Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKUMEN email terbaru yang dirilis Departemen Kehakiman AS (DOJ) mengungkap fakta mengejutkan mengenai Sarah Ferguson, mantan istri Pangeran Andrew. Di tengah krisis finansial yang melilitnya tahun 2009, Duchess of York itu ternyata menghubungi Jeffrey Epstein untuk meminta nasihat keuangan saat sang miliarder masih mendekam di penjara.
Kumpulan email tersebut memperlihatkan betapa putus asanya Ferguson dalam menghadapi tumpukan utang sebesar £6 juta (Sekitar Rp141 miliar). Dalam korespondensi tersebut, Ferguson menyebut pengalamannya sangat "mendemarkan semangat" dan mengaku hampir gila karena kelelahan. "Kematian lebih mudah daripada ini," tulisnya dalam salah satu pesan yang terungkap.
Kondisi keuangan yang rentan membuat Ferguson menjadi sasaran empuk manipulasi. Epstein, melalui pengusaha David Stern, mengelola urusan finansial Ferguson dengan nada yang sangat merendahkan. Dalam sebuah email, Epstein menyarankan Stern untuk bersikap sangat keras kepada Ferguson, "seperti pacar yang berselingkuh."
Pada Juli 2009, Ferguson menulis kepada Epstein dan menyebutnya sebagai "teman sejati". Ia meminta saran terkait tawaran dari miliarder Inggris John Caudwell yang bersedia melunasi utangnya sebesar £10 juta (Sekitar Rp236 miliar), namun dengan syarat 50% dari keuntungan bersih Ferguson seumur hidup. Kesepakatan tersebut pada akhirnya tidak pernah ditandatangani.
Email-email tersebut juga mengungkap persiapan mendetail untuk pernyataan kebangkrutan pribadi Ferguson. Stern dan Epstein bahkan merencanakan struktur bisnis di mana mereka akan mengambil alih urusan profesional Ferguson.
Dalam proposal tersebut, Ferguson diusulkan hanya menerima gaji sebesar US$200.000 (Sekitar Rp3,4 miliar), dan setiap pengeluaran di atas US$1.000 (Sekitar Rp17 juta) harus mendapatkan persetujuan langsung dari Epstein. Ferguson mengeluhkan betapa beratnya mengelola merek pribadinya sendirian, mulai dari mengurus royalti 26 bukunya hingga jadwal televisi.
Meski telah bercerai, Pangeran Andrew (sering disebut sebagai "PA" dalam email) tampak ikut membantu. Pada Januari 2010, Stern melaporkan bahwa Andrew setuju untuk memberikan kontribusi sebesar £1 juta (Sekitar Rp23 miliar). Andrew juga disebut-sebut membayar sebagian utang Ferguson kepada mantan asisten pribadinya secara tidak langsung pada tahun 2011.
Krisis ini mencapai puncaknya pada Mei 2010, saat Ferguson terjebak dalam investigasi koran News of the World yang merekamnya saat mencoba menjual akses ke Pangeran Andrew seharga £500.000 (sekitar Rp11 miliar)
Meskipun berada di ambang kehancuran, Ferguson pada akhirnya tidak menyatakan bangkrut. Beban finansialnya mulai teratasi setelah ia menandatangani kesepakatan serial televisi dengan jaringan Oprah Winfrey pada September 2010. Hingga berita ini diturunkan, Sarah Ferguson dan David Stern tidak menanggapi permintaan komentar, sementara Pangeran Andrew tetap konsisten membantah segala tuduhan pelanggaran hukum. (BBC/Z-2)
Komite Pengawas DPR AS resmi mengeluarkan somasi (subpoena) terhadap Jaksa Agung Pam Bondi terkait dugaan penutupan informasi dalam skandal Jeffrey Epstein.
Howard Lutnick setuju memberikan kesaksian sukarela terkait skandal Jeffrey Epstein setelah dokumen pengadilan mengungkap kunjungannya ke pulau pribadi sang predator seks.
Andrew Mountbatten-Windsor resmi mengakhiri kontrak sewa East Lodge di tengah pengawasan ketat terhadap aset Crown Estate dan skandal Jeffrey Epstein.
Video deposisi keluarga Clinton dalam penyelidikan Jeffrey Epstein resmi dirilis. Hillary ancam hentikan sidang, sementara Bill ungkap hubungannya dengan Trump.
Dalam kesaksian terbaru, Bill Clinton membantah keterlibatan dalam skandal Jeffrey Epstein. Hillary Clinton sempat emosi dan ancam hentikan deposisi.
Hillary Clinton menegaskan di depan Kongres hubungan suaminya dengan Jeffrey Epstein berakhir bertahun-tahun sebelum skandal kriminal mencuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved