Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
ANDREW Mountbatten-Windsor kembali berada di bawah tekanan besar untuk memberikan kesaksian terkait apa yang ia ketahui tentang mendiang pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. Desakan ini muncul setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DoJ) merilis rangkaian email terbaru yang mengungkap upaya panjang otoritas AS dalam mengejar keterangannya.
Gloria Allred, pengacara terkemuka yang mewakili sejumlah korban Epstein, menegaskan belum terlambat bagi Andrew untuk berbagi informasi. Ia mempertanyakan sikap Andrew yang bersedia tampil dalam wawancara televisi namun enggan berbicara dengan penegak hukum.
"Mengapa dia bersedia berbicara dengan BBC dalam wawancara televisi satu jam yang katastrofik, tetapi tidak bersedia berbicara dengan penegak hukum?" ujar Allred, merujuk pada wawancara Newsnight tahun 2019 yang kontroversial.
Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, turut memberikan pernyataan tegas. Ia menekankan bahwa siapa pun yang memiliki informasi harus bersedia membagikannya demi keadilan bagi para korban.
"Dalam hal memberikan kesaksian, saya selalu mengatakan siapa pun yang memiliki informasi harus siap untuk membagikan informasi tersebut. Anda tidak bisa disebut berpusat pada korban jika tidak siap melakukan hal itu," tegas Starmer.
Sumber dari lingkungan kerajaan juga menyatakan siapa pun yang memiliki informasi harus mempertimbangkan untuk membantu investigasi, meski keputusan akhir berada pada "nurani" Andrew. Sementara itu, Istana Buckingham menegaskan simpati mereka tetap bersama para penyintas segala bentuk pelecehan.
Dokumen DoJ terbaru mengungkap otoritas AS telah berulang kali mencoba mengatur waktu dan tempat bagi Andrew untuk memberikan kesaksian, baik di Inggris maupun di AS. Namun, korespondensi antara tim hukum Andrew dan DoJ pada awal 2020 menunjukkan kebuntuan yang cukup tajam.
Dalam salah satu email, pihak AS mengungkapkan rasa frustrasinya dan menyatakan "upaya untuk mendapatkan wawancara sukarela yang sesungguhnya telah habis." Hal ini memaksa otoritas AS untuk mengajukan permintaan bantuan hukum timbal balik (mutual legal assistance) secara formal kepada Kementerian Dalam Negeri Inggris pada April 2020 guna memaksa pemberian kesaksian.
Proses tersebut semakin rumit ketika Virginia Giuffre mengajukan gugatan sipil terhadap Andrew pada 2021 dengan tuduhan pelecehan seksual, tuduhan yang selalu dibantah keras oleh Andrew. Gugatan tersebut akhirnya diselesaikan di luar pengadilan pada 2022 tanpa ada kewajiban bagi Andrew untuk memberikan testimoni formal.
Hingga saat ini, Andrew belum menunjukkan tanda-tanda akan memberikan keterangan kepada pihak berwenang, meski tenggat waktu yang ditetapkan oleh anggota Kongres AS telah lewat sejak November tahun lalu. (BBC/Z-2)
Dokumen terbaru Departemen Kehakiman AS mengungkap peran Jeffrey Epstein dalam mengatur hubungan asmara Kimbal Musk, adik Elon Musk, dengan seorang perempuan di jaringannya.
Pemimpin Mayoritas Senat John Thune menuntut transparansi penuh dari Menteri Perdagangan Howard Lutnick terkait hubungannya dengan Jeffrey Epstein.
Tekanan anggota parlemen memaksa Departemen Kehakiman AS membuka nama-nama yang sebelumnya disensor dalam file kasus Jeffrey Epstein, termasuk miliarder dan taipan.
Howard Lutnick mengakui pernah makan siang di pulau pribadi Jeffrey Epstein pada 2012 bersama keluarga, memicu desakan mundur akibat keterangan yang dinilai menyesatkan.
Dokumen FBI terbaru mengungkap pengakuan mantan Kepala Polisi Palm Beach yang mengklaim Donald Trump meneleponnya pada 2006 untuk membongkar perilaku menyimpang Jeffrey Epstein.
Ghislaine Maxwell menolak menjawab pertanyaan Komite Pengawas DPR AS terkait skandal Jeffrey Epstein. Ia justru gunakan momen ini untuk mengincar pengampunan.
Krisis kepemimpinan menghantam Sir Keir Starmer setelah Anas Sarwar memintanya mundur. Skandal hubungan Peter Mandelson dan Jeffrey Epstein jadi pemicu.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menghadapi krisis kepemimpinan terdalam. Setelah meminta maaf atas skandal Lord Mandelson, tekanan untuk mundur mulai muncul dari internal Partai Buruh.
PM Inggris Keir Starmer meminta maaf kepada korban Jeffrey Epstein atas penunjukan Lord Mandelson sebagai Dubes AS.
Lord Mandelson resmi mundur dari politik setelah dokumen terbaru mengungkap aliran dana dari Jeffrey Epstein dan dugaan pembocoran informasi rahasia negara.
Dokumen terbaru Departemen Kehakiman AS mengungkap kedekatan Peter Mandelson dengan predator seksual Jeffrey Epstein, termasuk percakapan akrab setelah vonis tahun 2008.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved