Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Karier Dr. Peter Attia Terancam Usai Email Vulgar dengan Jeffrey Epstein Terungkap

Thalatie K Yani
05/2/2026 07:26
Karier Dr. Peter Attia Terancam Usai Email Vulgar dengan Jeffrey Epstein Terungkap
Dr. Peter Attia, pakar panjang umur kenamaan, menghadapi kecaman publik dan pemutusan kontrak setelah dokumen Epstein mengungkap korespondensi vulgar dan pertemanan akrab mereka.(Instagram)

DOKTER selebriti Peter Attia, yang dikenal sebagai pakar kedokteran panjang umur (longevity), kini berada di tengah badai kecaman. Hanya tiga hari setelah CBS News mengumumkannya sebagai kontributor baru, Departemen Kehakiman AS merilis dokumen terbaru dari berkas Jeffrey Epstein yang mengungkap hubungan akrab dan korespondensi vulgar di antara keduanya.

Dalam salah satu pertukaran email yang paling disorot, Attia memberikan komentar kasar yang merujuk pada organ intim perempuan dengan gaya bahasa medis yang tidak pantas. Pengungkapan ini memicu reaksi keras dari para penggemarnya. Di media sosial, mantan pengikutnya menyebut Attia sebagai sosok yang "bangkrut secara moral."

Hubungan Akrab dengan Predator Seksual

Berdasarkan dokumen tersebut, Attia bertemu dengan Epstein sebanyak tujuh hingga delapan kali antara tahun 2014 dan 2019. Meskipun Attia mengeklaim pertemuan tersebut bertujuan untuk penggalangan dana riset ilmiah, email-email yang ada menunjukkan kedekatan yang lebih personal.

Dalam satu pesan tahun 2015, Attia menulis kepada Epstein, "Tahukah kamu masalah terbesar berteman denganmu? Hidup yang kamu jalani begitu keterlaluan, namun aku tidak bisa memberitahu siapa pun." Ia juga diketahui pernah meminjam apartemen Epstein di New York tahun 2016 dan menyatakan kerinduannya melalui email.

Attia merilis pernyataan resmi pada Senin lalu untuk memberikan klarifikasi. Ia menegaskan tidak terlibat dalam aktivitas kriminal apa pun dan tidak pernah menyaksikan perilaku ilegal Epstein.

"Jelasnya, saya tidak pernah menyaksikan perilaku ilegal dan tidak pernah melihat siapa pun yang tampak di bawah umur di hadapannya," tulis Attia. Ia juga mengakui bahwa gurauan dalam email tersebut "sangat memalukan" dan "tidak dapat dipertahankan."

Dampak Karier yang Instan

Konsekuensi profesional terhadap Attia muncul dengan cepat. CBS News dilaporkan telah membatalkan rencana siaran ulang segmen 60 Minutes yang menampilkan Attia. Selain itu, Attia telah mengundurkan diri dari perannya sebagai Chief Science Officer di merek protein bar David Protein, dan tidak lagi menjabat sebagai penasihat untuk merek suplemen AG1.

Dr. Jen Gunter, seorang spesialis obgyn, mengkritik keras Attia melalui Substack. Menurutnya, bahasa yang digunakan Attia jauh di luar batas kepatutan bagi seorang dokter, terutama ketika berkomunikasi dengan seseorang yang terdaftar sebagai pelaku kejahatan seksual.

Attia mengakui dirinya yang sekarang, 10 tahun kemudian, tidak akan menulis email tersebut atau berasosiasi dengan Epstein. "Pertumbuhan apa pun yang saya alami selama dekade terakhir tidak menghapus email yang saya tulis saat itu," pungkasnya.

Hingga saat ini, Dr. Peter Attia tidak menghadapi tuduhan kriminal, namun kerusakan pada citra publiknya sebagai guru kesehatan "Medicine 3.0" telah berdampak signifikan pada berbagai kemitraan bisnis dan media besarnya. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik