Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Andrew Mountbatten-Windsor Didesak Beri Kesaksian Terkait Skandal Epstein

Thalatie K Yani
03/2/2026 05:51
Andrew Mountbatten-Windsor Didesak Beri Kesaksian Terkait Skandal Epstein
Andrew Mountbatten-Windsor(Media Sosial X)

ANDREW Mountbatten-Windsor kembali berada di bawah tekanan besar untuk memberikan kesaksian terkait apa yang ia ketahui tentang mendiang pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. Desakan ini muncul setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DoJ) merilis rangkaian email terbaru yang mengungkap upaya panjang otoritas AS dalam mengejar keterangannya.

Gloria Allred, pengacara terkemuka yang mewakili sejumlah korban Epstein, menegaskan belum terlambat bagi Andrew untuk berbagi informasi. Ia mempertanyakan sikap Andrew yang bersedia tampil dalam wawancara televisi namun enggan berbicara dengan penegak hukum.

"Mengapa dia bersedia berbicara dengan BBC dalam wawancara televisi satu jam yang katastrofik, tetapi tidak bersedia berbicara dengan penegak hukum?" ujar Allred, merujuk pada wawancara Newsnight tahun 2019 yang kontroversial.

Tekanan dari PM Inggris dan Sumber Kerajaan

Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, turut memberikan pernyataan tegas. Ia menekankan bahwa siapa pun yang memiliki informasi harus bersedia membagikannya demi keadilan bagi para korban.

"Dalam hal memberikan kesaksian, saya selalu mengatakan siapa pun yang memiliki informasi harus siap untuk membagikan informasi tersebut. Anda tidak bisa disebut berpusat pada korban jika tidak siap melakukan hal itu," tegas Starmer.

Sumber dari lingkungan kerajaan juga menyatakan siapa pun yang memiliki informasi harus mempertimbangkan untuk membantu investigasi, meski keputusan akhir berada pada "nurani" Andrew. Sementara itu, Istana Buckingham menegaskan simpati mereka tetap bersama para penyintas segala bentuk pelecehan.

Kebuntuan Hukum Sejak 2020

Dokumen DoJ terbaru mengungkap otoritas AS telah berulang kali mencoba mengatur waktu dan tempat bagi Andrew untuk memberikan kesaksian, baik di Inggris maupun di AS. Namun, korespondensi antara tim hukum Andrew dan DoJ pada awal 2020 menunjukkan kebuntuan yang cukup tajam.

Dalam salah satu email, pihak AS mengungkapkan rasa frustrasinya dan menyatakan "upaya untuk mendapatkan wawancara sukarela yang sesungguhnya telah habis." Hal ini memaksa otoritas AS untuk mengajukan permintaan bantuan hukum timbal balik (mutual legal assistance) secara formal kepada Kementerian Dalam Negeri Inggris pada April 2020 guna memaksa pemberian kesaksian.

Proses tersebut semakin rumit ketika Virginia Giuffre mengajukan gugatan sipil terhadap Andrew pada 2021 dengan tuduhan pelecehan seksual, tuduhan yang selalu dibantah keras oleh Andrew. Gugatan tersebut akhirnya diselesaikan di luar pengadilan pada 2022 tanpa ada kewajiban bagi Andrew untuk memberikan testimoni formal.

Hingga saat ini, Andrew belum menunjukkan tanda-tanda akan memberikan keterangan kepada pihak berwenang, meski tenggat waktu yang ditetapkan oleh anggota Kongres AS telah lewat sejak November tahun lalu. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya