Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Direktur CIA sekaligus eks Komandan Pusat (CENTCOM) AS, Jenderal David Petraeus, memberikan pernyataan mengejutkan terkait serangan mematikan terhadap sebuah sekolah di selatan Iran pada hari pertama perang. Insiden tersebut dilaporkan menewaskan 168 orang, mayoritas adalah anak-anak.
Dalam wawancara dengan BBC News Channel, Petraeus menyatakan keyakinannya bahwa militer Amerika Serikat terlibat dalam tragedi tersebut. Meski mengaku belum melihat bukti penyelidikan secara langsung, ia merujuk pada jenis persenjataan yang digunakan dalam konflik tersebut.
"Secara tragis, saya yakin kemungkinan besar kitalah pelakunya. Kita adalah satu-satunya pihak yang memiliki rudal Tomahawk dalam latihan atau perang khusus ini," ujar Petraeus.
Lebih lanjut, Petraeus menduga adanya kegagalan intelijen terkait pemutakhiran data target. "Tampaknya ada penggunaan data lama saat gedung tersebut masih menjadi bagian dari pangkalan angkatan laut Iran yang lebih luas beberapa tahun lalu," tambahnya.
Senada dengan pernyataan Petraeus, mitra berita BBC di Amerika Serikat, CBS, melaporkan hasil penilaian awal yang menunjukkan AS "kemungkinan" bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, laporan tersebut menekankan serangan itu tidak disengaja dan diduga kuat merupakan kesalahan teknis atau operasional (human error).
Di sisi lain, Presiden Donald Trump sempat menyatakan keyakinannya pihak Iran sendiri yang melakukan serangan tersebut. Namun, klaim ini disampaikan tanpa menyertakan bukti pendukung, sementara rekaman video menunjukkan rudal Tomahawk milik AS menghantam basis militer Iran yang terletak di dekat sekolah tersebut.
Tragedi ini memicu reaksi keras di dalam negeri. Hampir seluruh anggota faksi Demokrat di Senat AS telah mengirimkan surat resmi kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Mereka menuntut jawaban mendalam terkait serangan di Minab yang merenggut nyawa sekitar 110 anak perempuan tersebut.
Para Senator mempertanyakan apakah analisis target yang usang menjadi penyebab utama. Mereka juga menyoroti janji Hegseth sebelumnya yang menyatakan tidak akan ada "aturan pelibatan (rules of engagement) yang bodoh" dalam perang ini. Senat kini menagih apakah aturan untuk mencegah kejahatan perang tetap dipatuhi.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth menegaskan pekan lalu Amerika Serikat tidak menargetkan warga sipil dan penyelidikan internal sedang berjalan. Hingga saat ini, Pentagon belum memberikan komentar resmi terkait surat dari para Senator tersebut.
Jika keterlibatan AS terkonfirmasi secara hukum, insiden ini akan tercatat sebagai salah satu kasus korban sipil terburuk akibat operasi militer AS di Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir. (BBC/Z-2)
Investigasi awal militer AS mengungkap serangan udara di Minab, Iran, yang menewaskan 168 anak dipicu oleh data intelijen usang.
Sebanyak tiga serangan udara menghantam Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Minab, Iran selatan
Investigasi awal militer AS mengungkap serangan udara di Minab, Iran, yang menewaskan 168 anak dipicu oleh data intelijen usang.
Gedung Putih mengonfirmasi Pentagon akan merilis laporan terkait serangan rudal di sekolah perempuan Iran Selatan.
Video terbaru menunjukkan rudal yang konsisten dengan Tomahawk AS menghantam pangkalan IRGC dekat sekolah di Minab. Temuan ini membantah klaim Presiden Donald Trump.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerukan agar negara sekutu tak lembek terhadap Rusia setelah kunjunganya ke Amerika Serikat tak membuahkan hasil pengiriman rudal jarak jauh tomahawk
Presiden AS Donald Trump menolak permintaan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk mengirim rudal Tomahawk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved