Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Tanker di Perairan Kuwait Diguncang Ledakan Besar, Tumpahan Minyak Mengancam Lingkungan

Thalatie K Yani
05/3/2026 09:53
Tanker di Perairan Kuwait Diguncang Ledakan Besar, Tumpahan Minyak Mengancam Lingkungan
Sebuah kapal tanker di lepas pantai Kuwait dilaporkan terkena ledakan besar yang memicu tumpahan minyak. Insiden ini menandai meluasnya serangan di Teluk Arab.(UKMTO)

KETEGANGAN di perairan Teluk Arab semakin meningkat setelah sebuah kapal tanker yang berlabuh di lepas pantai Kuwait dilaporkan terkena ledakan besar pada Kamis (5/3). Badan Keamanan Maritim Inggris, UKMTO, mengonfirmasi insiden ini telah menyebabkan kebocoran minyak yang berpotensi berdampak buruk pada lingkungan.

"Terdapat minyak di air yang berasal dari tangki kargo, sehingga bisa berdampak pada lingkungan. Kapal tersebut kemasukan air, namun tidak ada laporan kebakaran dan seluruh kru dinyatakan aman serta sehat," ungkap UKMTO dalam pernyataan resminya.

Nakhoda kapal melaporkan bahwa ia menyaksikan dan mendengar ledakan besar di sisi kiri kapal (port side). Sesaat setelah ledakan, terlihat sebuah perahu kecil melarikan diri dari lokasi kejadian.

Eskalasi Serangan di Kawasan Strategis

Insiden ini terjadi di posisi 30 mil laut sebelah tenggara Mubarak Al Kabeer, Kuwait. Serangan terhadap tanker yang sedang berlabuh di wilayah ini menandai perluasan signifikan dari gangguan keamanan maritim di kawasan tersebut. Sebelumnya, aksi serupa lebih banyak terfokus di Selat Hormuz, Bahrain, dan Teluk Oman.

Serangan terbaru ini menambah daftar panjang insiden keamanan di wilayah tersebut, dengan lima serangan lain yang dilaporkan terjadi dalam 24 jam terakhir. Eskalasi ini terjadi di tengah lumpuhnya aktivitas pelayaran di Teluk akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan Israel.

Garda Revolusi Elit Iran sebelumnya menyatakan bahwa mereka telah memegang "kendali penuh" atas Selat Hormuz, yang merupakan jalur pelayaran energi paling vital di dunia dan pintu masuk utama ke Teluk.

Respons Otoritas dan Dampak Ekonomi

Kementerian Dalam Negeri Kuwait memberikan klarifikasi bahwa ledakan tersebut terjadi di luar perairan teritorial Kuwait, setidaknya berjarak 60 kilometer (37 mil) dari Pelabuhan Mubarak Al-Kabeer.

Dampak dari ketidakpastian keamanan ini langsung terasa pada sektor logistik global. Raksasa pelayaran asal China, Cosco, yang mengoperasikan salah satu armada tanker minyak terbesar di dunia, resmi mengumumkan penangguhan layanan dari dan menuju negara-negara Teluk, termasuk Kuwait, terhitung sejak Rabu.

Situasi di kawasan ini tetap mencekam seiring dengan upaya tim terkait untuk meminimalisir dampak lingkungan dari tumpahan minyak, sementara pelaku industri pelayaran global mulai mencari rute alternatif guna menghindari zona konflik. (BBC/AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya