Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Badai Musim Dingin Terjang AS, 30 Orang Tewas

Dhika Kusuma Winata
27/1/2026 17:05
Badai Musim Dingin Terjang AS, 30 Orang Tewas
Ilustrasi, badai musim dingin di AS.(Dok. AFP/Mario Tama)

BADAI musim dingin berskala besar yang melanda sebagian besar wilayah Amerika Serikat (AS) sepanjang akhir pekan menyebabkan sedikitnya 30 orang meninggal dunia. Dilaporkan The Guardian, korban jiwa tercatat di sejumlah negara bagian, mulai dari Texas hingga New England, di tengah cuaca ekstrem berupa salju tebal, hujan es, dan suhu dingin yang membahayakan.

Di Texas, otoritas kota Frisco melaporkan seorang remaja berusia 16 tahun tewas akibat kecelakaan saat bermain seluncur salju. Di kawasan Austin, satu orang ditemukan meninggal dunia dan diduga mengalami hipotermia 

Louisiana melaporkan tiga kematian yang berkaitan langsung dengan badai tersebut. Korban juga dilaporkan di Mississippi. Gubernur Tate Reeves menyatakan dua orang meninggal akibat dampak badai.

Di Arkansas, seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun tewas dalam kecelakaan seluncur salju. Sementara itu, di North Carolina, seorang pria ditemukan tak bernyawa di sebuah ruas jalan raya.

New York City mencatat delapan orang ditemukan meninggal di luar ruangan selama akhir pekan. Di Kansas, seorang perempuan dilaporkan meninggal akibat hipotermia dan ditemukan tertutup salju. 

Otoritas Massachusetts menyebut seorang perempuan tewas setelah tertabrak alat pembersih salju sedangkan Tennessee melaporkan tiga kematian terkait cuaca ekstrem.

Hingga Senin pagi waktu setempat, lebih dari 200 juta penduduk dari Texas hingga New England berada dalam status peringatan cuaca dingin. Ramalan cuaca memperingatkan suhu ekstrem berpotensi bertahan sepanjang pekan di sejumlah wilayah.

Dinas Cuaca Nasional Amerika Serikat (NWS) menyatakan udara sangat dingin akan menyebar ke dua pertiga wilayah timur negara tersebut dalam beberapa hari ke depan. NWS memperkirakan suhu terendah akan berada di bawah nol derajat dengan potensi rekor suhu terdingin baru. 

Kondisi angin dingin yang berbahaya diperkirakan terus berlangsung, sementara suhu jauh di bawah normal dapat bertahan hingga awal Februari.

Gangguan juga listrik meluas. Data dari poweroutage.com menunjukkan lebih dari 670 ribu pelanggan masih mengalami pemadaman listrik. Sebagian besar gangguan terjadi di wilayah selatan setelah hujan es menyebabkan pohon tumbang dan jaringan listrik rusak, terutama di Mississippi bagian utara dan sejumlah wilayah Tennessee.

Universitas Mississippi juga mengumumkan pembatalan kegiatan perkuliahan di kampus Oxford hingga 1 Februari seiring kondisi cuaca ekstrem yang berlanjut dan upaya pemulihan yang masih berlangsung.

Cuaca buruk turut melumpuhkan sektor transportasi. Lebih dari 10.500 penerbangan di Amerika Serikat dibatalkan pada Minggu. Pada Senin waktu setempat, hampir 5.000 penerbangan kembali dibatalkan.

Sejumlah institusi besar di New York City dan Washington DC tutup pada Senin, termasuk Perpustakaan Umum New York, museum Smithsonian, serta Kebun Binatang Nasional. Sekolah-sekolah negeri di New York City juga menerapkan pembelajaran jarak jauh. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya