Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
ENAM perusahaan yang terkait dengan mantan Duchess of York, Sarah Ferguson, akan segera dibubarkan. Dokumen resmi dari Companies House menunjukkan perusahaan-perusahaan di mana Ferguson menjabat sebagai direktur tersebut dijadwalkan akan dihapus dari daftar registrasi dalam 10 hari ke depan, kecuali terdapat dasar hukum yang mencegahnya.
Perusahaan yang akan ditutup tersebut meliputi S Phoenix Events, Fergie's Farm, La Luna Investments, Solamoon Ltd, Philanthrapreneur Ltd, dan Planet Partners Productions Ltd. Sebagian besar dari perusahaan ini berstatus "dorman" atau tidak aktif, dengan lini bisnis yang mencakup hubungan masyarakat hingga ritel, namun hampir tidak menunjukkan aktivitas komersial dalam beberapa tahun terakhir.
Penutupan perusahaan-perusahaan ini terjadi di tengah mencuatnya kembali penggalan informasi dari "File Epstein". Dokumen tersebut mengungkap korespondensi lawas antara mantan istri Pangeran Andrew ini dengan mendiang Jeffrey Epstein terkait krisis finansial yang dialaminya.
Dalam pertukaran email yang terungkap, Ferguson dilaporkan meminta saran keuangan kepada Epstein untuk menangani tumpukan utang sebesar £6 juta (sekitar Rp120 miliar). Komunikasi ini terjadi saat Epstein masih mendekam di penjara Florida atas kasus prostitusi anak di bawah umur. Perlu dicatat tercantumnya nama seseorang dalam file Epstein bukan merupakan indikasi adanya tindakan kriminal.
Dalam salah satu dokumen, Ferguson bahkan mengungkapkan tekanan mental yang hebat akibat beban finansial tersebut. Ia dilaporkan memberi tahu Epstein bahwa dirinya nyaris "mengalami gangguan karena kelelahan" dan menjadikannya sandaran dukungan emosional.
Berdasarkan catatan resmi, Ferguson adalah direktur tunggal yang tersisa di seluruh perusahaan yang akan dibubarkan tersebut. Menariknya, pada akhir tahun lalu, ia mengajukan perubahan detail identitas resmi di semua perusahaannya, dari "Sarah Duchess of York" menjadi "Sarah Margaret Ferguson".
Meskipun enam bisnisnya gulung tikar, Ferguson masih tercatat sebagai direktur aktif di tiga perusahaan lain: Ginger and Moss (merek gaya hidup), Coat (produksi film), dan Librasol (kreasi artistik).
Hingga berita ini diturunkan, juru bicara mantan Duchess of York telah dihubungi untuk memberikan komentar terkait pembubaran perusahaan-perusahaan tersebut, namun belum memberikan respons resmi. (BBC/Z-2)
Sarah Ferguson resmi kehilangan gelar Duchess of York setelah skandal Epstein mengguncang keluarga kerajaan. Putri Beatrice dan Eugenie tetap pertahankan status sebagai putri kerajaan.
Richard Kahn, akuntan Jeffrey Epstein, diperiksa 7 jam oleh DPR AS. Ia klaim tak tahu soal perdagangan seks meski kelola ribuan dokumen keuangan.
Terungkap! PM Keir Starmer diperingatkan soal risiko reputasi Lord Mandelson dan Jeffrey Epstein sebelum penunjukan Dubes AS.
Terungkap peran asisten, pengacara, hingga pilot dalam membantu operasional harian Jeffrey Epstein.
Putri Eugenie resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai pelindung Anti-Slavery International. Keputusan ini muncul di tengah mencuatnya dokumen baru Jeffrey Epstein.
Komite Pengawas DPR AS resmi mengeluarkan somasi (subpoena) terhadap Jaksa Agung Pam Bondi terkait dugaan penutupan informasi dalam skandal Jeffrey Epstein.
Howard Lutnick setuju memberikan kesaksian sukarela terkait skandal Jeffrey Epstein setelah dokumen pengadilan mengungkap kunjungannya ke pulau pribadi sang predator seks.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved