengejutkan terkait serangan mematikan terhadap sebuah sekolah di selatan Iran pada hari pertama perang. Insiden tersebut dilaporkan menewaskan 168 orang, mayoritas adalah anak-anak.

Dalam wawancara dengan BBC News Channel, Petraeus menyatakan keyakinannya bahwa militer Amerika Serikat terlibat dalam tragedi tersebut. Meski mengaku belum melihat bukti penyelidikan secara langsung, ia merujuk pada jenis persenjataan yang digunakan dalam konflik tersebut.

"Secara tragis, saya yakin kemungkinan besar kitalah pelakunya. Kita adalah satu-satunya pihak yang memiliki rudal Tomahawk dalam latihan atau perang khusus ini," ujar Petraeus.

Lebih lanjut, Petraeus menduga adanya kegagalan intelijen terkait pemutakhiran data target. "Tampaknya ada penggunaan data lama saat gedung tersebut masih menjadi bagian dari pangkalan angkatan laut Iran yang lebih luas beberapa tahun lalu," tambahnya.

Dugaan Salah Sasaran

Senada dengan pernyataan Petraeus, mitra berita BBC di Amerika Serikat, CBS, melaporkan hasil penilaian awal yang menunjukkan AS "kemungkinan" bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, laporan tersebut menekankan serangan itu tidak disengaja dan diduga kuat merupakan kesalahan teknis atau operasional (human error).

Di sisi lain, Presiden Donald Trump sempat menyatakan keyakinannya pihak Iran sendiri yang melakukan serangan tersebut. Namun, klaim ini disampaikan tanpa menyertakan bukti pendukung, sementara rekaman video menunjukkan rudal Tomahawk milik AS menghantam basis militer Iran yang terletak di dekat sekolah tersebut.

Tekanan dari Senat

Tragedi ini memicu reaksi keras di dalam negeri. Hampir seluruh anggota faksi Demokrat di Senat AS telah mengirimkan surat resmi kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Mereka menuntut jawaban mendalam terkait serangan di Minab yang merenggut nyawa sekitar 110 anak perempuan tersebut.

Para Senator mempertanyakan apakah analisis target yang usang menjadi penyebab utama. Mereka juga menyoroti janji Hegseth sebelumnya yang menyatakan tidak akan ada "aturan pelibatan (rules of engagement) yang bodoh" dalam perang ini. Senat kini menagih apakah aturan untuk mencegah kejahatan perang tetap dipatuhi.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth menegaskan pekan lalu Amerika Serikat tidak menargetkan warga sipil dan penyelidikan internal sedang berjalan. Hingga saat ini, Pentagon belum memberikan komentar resmi terkait surat dari para Senator tersebut.

Jika keterlibatan AS terkonfirmasi secara hukum, insiden ini akan tercatat sebagai salah satu kasus korban sipil terburuk akibat operasi militer AS di Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya