Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Terbelit Utang, 6 Perusahaan Milik Sarah Ferguson Resmi Ditutup

Thalatie K Yani
17/2/2026 06:34
Terbelit Utang, 6 Perusahaan Milik Sarah Ferguson Resmi Ditutup
Sarah Ferguson(Instagram)

ENAM perusahaan yang terkait dengan mantan Duchess of York, Sarah Ferguson, akan segera dibubarkan. Dokumen resmi dari Companies House menunjukkan perusahaan-perusahaan di mana Ferguson menjabat sebagai direktur tersebut dijadwalkan akan dihapus dari daftar registrasi dalam 10 hari ke depan, kecuali terdapat dasar hukum yang mencegahnya.

Perusahaan yang akan ditutup tersebut meliputi S Phoenix Events, Fergie's Farm, La Luna Investments, Solamoon Ltd, Philanthrapreneur Ltd, dan Planet Partners Productions Ltd. Sebagian besar dari perusahaan ini berstatus "dorman" atau tidak aktif, dengan lini bisnis yang mencakup hubungan masyarakat hingga ritel, namun hampir tidak menunjukkan aktivitas komersial dalam beberapa tahun terakhir.

Kaitan dengan Skandal File Epstein

Penutupan perusahaan-perusahaan ini terjadi di tengah mencuatnya kembali penggalan informasi dari "File Epstein". Dokumen tersebut mengungkap korespondensi lawas antara mantan istri Pangeran Andrew ini dengan mendiang Jeffrey Epstein terkait krisis finansial yang dialaminya.

Dalam pertukaran email yang terungkap, Ferguson dilaporkan meminta saran keuangan kepada Epstein untuk menangani tumpukan utang sebesar £6 juta (sekitar Rp120 miliar). Komunikasi ini terjadi saat Epstein masih mendekam di penjara Florida atas kasus prostitusi anak di bawah umur. Perlu dicatat tercantumnya nama seseorang dalam file Epstein bukan merupakan indikasi adanya tindakan kriminal.

Dalam salah satu dokumen, Ferguson bahkan mengungkapkan tekanan mental yang hebat akibat beban finansial tersebut. Ia dilaporkan memberi tahu Epstein bahwa dirinya nyaris "mengalami gangguan karena kelelahan" dan menjadikannya sandaran dukungan emosional.

Perubahan Identitas Perusahaan

Berdasarkan catatan resmi, Ferguson adalah direktur tunggal yang tersisa di seluruh perusahaan yang akan dibubarkan tersebut. Menariknya, pada akhir tahun lalu, ia mengajukan perubahan detail identitas resmi di semua perusahaannya, dari "Sarah Duchess of York" menjadi "Sarah Margaret Ferguson".

Meskipun enam bisnisnya gulung tikar, Ferguson masih tercatat sebagai direktur aktif di tiga perusahaan lain: Ginger and Moss (merek gaya hidup), Coat (produksi film), dan Librasol (kreasi artistik).

Hingga berita ini diturunkan, juru bicara mantan Duchess of York telah dihubungi untuk memberikan komentar terkait pembubaran perusahaan-perusahaan tersebut, namun belum memberikan respons resmi. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik