Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Donald Trump: Dialog AS dan Iran Berjalan Positif

Dhika Kusuma Winata
07/2/2026 12:18
Donald Trump: Dialog AS dan Iran Berjalan Positif
Presiden AS Donald Trump berpidato kepada bangsa, didampingi oleh Wakil Presiden AS JD Vance (kiri), Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio (kanan kedua), dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth (kanan), dari Gedung Putih di Washington, DC pada 21 Juni 2025.(CARLOS BARRIA / POOL / AFP)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat berlangsung dengan hasil yang menggembirakan. Dialog oleh kedua belah negara dilakukan di Oman, Jumat (6/2) waktu setempat.

“Kami juga melakukan pembicaraan yang sangat baik mengenai Iran. Kami akan bertemu lagi awal pekan depan,” ujar Trump kepada wartawan di dalam pesawat Air Force One dalam perjalanan menuju resor Mar-a-Lago di Florida.

Dari pihak Iran, Teheran menyampaikan harapan agar putaran negosiasi berikutnya dapat segera digelar. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut suasana perundingan berlangsung konstruktif dan membuka ruang kelanjutan dialog.

Pembicaraan di Muscat, Oman, digelar secara tidak langsung. Delegasi kedua negara tidak bertatap muka secara terbuka namun bertukar pesan melalui mediator Oman.

Dialog di Oman menjadi yang pertama antara kedua negara sejak AS melakukan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran. Trump kembali mengingatkan adanya konsekuensi serius jika kesepakatan tidak tercapai.

“Jika mereka tidak membuat kesepakatan, konsekuensinya akan sangat berat,” katanya.

Menlu Iran Abbas Araghchi, yang memimpin delegasi Iran, menegaskan pembahasan hanya menyentuh isu nuklir. Dia menyampaikan dialog berlangsung dalam suasana positif.

“Dalam suasana yang sangat positif, argumen kami dipertukarkan dan pandangan pihak lain disampaikan kepada kami,” kata Araghchi kepada televisi pemerintah Iran. 

Sementara itu, AS disebut ingin memperluas agenda pembahasan, mencakup dukungan Iran terhadap kelompok militan, program rudal balistik, serta penanganan demonstrasi dalam negeri. Namun, Iran berulang kali menolak perluasan topik di luar isu nuklir.

Washington menegaskan tujuan utama pembicaraan demi mencegah Iran memiliki kemampuan membuat senjata nuklir. Namun, tuduhan itu selalu dibantah Teheran.

(AFP/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya