Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

10 Ribu Tentara Dikerahkan Meksiko Usai Tewasnya Bos Kartel El Mencho

Dhika Kusuma Winata
24/2/2026 15:14
10 Ribu Tentara Dikerahkan Meksiko Usai Tewasnya Bos Kartel El Mencho
Pemerintah Meksiko mengerahkan 10.000 personel militer untuk meredam gelombang kekerasan yang pecah.(Dok. AFP)

PEMERINTAH Meksiko mengerahkan 10.000 personel militer untuk meredam gelombang kekerasan yang pecah setelah tewasnya gembong narkoba paling diburu di negara itu. Bentrokan bersenjata dan aksi balasan kartel menewaskan puluhan orang serta melumpuhkan aktivitas di sejumlah wilayah.

Nemesio El Mencho Oseguera, pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG), terluka dalam baku tembak dengan tentara di Tapalpa, Negara Bagian Jalisco, Minggu waktu setempat. Dia kemudian meninggal saat diterbangkan ke Mexico City.

Kematian Oseguera memicu aksi kekerasan serentak. Anggota kartel memblokade jalan di 20 negara bagian serta membakar kendaraan dan sejumlah bangunan usaha.

Dalam operasi penangkapan dan bentrokan susulan, sedikitnya 27 personel keamanan, 46 terduga anggota kriminal, dan satu warga sipil tewas.

Situasi kian mencekam setelah terjadi pelarian massal dari sebuah penjara di Jalisco. Sedikitnya 23 narapidana kabur ketika fasilitas tersebut diserang kelompok bersenjata dengan rentetan tembakan, kata sekretaris keamanan negara bagian.

Oseguera diketahui memiliki hadiah buronan sebesar US$15 juta dari pemerintah Amerika Serikat. Warga memilih berdiam di rumah, sementara wisatawan berlindung di hotel saat kekerasan berlangsung sepanjang akhir pekan. Meski kondisi mulai terkendali, banyak toko tetap tutup pada Senin waktu setempat.

Pemerintah menambah 2.500 tentara ke Jalisco sehingga total pasukan yang dikerahkan sejak Minggu mencapai 10.000 personel.

Di Aguililla, Negara Bagian Michoacan, yang merupakan kampung halaman El Mencho, warga melaporkan adanya blokade jalan. Foto yang beredar di media sosial lokal menunjukkan kepulan asap hitam membumbung di atas kawasan perbukitan.

Di ibu kota Jalisco, Guadalajara, sekolah-sekolah ditutup dan sebagian besar transportasi umum dihentikan. Antrean panjang terlihat di sejumlah toko kecil yang masih buka, terutama penjual tortilla, karena warga berusaha menimbun persediaan.

“Apotek tutup dan hampir semuanya tutup,” ujar Juan Soler, seorang pensiunan di Guadalajara.

Kekerasan juga mengguncang kota resor Puerto Vallarta yang populer di kalangan turis Amerika Serikat. Inggris, Kanada, dan AS mengeluarkan peringatan perjalanan, sedangkan Australia meminta warganya meningkatkan kewaspadaan. Puluhan penerbangan dari dan ke Amerika Serikat serta Kanada pun dibatalkan. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya