Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Terjepit Utang Rp141 Miliar, Sarah Ferguson Terungkap Meminta Bantuan Jeffrey Epstein

Thalatie K Yani
12/2/2026 08:53
Terjepit Utang Rp141 Miliar, Sarah Ferguson Terungkap Meminta Bantuan Jeffrey Epstein
Sarah Ferguson(Instagram)

DOKUMEN email terbaru yang dirilis Departemen Kehakiman AS (DOJ) mengungkap fakta mengejutkan mengenai Sarah Ferguson, mantan istri Pangeran Andrew. Di tengah krisis finansial yang melilitnya tahun 2009, Duchess of York itu ternyata menghubungi Jeffrey Epstein untuk meminta nasihat keuangan saat sang miliarder masih mendekam di penjara.

Kumpulan email tersebut memperlihatkan betapa putus asanya Ferguson dalam menghadapi tumpukan utang sebesar £6 juta (Sekitar Rp141 miliar). Dalam korespondensi tersebut, Ferguson menyebut pengalamannya sangat "mendemarkan semangat" dan mengaku hampir gila karena kelelahan. "Kematian lebih mudah daripada ini," tulisnya dalam salah satu pesan yang terungkap.

Manipulasi di Balik Bantuan Finansial

Kondisi keuangan yang rentan membuat Ferguson menjadi sasaran empuk manipulasi. Epstein, melalui pengusaha David Stern, mengelola urusan finansial Ferguson dengan nada yang sangat merendahkan. Dalam sebuah email, Epstein menyarankan Stern untuk bersikap sangat keras kepada Ferguson, "seperti pacar yang berselingkuh."

Pada Juli 2009, Ferguson menulis kepada Epstein dan menyebutnya sebagai "teman sejati". Ia meminta saran terkait tawaran dari miliarder Inggris John Caudwell yang bersedia melunasi utangnya sebesar £10 juta (Sekitar Rp236 miliar), namun dengan syarat 50% dari keuntungan bersih Ferguson seumur hidup. Kesepakatan tersebut pada akhirnya tidak pernah ditandatangani.

Rencana Kebangkrutan dan Kontrol Ketat

Email-email tersebut juga mengungkap persiapan mendetail untuk pernyataan kebangkrutan pribadi Ferguson. Stern dan Epstein bahkan merencanakan struktur bisnis di mana mereka akan mengambil alih urusan profesional Ferguson.

Dalam proposal tersebut, Ferguson diusulkan hanya menerima gaji sebesar US$200.000 (Sekitar Rp3,4 miliar), dan setiap pengeluaran di atas US$1.000 (Sekitar Rp17 juta) harus mendapatkan persetujuan langsung dari Epstein. Ferguson mengeluhkan betapa beratnya mengelola merek pribadinya sendirian, mulai dari mengurus royalti 26 bukunya hingga jadwal televisi.

Campur Tangan Pangeran Andrew

Meski telah bercerai, Pangeran Andrew (sering disebut sebagai "PA" dalam email) tampak ikut membantu. Pada Januari 2010, Stern melaporkan bahwa Andrew setuju untuk memberikan kontribusi sebesar £1 juta (Sekitar Rp23 miliar). Andrew juga disebut-sebut membayar sebagian utang Ferguson kepada mantan asisten pribadinya secara tidak langsung pada tahun 2011.

Krisis ini mencapai puncaknya pada Mei 2010, saat Ferguson terjebak dalam investigasi koran News of the World yang merekamnya saat mencoba menjual akses ke Pangeran Andrew seharga £500.000 (sekitar Rp11 miliar)

Meskipun berada di ambang kehancuran, Ferguson pada akhirnya tidak menyatakan bangkrut. Beban finansialnya mulai teratasi setelah ia menandatangani kesepakatan serial televisi dengan jaringan Oprah Winfrey pada September 2010. Hingga berita ini diturunkan, Sarah Ferguson dan David Stern tidak menanggapi permintaan komentar, sementara Pangeran Andrew tetap konsisten membantah segala tuduhan pelanggaran hukum. (BBC/Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya