Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Gembong Narkoba Australia Tony Mokbel Tak Jadi Diadili Ulang Usai Skandal 'Lawyer X'

Thalatie K Yani
06/2/2026 07:36
Gembong Narkoba Australia Tony Mokbel Tak Jadi Diadili Ulang Usai Skandal 'Lawyer X'
Tony Mokbel, gembong narkoba legendaris Australia, resmi bebas setelah jaksa membatalkan persidangan ulang. Kasusnya runtuh akibat skandal pengkhianatan pengacara.(Media Sosial X)

SALAH satu sosok gangster paling fenomenal di Australia, Tony Mokbel, dipastikan akan menghirup udara bebas secara permanen. Keputusan ini diambil setelah jaksa penuntut pada Jumat (6/2) menyatakan tidak akan melanjutkan rencana persidangan ulang terhadapnya dalam kasus perdagangan narkoba.

Mokbel, 60, merupakan tokoh sentral dalam perang antargeng di Melbourne yang berlangsung selama bertahun-tahun. Pada 2012, ia dijatuhi hukuman 30 tahun penjara setelah mengaku bersalah mendalangi sindikat narkoba besar yang dikenal dengan sebutan "The Company".

Namun, kasus hukumnya mulai runtuh setelah terungkapnya skandal besar yang melibatkan pengacaranya sendiri, Nicola Gobbo. Pengacara ternama tersebut diketahui menjalani kehidupan ganda sebagai informan polisi (dikenal sebagai 'Lawyer X' atau 'Informer 3838') dan membocorkan informasi kliennya kepada petugas keamanan saat seharusnya membela mereka.

Pertimbangan Jaksa dan Kondisi Kesehatan 

Setelah menghabiskan sekitar 18 tahun di balik jeruji besi, Mokbel sempat dibebaskan dengan jaminan pada April tahun lalu. Langkah ini menyusul keputusan pengadilan yang membatalkan sejumlah vonis pidananya dan memerintahkan persidangan ulang terkait tuduhan impor narkoba jenis MDMA pada 2005.

Kantor Penuntut Umum Victoria akhirnya memutuskan untuk membatalkan rencana sidang ulang tersebut dengan mempertimbangkan berbagai faktor krusial.

"Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan secara saksama seluruh aspek materi yang relevan dengan prospek hukuman serta kepentingan publik dalam persidangan ulang," tulis pernyataan resmi Kantor Penuntut Umum Victoria.

Selain skandal informan, jaksa juga mempertimbangkan usia Mokbel, kondisi kesehatannya yang menurun, serta masa tahanan yang telah ia jalani selama hampir dua dekade.

Impian Pergi ke Luar Negeri 

Berbicara di luar gedung pengadilan Melbourne, Mokbel tampak lega dengan hasil tersebut. Ia mengaku ingin menata kembali hidupnya dan memiliki keinginan sederhana setelah sekian lama dipenjara.

"Rasanya sangat menyenangkan, dan hidup terus berjalan. Akan sangat hebat jika bisa naik pesawat yang bagus," ujar Mokbel kepada media setempat, merujuk pada impiannya untuk bepergian ke luar negeri.

Sejarah kekerasan kelompok Mokbel sebelumnya telah merenggut puluhan nyawa dan diabadikan dalam serial televisi populer Australia berjudul "Underbelly". Skandal Nicola Gobbo sendiri telah memicu penyelidikan besar-besaran (Royal Commission) pada 2020, yang menyimpulkan bahwa tindakan pengkhianatan pengacara tersebut adalah "pelanggaran fundamental dan mengerikan" terhadap kewajiban hukum kepada klien. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya